"Renjana mau beli apa?" tanya Mira kepada Renjana yang terperangah melihat barang-barang branded di hadapannya.
"Tas? Sepatu? Dompet? Atau mau semuanya?"
"Ng-Nggak usah, tante. Aku lagi nggak pengen beli apa-apa" ucap Renjana.
Barang yang dibelikan oleh Cakra saja belum ia pakai sampai sekarang. Belum lagi barang-barang yang dibelikan Darma dan Nanda. Dia jadi bingung kalau tiba-tiba semua orang ingin membelikannya sesuatu. Padahal, dia belum terlalu butuh barang tersebut. Tetapi, Renjana mana bisa menolak pemberian Cakra, Darma, dan Nanda. Mereka bertiga memang paling bisa membuat Renjana berakhir menerima barang pemberian mereka.
"Masa, sih? Ini jam nya bagus, loh. Cocok kalo dipake sama kamu" ucap Mira yang matanya tertuju ke etalase yang berisikan jam tangan untuk pria.
"Jam aku udah ada tante" ucap Renjana yang tidak berbohong tentang hal itu.
Jam tangannya ada banyak. Dan rata-rata pemberian dari Darma.
"Saya ambil jam yang ini" ucap Mira kepada pegawai toko di sana membuat Renjana hanya bisa mengeluh di dalam hatinya.
Dia tidak menyangka kalau Mira keras kepala seperti ini. Sepertinya, mau dia bilang iya atau pun tidak, Mira tetap saja akan membelikan barang itu untuknya. Apakah semua orang kaya rata-rata bersikap seperti ini? Kenapa beberapa orang kaya yang Renjana temui sifatnya kebanyakan sama seperti Mira ini?
"Terima aja pemberian tante. Kalo bisa kamu pake terus, ya?" ucap Mira sambil melirik tangan Renjana yang terdapat jam tangan pemberian dari Darma.
Renjana yang menyadari arah pandangan Mira, langsung memegang tangannya yang terdapat jam tangan dari Darma.
"Ini jam tangan dari papa, tante" ucap Renjana sambil tersenyum kikuk.
Mira menghembuskan nafas lelah, "Kuno banget pilihan Darma."
Lagi-lagi Renjana hanya bisa menanggapi dengan senyuman kikuk.
Setelah membeli jam tangan, Mira membawa Renjana makan di sebuah restoran yang harga satu porsinya membuat Renjana mengelus dada. Sangat-sangat mahal.
Apakah dia benar-benar harus memakan makanan semahal ini meskipun nantinya makanan itu pada akhirnya akan terbuang juga dari tubuhnya menjadi kotoran?
Renjana mengekori Mira yang berjalan terlebih dahulu di depannya. Renjana sibuk mengagumi suasana di restoran ini. Lalu, dia menatap Mira yang sedang berbicara pada pegawai restoran tersebut. Mereka berdua pun berjalan mengekori si pegawai restoran yang membawa mereka berdua ke sebuah ruangan. Sepertinya, Mira memesan tempat yang terkesan privasi.
Tiba-tiba Renjana jadi parno sendiri.
Dia sampai tidak mau masuk ke dalam ketika pegawai restoran tersebut membukakan pintu untuk Renjana dan membiarkan anak itu masuk ke dalam menyusul Mira yang sudah masuk terlebih dahulu.
"Kenapa, Renjana?" tanya Mira.
Renjana menggelengkan kepalanya. Dia pun masuk ke dalam tersebut dan membiarkan Mira yang memesan makanan untuk mereka berdua karena dia tidak mengerti dengan menu makanan di restoran itu.
"Kamu pasti mikir yang aneh-aneh, ya? Kamu pasti mikir kalo tante bakalan ngelakuin sesuatu ke kamu di sini?" tebak Mira setelah pegawai resto itu pergi.
"Maaf, tante" ucap Renjana yang tersenyum meminta maaf kepada Mira.
"Nggak perlu minta maaf. Wajar, kamu merasa kayak gitu. Pasti waktu itu tante kelihatan kejam banget sama kamu, kan?" ucap Mira yang terlihat tidak ambil pusing jika Renjana masih sedikit takut padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)