Renjana menatap pintu yang dibuka secara paksa oleh Andi. Pandangan matanya ia tujukan ke Andi yang menyeringai disaat tatapan mata mereka saling beradu. Dia masih mendengar suara John yang menyuruhnya bersembunyi dan jangan melakukan hal bodoh sebelum John tiba di sana.
Kedua tangan Renjana berada di belakang punggungnya, kedua tangan itu menggenggam erat benda yang ada di sana. Sebilah pisau daging dan satu tongkat golf.
Dia hanya diam ketika dia melihat Andi perlahan berjalan mendekatinya. Seringai jahat yang Andi tunjukkan padanya cukup membuat dirinya takut. Tetapi, suara di hatinya terus saja berkata kepadanya,
Apa yang harus ia takuti?
Kenapa dia harus takut pada seonggok manusia yang sudah membuat hidupnya sengsara? Yang sudah membuat teman-temannya kesulitan?
Bukankah Renjana sendiri sudah bertekad kalau dia akan berubah? Kalau dia akan tegas dan melawan siapa pun yang berbuat semena-mena padanya?
"Hei, kenapa kamu diam saja?" ucap Andi yang sekarang sudah berdiri di hadapan Renjana.
Renjana memejamkan matanya ketika Andi menoyor kepalanya cukup keras.
"Ck, anak lemah kayak kamu memang kerjanya selalu menyusahkan orang lain" gerutu Andi yang setelahnya dia menatap lekat Renjana dengan seringai mengerikannya.
"Kamu tinggal pilih, mau saya bawa secara paksa atau mau ikut dengan saya tanpa perlawanan?" ucap Andi dengan suara berat serta mengancam ke Renjana.
Renjana menelan ludahnya dan menatap Andi dengan lekat.
"Aku akan ikut tanpa perlawanan. Tapi, aku mau tanya ke kamu, kak" ucap Renjana membuat Andi mendengus.
"Haah, banyak cincong anak sialan ini. Tapi, karena kamu mau ikut tanpa harus dipaksa. Jadi, saya bolehin kamu nanya. Kamu mau nanya apa, hm?" ucap Andi sambil menatap Renjana dengan senyum jahatnya.
Renjana menggenggam kuat tongkat golf dan pisau daging di tangannya.
"Kanan atau kiri?" ucap Renjana dan membuat Andi mengernyitkan alisnya bingung.
Andi tertawa terbahak-bahak. Tetapi, setelahnya tawa Andi menghilang dan tergantikan dengan tatapan tajamnya ke Renjana. Dia mencengkram dagu anak itu dan menatapnya penuh benci.
"Mau kanan atau kiri, saya nggak peduli dengan sama pertanyaan bodoh kamu! Kamu sengaja mau mengulur waktu, kan?!" seru Andi yang meraih ponsel Renjana di dalam saku baju anak itu lalu membantingnya.
Renjana menatap hampa ponsel baru yang dibelikan Nanda sudah hancur di lantai.
Renjana menatap lekat Andi yang melepas cengkraman tangannya di dagu Renjana.
"Kamu memang anak sialan! Sama sialannya dengan orang tua bajingan kamu! Pantas saja Nirmala benci sama kamu!"
Mungkin, baru seperkian detik Andi selesai mengucapkan kalimat itu, sebuah tongkat golf yang sejak tadi dicengkram kuat oleh Renjana sudah mendarat sempurna di kepala Andi.
"Aaargh!"
Andi berteriak kesakitan ketika tongkat golf itu mengenai kepalanya. Renjana begitu kuat memukul tongkat golf itu di kepalanya meskipun hanya menggunakan satu tangan.
Andi terjatuh di lantai yang dingin itu. Belum selesai rasa sakit di kepalanya, tongkat golf itu kembali Renjana pukul ke kepala Andi.
Andi menatap takut pisau daging yang ada di tangan kiri Renjana. Lalu, setelahnya dia menatap Renjana yang menatapnya dengan tenang. Renjana kembali mengayunkan tongkat golf itu ke Andi yang langsung melindungi kepalanya dengan tangannya. Tetapi, Renjana malah mengayunkan tongkat itu ke perut Andi sehingga Andi berteriak kesakitan sambil meringkuk memegang perutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfic*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)