Hadi berdecak kesal ketika dia melihat Zena datang bersama dengan Kenzi. Si pembeli yang suka membuat Hadi naik darah. Padahal, Kenzi hanya diam sambil berpose dua jari ke Hadi dengan tatapan datarnya. Tetapi, hal itu cukup mampu membuat Hadi darah tinggi. Hadi sampai memegang belakang lehernya karena dia sudah kepalang kesal melihat Kenzi di sini.
"Kenzi nanyain lo terus, Di. Jadi, abang bawa dia sekalian ke sini. Dia kangen ama lo" ucap Zena sambil cengengesan ke Hadi.
Zena tahu kalau Kenzi ini suka sekali membuat Hadi kesal. Tio sering bercerita kalau Kenzi suka usil pada Hadi yang memang kesabarannya setipis tisu. Zena juga tidak bisa berbuat apa-apa karena sepupunya ini memang usil. Zena saja sudah langganan menjadi korban keusilan Kenzi.
"Halo, abang. Sudah lama kita tidak berjumpa, by the way, adek abang cantik, boleh minta nomor hape?" ucap Kenzi membuat Hadi rasanya ingin melempar anak itu menggunakan sendal jepit yang ia kenakan.
Hana yang mendengar ucapan Kenzi itu hanya bisa tersenyum kikuk meskipun pipinya merah karena malu dipuji cantik oleh Kenzi. Padahal, Hana tidak merasa kalau dia cantik.
"Hush! Sembarangan aja lo Kenzi! Hana itu udah punya pacar!" tegur Zena.
Zena tersenyum meminta maaf pada Hadi dan Hana, "Maaf ya, Kenzi emang agak lain kalo gilanya kumat."
"Dia kumat tiap hari, bang. Mending abang bawa aja dia ke rumah sakit jiwa" gerutu Hadi sambil menatap Kenzi yang selalu memberikan wajah datar andalannya.
"Abang perhatian deh. Kok, abang bisa tahu kalo saya suka kumat tiap hari? Duh, saya jadi terharu. Nggak biasanya ada yang seperhatian ini sama saya."
"Bocah gila!" seru Hadi yang emosinya langsung meluncur ke ubur-ubur.
Zena tertawa canggung sambil menyikut Kenzi yang hanya mengusap pinggangnya yang disikut Zena.
"Kayaknya, kita cocok jadi kakak dan adik ipar, bang. Bagaimana kalau kita bahas adat apa yang cocok untuk pernikahan saya dengan adek abang?"
Hadi melotot ke Kenzi, "Lo itu masih bocah! Dan adek gue juga udah punya pacar! Pergi sono lu jauh-jauh!"
"Kan, janur kuning belum melengkung, bang. Siapa tahu pacar adek abang yang sekarang sekedar menjaga jodoh saya?" ucap Kenzi yang setelahnya menoleh ke Hana.
Kenzi mengedipkan matanya ke Hana lalu dia melayangkan flying kiss yang langsung ditepis dengan sendal jepit oleh Hadi.
"Elu jangan ngadi-ngadi ye! Gue nggak bakalan mau punya adik ipar kayak lo!" seru Hadi sambil mengacungkan sendal jepitnya ke Kenzi.
Kenzi mengerjapkan matanya, lalu dia menoleh ke Zena yang sedari tadi hanya bisa tersenyum canggung dan diam-diam menikmati perdebatan panas ini.
"Emang apa yang salah sama Kenzi, bang? Kok, Bang Hadi nggak mau saya jadi ipar nya dia? Kenzi kan ganteng, bang. Baik. Rajin ibadah pula. Kenzi juga banyak uang, di simpan semua di rekening papa."
Zena meringis, "Itu karena elu nyebelin" ucap Zena ke Kenzi yang mengerjapkan matanya lagi.
"Adeknya Bang Hadi, cepet sehat, ya? Sesudah ini, saya mau menimang kamu menjadi istriku. Tinggalin aja pacar kamu, saya yakin, pacar kamu jelek."
"LAMA-LAMA GUE LEMPAR JUGA LU DARI GEDUNG INI!"
***
Mada keluar dari ruangan bosnya sambil tersenyum lebar. Dia tidak menyangka bahwa bosnya itu memberikan tanggung jawab proyek besar tersebut kepadanya. Padahal, Mada berpikir kalau bosnya akan menyerahkan proyek itu ke Ulfa karena wanita itu sudah lama bekerja di perusahaan ini dan juga lebih kompeten di bidangnya dari pada Mada yang belum terlalu lama di perusahaan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)