Harusnya adegan di mana Renjana pulang adalah sebuah adegan yang mengharukan. Tetapi, yang terjadi, justru mereka berenam bermuram durja di ruang tamu sambil memikirkan bagaimana Renjana begitu enggan dan kaku ketika melihat mereka.
Seharusnya, mereka berenam sudah sibuk bertanya ini-itu kepada Renjana. Sudah sibuk menghibur Renjana dan menemani pemuda itu sampai keesokan paginya. Tetapi, yang terjadi, mereka justru termenung di ruang tamu bersama dengan Darma yang sepertinya sibuk sendiri karena pekerjaannya.
"Renja udah tidur."
Suara dari Elias membuat mereka semua menoleh ke asal suara. Enam pemuda itu memperhatikan Elias yang duduk di samping Darma. Entah kenapa, raut wajah Elias begitu masam dan juga ada aura yang tidak mengenakkan mengelilingi tubuhnya. Elias terlihat seram. Entah apa yang terjadi selama Elias memeriksa Renjana.
"Kalo panasnya nggak turun juga, langsung aja bawa ke rumah sakitnya abang, Dar. Abang takutnya Renja ini kena tipes" ucap Elias dan Darma menganggukkan kepalanya mengerti.
"Om, Renja ada cerita sesuatu ke om?" tanya Mada karena dia menyadari raut wajah Elias terlihat tidak bersahabat.
Elias pun teringat dengan cerita Renjana mengenai apa saja yang John lakukan kepadanya ketika John membawa pergi anak itu.
"John ini jahat?" tanya Elias ke enam pemuda yang lebih tahu bagaimana perangai John karena mereka yang terlibat langsung dengan masalah John.
"Kalo dia nggak jahat, ngapain dia masuk penjara, om? Karena gabut?" celetuk Cakra dan dia mendapatkan delikan tajam dari Elias serta sikutan dari Hadi dan Mada.
"Nggak gitu maksud pertanyaan Om Elias, Cak!" gerutu Hadi yang tersenyum meminta maaf pada Elias. Dia tahu kalau Elias itu galak. Hadi takut nantinya Cakra malah disuntik mati oleh Elias.
"Dia nggak beda jauh sama Jamal" ucap Nanda yang melihat teman-temannya mulai kumat gilanya.
"Tapi, kenapa John versi Renjana itu berbeda?" ucap Elias membuat yang lain termasuk Darma mengernyitkan alis mereka dengan bingung.
"Hah? Jadi, maksud om, John punya kepribadian ganda?" tanya Janu yang menggaruk kepalanya karena kebingungan.
Melihat wajah kebingungan mereka membuat Elias langsung menceritakan apa yang tadi Renjana ceritakan mengenai John.
Dan sudah bisa Elias duga, kalau orang-orang yang mengetahui sifat John dan mendengarkan cerita Renjana pasti tidak percaya kalau yang Renjana ceritakan itu benar.
"Jangan-jangan Renja kena stetoskop sindrom?" ucap Janu dengan wajah cemasnya.
"Stetoskop?" tanya Jiro yang baru tahu ada sindrom seperti itu.
"Iya, itu loh, yang penculik dan diculik punya ikatan secara psikologis itu" ucap Janu lagi.
"Stetoskop apaan anjing? Stockholm syndrome!" kesal Hadi sambil menjitak kepala Janu sampai Janu menunduk karena begitu kuatnya Hadi menjitak kepalanya.
"Elu kira Renjana punya ikatan batin sama stetoskop?!" Hadi semakin murka.
"Hahahaha, stetoskop!" tawa Cakra sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
"Ya Allah, temen-temen kamu ajaib semua, ya Nanda?" ucap Darma sambil menatap Nanda yang mengusap wajahnya karena malu mendengar celetukan tidak terduga dari Janu itu.
"Nanti kepala kamu om getok pake stetoskop" ucap Elias sambil tersenyum manis ke Janu yang meringis.
"Namanya susah dihafal!" Janu pun berkilah.
"Stetoskop itu yang ada di leher Om Elias, Janu. Gimana caranya Renja ada ikatan psikologis sama benda mati?" ucap Mada yang tidak habis pikir dengan Janu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)