Mada meregangkan tubuhnya setelah ia bangun dari tidurnya. Dengan masih mengumpulkan sisa nyawa nya yang belum terkumpul, Mada membangunkan Nanda dan Janu yang tertidur dengan sangat nyenyak. Kedua orang itu memang tidur larut malam karena asyik bermain game.
"Bangun, woi!" seru Mada sambil memukul Janu menggunakan bantal guling milik Janu yang tadi terjatuh di lantai.
Namun, Janu justru tidak terbangun, malah tidurnya semakin terlelap membuat Mada berdecak kesal lalu melempar guling itu dan mendarat tepat di wajah Janu. Mada semakin jengkel karena Janu mengeluarkan suara dengkuran yang seolah-olah sedang mengejek usaha Mada untuk membangunkan Janu.
Karena tidak mau semakin emosi, Mada pun beralih membangunkan Nanda. Tetapi, baru saja Mada mengulurkan tangannya untuk menyingkap selimut Nanda yang benar-benar menutupi seluruh tubuh Nanda itu, selimut tersebut sudah tersingkap sendiri karena ulah Nanda.
"Jangan bangunin gue sebelum makan siang" ucap Nanda lalu dia kembali menyelimuti tubuhnya sampai ke kepala lalu berpindah posisi membelakangi Mada.
"Lu nggak mau sarapan apa?!" kesal Mada dan Nanda menjawabnya dengan dengkuran yang dibuat-buat, alhasil Nanda mendapatkan tendangan di pantatnya karena Mada yang emosi.
Mada mendengus kesal, dia pun memilih untuk mandi karena percuma saja membangunkan Nanda dan Janu kalau sudah begadang karena bermain game.
Ketika Mada membuka pintu kamar sambil menyampirkan handuk di pundaknya, dia melihat suasana di rumah sangat sepi. Tetapi, dia melihat ada tudung saji di atas meja yang ada di ruang tengah, menandakan kalau tadi pagi Renjana bangun lalu memasak sarapan untuk mereka.
"Renja ke mana?" gumam Mada karena keadaan rumah yang begitu sepi.
"Apa dia lanjut tidur lagi?"
Mada melihat pintu menuju halaman belakang terbuka, sehingga dia mendengar suara dari mesin cuci yang sedang mencuci pakaian mereka.
"Kayaknya dia lagi nyuci baju di belakang."
Mada pun memutuskan untuk lanjut pergi ke kamar mandi.
Sedangkan, penghuni di lantai atas, terlihat Hadi sudah rapi dan bersiap pergi ke toko untuk bekerja. Setelah yakin kalau ketampanannya ini akan membuat semua kaum hawa terpesona, Hadi pun keluar dari kamar dan mendapati pintu kamar Cakra terbuka.
Hadi pun mengintip ke dalam dan melihat Cakra sudah dalam keadaan rapi membuat Hadi bingung, tidak biasanya Cakra sudah serapi ini di hari libur.
"Mau ke mana lu, Cak?"
"Aaaargh!"
Cakra mengusap dada nya beberapa kali sambil menatap ke arah pintu, di mana Hadi sedikit melongokkan kepalanya dari sela-sela pintu yang terbuka.
"Ngagetin aja lo bang!" gerutu Cakra yang kembali mentotolkan sunscreen ke wajahnya.
"Lemah bener jantung lu" cibir Hadi lalu dia membuka pintu kamar Cakra lebar-lebar. Hadi sampai geleng-geleng kepala karena melihat kamar Cakra yang sangat berantakan. Kebanyakan kertas-kertas tugas kuliahnya berserakan di lantai.
"Kalo Renja lihat bisa diomelin lo" ucap Hadi yang kembali memperhatikan Cakra bersolek di depan cermin.
"Bagus dong kalo Bang Renja lihat. Biasanya langsung diberesin sama abang, nggak pa-pa diomelin dikit, lagian Bang Renja ngomel suaranya tetep kedengaran adem" ucap Cakra yang tidak terlalu memusingkan hal itu.
Hadi mendengus, "Lo mau pergi ke mana, cil? Lo belum jawab pertanyaan gue."
"Pergi sama Satria, Wina, dan Jiro, bang. Kita mau jalan-jalan ala anak muda, tahuu" ucap Cakra.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)