Sebenarnya, cukup berada di hotel saja selama beberapa hari sudah termasuk liburan bagi para bujang ini. Itu semua karena fasilitas yang diberikan oleh pihak hotel membuat mereka terlena berada di sana sehingga mereka yang awalnya ingin pergi ke sana, ingin pergi ke sini, berakhir dengan mereka masih berleha-leha di kamar hotel. Kecuali Renjana yang sudah rapi karena dia sangat bersemangat ingin mengelilingi Jogja hari ini.
"Kalian kenapa jadi lesu gitu? Mumpung kita lagi di Jogja ini" ucap Renjana sambil menarik tangan Janu yang sejak tadi belum juga mandi. Sedangkan yang lainnya sudah mandi meskipun mereka sedang rebahan cantik di tempat tidur.
"Ayo, Januu. Mandiii" ucap Renjana yang menarik tangan Janu dengan kuat sampai-sampai Janu terbangun dari tidurnya.
"Lo mau ke mana?" tanya Nanda, dia sudah bersiap hendak menelepon Bagas.
"Lagian di sini kebanyakan pantai. Jam segini mana bisa ke pantai? Yang ada Cakra jadi gosong" celetuk Janu yang kembali bergelung di dalam selimutnya.
"Kan, masih ada tempat wisata selain pantai. Candi Prambanan, yuk! Atau ke Candi Borobudur" ajak Renjana lagi sambil menatap teman-temannya itu dengan antusias.
"Atau kita pergi ke Alun-Alun Kidul? Kalian tahu, kan mitos tentang Alun-Alun Kidul?" ucap Hadi tiba-tiba, dia mengatakan hal itu setelah dia melihat tempat wisata di Jogja di dalam ponselnya.
"Mitos?" tanya Cakra yang terdengar antusias.
"Lo nggak tahu mitos Alun-Alun Kidul?" tanya Mada ke Cakra yang menggelengkan kepalanya.
"Aku juga nggak tahu, kak" ucap Jiro. Dia saja baru pertama kali mendengar Alun-Alun Kidul.
"Itu, loh Ji-"
"Diem, lu Nu! Kalo lo yang ngomong, pasti jawabannya kagak bener!" potong Hadi sambil melotot ke Janu yang terkekeh pelan.
"Aduh, ketahuan, deh~"
"Mending lo mandi. Atau lo mau kita tinggal?" ucap Nanda.
"Gue mau dengerin tentang Kidul ini dulu" ucap Janu yang sudah duduk di pinggir tempat tidur.
Hadi pun mulai menjelaskan bahwa Alun-Alun Kidul merupakan salah satu tempat wisata di Jogja yang posisinya berada di belakang Kraton Yogyakarta. Di sana terdapat dua pohon beringin kembar yang konon katanya jika bisa melewati pohon tersebut dalam keadaan mata tertutup maka keinginan seseorang yang bisa melewati pohon tersebut akan terkabul.
"Ooh, namanya Alun-Alun Kidul. Aku kira namanya Beringin Jogja" ucap Jiro dengan wajah polosnya.
"Enak bener lu ganti nama tempat wisata. Emangnya itu pohon punya lu?" ucap Cakra pada Jiro yang terkekeh pelan.
"Kan, di sana ada pohon beringin? Tempatnya di Jogja, kan? Makanya, aku kira namanya Beringin Jogja" ucap Jiro.
"Iyain aja, deh kalo bayi ngomong" ucap Cakra membuat Jiro mengernyitkan alisnya.
"Kamu malah lebih bayi dari bayi, Cak" balas Jiro.
"Zigot?" celetuk Janu.
"Ini sibuk aja sama zigot! Mandi sana lu! Kita bener tinggalin lo ini!" seru Mada ke Janu yang langsung lari terbirit-birit menuju kamar mandi.
"Jangan luluran lo, Janu! Waktu makin mepet ini!" seru Nanda.
"Nanti Renja ngambek!" seru Nanda lagi.
"Mana ada aku ngambek" ucap Renjana yang terlihat tidak terima dengan ucapan Nanda.
"Naah, itu ngambek namanya, Ren" ucap Hadi dengan santainya sambil menatap Renjana yang mendengus.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)