Chapter 80

1.1K 148 23
                                        

Hadi menatap Mada yang sedang asyik menonton TV. Dia sudah berpakaian rapi dengan bau parfum milik Nanda semerbak di ruangan tersebut. Sebuah tas selempang berukuran sedang sudah tersampir di pundaknya.

Jiro dan Cakra yang sedang bermain game di ruang TV itu langsung menoleh ke arah Hadi karena mencium bau parfum nya yang menyengat. Entah berapa kali semprotan yang Hadi lakukan sehingga bau parfum Hadi membuat Jiro, Cakra, serta Mada serempak mengernyitkan hidung.

"Lo mau bunuh orang, ya bang?" ucap Cakra yang berusaha bernafas tanpa harus terkontaminasi dengan bau parfum Hadi.

"Iye, elu!" gerutu Hadi yang sampai mengendus bau badannya sendiri.

"Harum, kok gue. Kenapa ekspresi kalian seolah-olah bilang bau badan gue kayak bau bangke?" gerutu Hadi lagi karena dia tidak terima melihat cara Jiro, Cakra, dan Mada menatapnya.

"Itu, kak. Bau kakak menyengat" ucap Jiro yang merasakan hidungnya seperti ditusuk dan membuat hidung Jiro terasa gatal.

"Iya ya? Padahal gue cuma make tiga semprot loh" ucap Hadi.

"Lo make parfum Nanda, kan?" tebak Mada dan Hadi menganggukkan kepalanya.

"Botolnya kelihatan mewah, gue yakin itu parfum mahal. Parfum mahal biasanya wangi dan tahan lama. Jadi, gue pake, deh" jelas Hadi dengan santainya.

Lagian Nanda juga tidak mempermasalahkan kalau teman-temannya menggunakan parfumnya. Kalau habis tinggal beli.

"Tapi, parfum mahal kayaknya nggak cocok buat lu, bang. Emang paling bener lo make parfum malaikat subuh aja" ucap Cakra yang tahu parfum itu karena Julian selalu memakainya kalau mau Solat Jum'at.

"Diem, deh manusia iri" ucap Hadi membuat Cakra menggerutu.

"Siapa juga yang iri?! Parfum gue harganya lebih mahal dari pada punya Bang Nanda!" ucap Cakra dengan sombong.

Mada menghembuskan nafas lelah melihat Hadi dan Cakra mulai beradu mulut.

"Lo mau ke mana, Di? Pergi sama siapa?" tanya Mada karena dia melihat Hadi begitu rapi. Padahal, anak itu tidak bekerja hari ini karena Zena sedang malas membuka toko. Dia juga tidak kuliah karena sedang minggu tenang menjelang ujian akhir semester.

"Belajar bareng sama temen kuliah gue. Sekalian sama Hana juga. Hana ngajak temennya."

"Dan gue pergi sama temen gue, bang. Dia udah nunggu di depan" ucap Hadi dan Mada memberikan ponselnya ke Hadi.

"Simpan nomor temen lo itu di hape gue" ucap Mada.

Hadi tidak bertanya karena dia sudah terbiasa dengan kebiasaan Mada ini. Mada pasti meminta nomor teman-teman kerja atau teman kuliah jika para adiknya pergi bersama mereka. Kalau kata Mada sebagai antisipasi.

Mada hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada para adiknya.

"Ini, bang. Gue pergi dulu, ya bang. Jangan kangen!" ucap Hadi sambil melayangkan flying kiss nya.

Cakra langsung muntah dan Mada mengernyit jijik ketika melihat Hadi melayangkan flying kiss ke mereka.

Hanya Jiro yang melambaikan tangannya ke Hadi sambil tersenyum ramah.

"Gue yakin Bang Hadi make parfumnya ampe setengah botol!" gerutu Cakra karena bau parfum itu masih ada di ruangan tersebut.

***

Nanda dengan wajah cemberut mengerjakan laporan dari Darma. Ayahnya itu sengaja menyuruh Nanda datang pagi-pagi sekali ke kantornya untuk mengerjakan beberapa laporan serta bahan untuk persentasi nanti.

[FF NCT DREAM] KARSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang