"Janu!"
Janu tersedak asap rokok dan dia sampai terbatuk hebat setelah mendengar seruan dari Renjana.
Dia menoleh dan mendapati Renjana berkacak pinggang di ambang pintu smooking area itu sambil menatap Janu kesal.
"Uhuk! Sialan lu Ren!" kesal Janu.
Renjana hanya mendengus lalu dia menutup pintu smooking area itu karena dia sudah tidak tahan dengan baunya.
Sedangkan Janu, laki-laki itu mematikan rokoknya dan membuang rokok itu di kotak sampah. Setelah keluar dari smooking area, Janu menyemprotkan parfum di seluruh tubuhnya karena dia tahu sekali kalau Renjana akan mengomel kalau dia masih bisa mencium bau rokok di dekat Janu.
Janu merapikan kemejanya yang sedikit kusut, setelahnya dia meraih tasnya yang ia taruh di dekat kaki dan berlari mengejar Renjana yang sudah berjalan cepat keluar dari gedung ini.
Sore ini mereka memang pulang cepat karena pekerjaan mereka sudah beres semua. Setelah ini, Janu akan mengantar Renjana menuju restoran tempat Renjana dan Nanda bertemu dengan Nirmala, tantenya Nanda.
Janu sudah diamanahkan oleh Nanda untuk mengantar Renjana ke sana karena Nanda tidak bisa menjemput Renjana di kantor dengan alasan ada urusan.
"Ya Allah, manyun bener itu bibir" ucap Janu yang sampai tercengang melihat Renjana cemberut ketika dia keluar dari gedung tempat kerja mereka.
"Habisnya, kamu lama Janu! Aku udah nungguin kamu tadi di lobby, tahunya kamu malah nyebat dulu!" gerutu Renjana dan Janu yang mendengarnya hanya tertawa.
"Sorry yaaa, habisnya mulut gue asem-asem pahit gitu, Ren. Nggak ada salahnya kan nyebat sebatang" ucap Janu sambil menaik turunkan alisnya dan merangkul Renjana yang hanya berdecak kesal lalu mendorong pelan Janu.
"Masih ada bau rokok, jangan deket-deket" ucap Renjana membuat Janu mengernyitkan alisnya lalu mengendus tubuhnya sendiri.
"Ini udah setengah botol gue semprotin parfum loh, Ren. Serius masih bau?"
Renjana menganggukkan kepalanya. Entah kenapa hidungnya ini sensitif sekali dengan bau rokok. Dia sangat tidak suka dengan bau rokok. Makanya, dia tidak mau merokok atau pun berada di sekitar orang merokok karena baunya membuat kepalanya pusing dan bawaannya ingin marah-marah terus.
Janu sekali lagi mengendus badannya. Lalu, dia iseng mengendus Renjana membuat anak itu mendelik tidak suka.
"Kamu ngapain?!"
Janu mengernyit.
"Bau balsem."
Setelahnya Janu mengaduh kesakitan karena pinggangnya dicubit oleh Renjana.
Masa iya, dia bau balsem? Dia saja tidak ada mengoleskan balsem di tubuhnya!
Janu terkekeh pelan walaupun dia sambil mengusap pinggangnya yang dicubit Renjana.
Ternyata seru juga kalau Renjana jadi emosian seperti ini.
"Tunggu di sini, gue ambil motor dulu" ucap Janu yang berjalan menuju parkiran.
"Ya" jawab Renjana dengan ketus.
Dia masih jengkel karena Janu bilang dia bau balsem.
Diam-diam Renjana mengendus bau badannya sendiri.
"Tuh, kan! Nggak ada bau balsem!"
Sedangkan Janu yang ada di tempat parkir, langsung mengenakan helm kesayangannya dan ia duduk di jok motor hendak memasukkan kunci motor. Tetapi, getaran ponsel yang ada di dalam saku celananya membuat Janu tidak jadi memasukkan kunci motor. Dia pun mengeluarkan ponselnya itu dan melihat ada satu pesan dari nomor tidak dikenal.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)