"Nah, kalo rambut kamu ditata kayak gini kan jadi tambah ganteng. Masa pergi acara formal poninya diturunin kayak bocah SD? Bagus kan kayak gini, dibentuk dikit supaya jidat paripurna nya agak kelihatan" ucap Rachel yang sedang merapikan tatanan rambut Renjana.
Karena hari ini Renjana dan Nanda akan pergi ke acara kantor nya Darma, mereka berdua sudah bersiap-siap sejak tadi disaat beberapa temannya sedang tidur nyenyak di kamar masing-masing. Lebih tepatnya, hanya Janu dan Cakra yang masih terlelap, sedangkan yang lain sudah bangun.
Rachel yang tidak sengaja melihat Renjana sedang duduk termenung di teras sambil menunggui Nanda, langsung berjalan mendekati Renjana. Gadis itu heboh karena melihat Renjana tidak melakukan apa pun pada rambutnya yang sudah agak panjang. Poninya dibiarkan saja menutupi jidatnya ketika poninya itu sudah menyentuh alis. Rachel menjadi gregetan dan berinisiatif menata rambut Renjana itu.
Kegiatan Rachel dan Renjana itu sampai ditonton oleh Mada, Hadi, Nanda, dan Jiro.
"Yang dibilang Kak Rachel bener, Ren. Lo kelihatan cakep kalo kayak gini" ucap Hadi yang sudah mengeluarkan ponselnya.
"Lihat sini cah baguuss, lihat ke kameraaa. Senyum nya mana? Mau difoto ini" ucap Hadi yang sudah bersemangat memfoto temannya yang sangat jarang berfoto. Sekali berfoto malah lebih banyak foto candid.
Renjana menarik dua sudut bibirnya.
"Ikhlas dikit senyumnya, Ren. Lo malah kayak dipaksa senyum tahu, nggak" kekeh Mada karena dia melihat Renjana terlihat terpaksa tersenyum ke kamera.
"Senyum pedih" ucap Nanda yang juga sedang memfoto Renjana.
"Udah, ah! Aku nggak mau difoto" gerutu Renjana.
"Makasih, Kak Rachel" ucap Renjana ke Rachel karena tetangganya itu sampai repot-repot menata rambutnya.
"Sama-samaa. Ya, udah kakak pulang dulu, yaa" ucap Rachel yang puas melihat hasil karyanya. Gadia itu melambaikan tangannya ke para bujang yang ikut melambaikan tangan mereka ke Rachel yang berjalan menuju rumahnya.
"Acaranya lama, ya kak?" tanya Jiro yang sejak tadi hanya diam memperhatikan Rachel menata rambut Renjana. Diam-diam dia sedang mempelajari bagaimana cara Rachel menata rambutnya Renjana supaya nanti dia bisa coba sendiri.
"Nggak juga. Paling nanti yang bikin lama obrolan nggak penting antar pebisnis" jawab Nanda. Biasanya, dia akan kabur setelah acara selesai karena dia tahu, ayahnya pasti selalu mengajak Nanda mengobrol bersama rekan bisnisnya.
"Nanti, kalo acaranya selesai kita langsung pulang aja, ya Ren? Jangan mau kalo tiba-tiba papa ngajakin lo keliling" ucap Nanda yang memberikan petuah ke Renjana supaya tidak terjebak dalam obrolan para pebisnis kaya raya.
"Kalo kalian pulang cepat, kita ke pantai, yuk? Lihat sunset, udah lama juga kita nggak kayak gitu" ucap Mada yang teringat mereka bertujuh pernah pergi ke pantai untuk melihat sunset, lalu malamnya mereka akan nongkrong sampai larut malam di sebuah kafe.
"Balik lagi jadi anak senja kita, bang?" ucap Hadi.
"Senja? Itu nama nyokap lo, kan Ren? Sejak kapan ibu lo anaknya ada tujuh?" ucap Nanda yang membuat Renjana terkekeh setelah mendengar kalimat random dari Nanda itu.
"Sejak aku kenal sama kaliaan" ucap Renjana yang tersenyum lebar ke arah teman-temannya itu.
"Kalo ibu aku masih hidup, pasti dia seneng banget punya tujuh anak bujang."
"Tapi, Ren, kayaknya nyokap lo bakalan darah tinggi karena tiap hari ngelihat tingkah Janu dan Cakra."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)