"Kalo udah sampe di kost, jangan lupa kabarin, abang ya?" ucap Hadi ke Hana yang menganggukkan kepalanya.
Belajar bersama hari ini selesai di pukul tiga sore. Hana belajar bersama teman kuliahnya serta Nonik dan Michelle yang merupakan teman kost nya Hana. Melihat keberadaan mereka berdua cukup menenangkan hati Hadi. Hadi percaya Noni dan Michelle bisa melindungi adiknya dari orang-orang jahat yang malah menargetkan Hana sebagai bentuk balas dendam mereka.
Hadi melambaikan tangannya pada Hana sebelum akhirnya mobil milik Noni itu melaju meninggalkan area kafe tempat mereka belajar bersama.
Hadi pun berjalan menuju Bobi, salah satu teman nya Hadi di kampus. Bobi lah yang menjemput Hadi tadi dan saat ini dia sedang menunggu Hadi berjalan menghampirinya yang sedang berdiri di dekat pintu masuk kafe.
"Ayo, bang" ucap Bobi pada Hadi yang menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua pun berjalan menuju tempat parkir sambil membahas tentang mata kuliah yang akan diujiankan di hari pertama. Bobi beberapa kali mengeluh ke Hadi kalau ada beberapa materi yang tidak terlalu dia mengerti meskipun tadi sudah dijelaskan oleh Hadi.
"Kayaknya lo harus sering baca, deh Bob. Atau, lo tandain tuh beberapa point penting terus lo tulis point-point nya ke buku catatan" jelas Hadi pada Bobi.
"Kalau menghafal aja kayaknya nggak bakalan ngaruh kalo lo nggak paham sama konteks yang lo hafalin" ucap Hadi lagi.
"Thanks tips nya, bang. Gila, padahal lo jarang masuk loh, bang. Tapi, otak lo encer bener. Jadi iri, gue" ucap Bobi.
"Bagi dikit isi otak lo ke gue, bang!" ucap Bobi dan hal itu membuat Hadi tertawa.
"Nih, gue transfer kapasitas otak gue ke lo" ucap Hadi ke Bobi yang tertawa terbahak-bahak karena Hadi menyahuti candaannya.
Mereka berdua mengobrol asyik sambil sesekali Bobi melontarkan candaan yang diterima dengan baik oleh Hadi. Sampai, Hadi merasakan ada benda yang cukup keras mengenai pundaknya.
Ternyata ada pengendara motor dari arah belakang memukul pundak Hadi menggunakan balok kayu. Rasa sakit yang tidak tertahankan membuat Hadi terjatuh dengan bertumpu menggunakan kedua lututnya sambil memegang pundak kanannya yang terasa sakit.
"Jangan lari lu woi!" seru Bobi yang melempar pengendara itu menggunakan batu yang ada di dekat tempat parkir.
Meskipun batu itu mengenai punggung si pengendara, tetapi pengendara motor itu tetap melajukan motornya keluar dari area kafe.
Suara erangan kesakitan dari Hadi membuat Bobi kembali berlari mendekati Hadi yang wajahnya sudah pucat dengan keringat dingin membasahi wajah serta rambutnya.
"B-Bang Mada! Iya! Gue telepon Bang Mada!" seru Bobi.
Dia teringat kalau ada pesan yang masuk ke ponselnya dan ternyata pesan dari Mada. Mada memperkenalkan dirinya sebagai kakaknya Hadi dan meminta Bobi untuk memberitahunya jika terjadi apa-apa pada Hadi. Hadi juga sudah mengkonfirmasi kalau si pengirim pesan adalah Mada dan Hadi sendiri yang memberikan nomor Bobi ke Mada.
Bobi membiarkan Hadi bersandar di dekatnya. Dia mengeluarkan ponselnya lalu ia pun menelepon Mada. Untungnya Mada begitu cepat menjawab panggilan dari Bobi.
"Halo, bang? Bang Mada! Bang Hadi dipukul sama orang nggak dikenal, bang!"
***
"Cakra, Jiro, kalian pergi ke rumah sakit nya Om Elias. Abang nggak bisa ke sana karena kaki abang lagi kayak gini" ucap Mada setelah dia mendapatkan telepon dari Bobi kalau Hadi dipukul oleh orang tidak dikenal.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)