Hadi langsung memeluk Hana seolah-olah mereka sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Melihat senyuman Hana cukup membuat Hadi melupakan sejenak kekesalannya terhadap orang tuanya.
Tepat setelah Hadi selesai menutup toko bersama Tio, anak itu mendapatkan pesan dari Hana yang meminta bertemu. Hana mengajak Hadi makan malam berdua. Tentu saja Hadi menerima ajakan makan malam adiknya itu. Tapi, karena jam makan malam belum tiba, akhirnya kakak beradik itu memutuskan untuk jalan-jalan sore sambil melihat keindahan senja di pinggir pantai.
"Adek abang makin berisi, abang suka!" ucap Hadi sambil mencubit pipi Hana yang dulu begitu tirus, tetapi sekarang pipi itu mengingatkan Hadi dengan bakpao.
Melihat Hana berisi seperti ini, menandakan kalau adiknya makan dengan teratur.
Hana sekarang terlihat lebih sehat dari pada dulu ketika adiknya itu masih tinggal dengan orang tua mereka. Hana juga menjadi dua kali lipat lebih ceria membuat Hadi rasanya ingin menangis haru karena melihat perubahan yang sangat indah pada adiknya ini.
"Hehehe, habisnya, temen-temen di kos suka banget ngajakin aku kulineran tiap malam, bang. Kata mereka dari pada duit dihabisin buat beli yang nggak penting, mending duitnya buat ngisi perut sama perawatan biar makin glowing!" celoteh Hana membuat Hadi terkekeh pelan.
"Kamu makin glowing biar Nanda makin kesemsem kan sama kamu?" goda Hadi sambil menaik turunkan alisnya membuat Hana tersipu lalu memukul pelan lengan abangnya.
Hadi semakin tertawa melihat wajah tersipu Hana. Hadi pun menggenggam tangan adiknya dan mereka berdua mulai berjalan di pinggir pantai. Sepertinya suasana hati Hana begitu bagus karena dia sampai mengayunkan genggaman tangan mereka berdua dengan ceria sambil melompat-lompat kecil membuat Hadi semakin gemas saja dengan adiknya ini.
"Jadi, gimana hubungan kamu sama Nanda?" tanya Hadi.
Hadi melirik Hana dan mendapati adiknya itu tersenyum manis.
Anjir lah Nan, lo make pelet apa sampai adek gue kesemsem gitu sama lo?!
"Hubungan aku sama Kak Nanda baik, kok bang. Kak Nanda itu...., baik banget" ucap Hana yang mengucapkannya dengan suara lirih.
Hal itu cukup menarik perhatian Hadi.
"Dan..., perhatian..., Kak Nanda definisi cowok sempurna, bang. Dan aku..., aku ngerasa kayak..., kok bisa Kak Nanda sukanya sama aku?" ucap Hana sambil menatap abangnya itu dengan sedih.
"Aku bukannya ngeraguin Kak Nanda, bang. Dia tulus. Cuma.., aku masih nggak percaya kalo seorang Nanda Graciano itu sukanya sama cewek kayak aku, bang" ucap Hana yang suaranya semakin pelan dan semakin terdengar tidak percaya diri.
"Memangnya adek abang ini cewek yang kayak gimana, hm?" ucap Hadi, dia berhenti berjalan lalu berdiri di depan sang adik. Dia pandang wajah adiknya yang semakin hari semakin cantik.
"Adek abang ini udah cantik, pinter, rajin, pekerja keras, baik, pengertian, sayang sama abangnya. Si Nanda itu yang beruntung dapetin adek abang ini tahu, nggak" ucap Hadi membuat Hana yang awalnya sedih langsung mengulum senyum karena salah tingkah mendengar pujian dari abangnya.
"Iih, abang! Mana ada aku kayak gitu.." ucap Hana membuat Hadi tersenyum lebar.
"Seriuus. Nanda sendiri loh yang bilang. Malah dia pernah bilang ke abang kalo dia adalah cowok paling beruntung di dunia ini karena dapetin kamu" ucap Hadi lagi yang tidak berbohong mengenai hal itu.
Nanda memang pernah mengatakan hal seperti itu kepadanya. Dan itu lah kenapa, Hadi mempercayakan Hana ke Nanda sepenuhnya.
Hana tersipu malu dan Hadi pun mengelus rambut adiknya itu dengan sayang. Kalau dia acak, yang ada nanti Hana mengomel karena rambut yang sudah ia tata rapi jadi berantakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)