"Bosan banget gue, Ji."
"Kamu memang membosankan, sih Cak."
Cakra langsung mendelik ke Jiro yang mengucapkan kalimat menyebalkan itu sambil bermain game. Dia memicingkan matanya ke Jiro lalu dia rebut paksa ponsel milik Jiro.
"Cak! Jangan jahil!" seru Jiro yang kesal karena permainannya diganggu oleh Cakra.
Jiro mengerang kesal karena mendengar suara "game over" dari ponselnya. Pertanda permainan yang ia mainkan sudah berakhir dengan kekalahan berkat kelakuan Cakra. Pemuda itu memicingkan matanya dengan kesal ke arah Cakra yang malah memasang wajah menantang nya ke Jiro.
"Elu beraninya bar-bar sama gue, doang! Coba lo gitu sama abang-abang yang lain? Langsung berubah lu jadi malaikat kecil!" seru Cakra yang mengembalikan ponsel Jiro itu ke pemiliknya.
Jiro mengernyitkan alisnya, "Aku nggak kecil, Cak. Antara aku sama kamu, masih gedean aku badannya. Jadi, aku bukan malaikat kecil" ucap Jiro yang membuat kekesalan Jiro semakin menjadi-jadi.
Cakra meraih tangan Jiro lalu dia gigit tangan temannya itu sampai Jiro berteriak kesakitan. Dia mendorong kepala Cakra supaya gigitannya itu terlepas.
Jiro mengusap tangannya yang digigit oleh Cakra. Jejaknya terlihat dengan jelas. Kulitnya sampai merah karena gigitan Cakra. Pemuda itu menggerutu ke Cakra yang puas melihat Jiro kesakitan berkat gigitan sadisnya.
"Makanya, jangan bikin Cakra Damian marah" ucap Cakra sambil membusungkan dadanya dengan sombong.
Jiro mendengus. Dia meraih ponsel yang berada di pangkuannya lalu kembali memainkan game tadi di level pertama. Jiro ingin menyelesaikan game yang baru dia download ini di ponselnya. Mumpung dia sedang liburan, dia akan menghabiskan liburannya dengan bermain game.
"Gue bosen banget, Ji! Kita pergi ke mana gitu!" seru Cakra sambil menggoyangkan lengan Jiro.
"Mau pergi ke mana, Cak? Kalo ke mall aku males. Palingan nanti kerjaan aku di sana cuma ngekorin kamu belanja" gerutu Jiro yang trauma pergi ke mall bersama Cakra. Meskipun setelahnya dia dibelikan barang-barang bagus oleh Cakra. Lebih baik Jiro tiduran di rumah dari pada ke mall bersama Cakra.
"Terus, ke mana lagi? Hiburan yang bagus itu, ya cuma mall! Ayo, lah Jii!" seru Cakra yang semakin menjadi menggoyangkan lengan nya Jiro.
"Kamu ajak Satria aja sana!" seru Jiro, dia sedang malas bepergian.
"Satria lagi pergi sama emaknya!"
"Ya, udah kamu pergi juga sama emak kamu!" seru Jiro tidak mau kalah.
"Emak gue lagi di luar kota! Bapak gue sibuk!" seru Cakra membuat Jiro menutup telinganya karena suara melengking Cakra.
Tepat saat itu, terdengar suara bel dari arah pintu depan. Mereka berdua pun berjalan menuju pintu lalu mengintip dari jendela. Mereka mendapati Azwar berada di depan pintu. Cakra pun membuka pintu tersebut dan tersenyum ke Azwar yang juga membalas senyuman tersebut.
"Anak-anak, kalian sibuk tidak?" tanya Azwar.
Cakra dan Jiro serentak menggelengkan kepala mereka.
"Mau temenin om, nggak?"
***
Mada baru kali ini merasakan situasi seperti ini.
Duduk di salah satu restoran bintang lima bersama dengan ayah dari teman kerjanya. Apakah dia akan merasakan apa yang selalu dirasakan oleh tokoh utama di drama?
Orang tua dari teman si tokoh utama tidak mau si tokoh utama berteman dengan anaknya karena tidak selevel. Lalu si tokoh utama disiram oleh air, ditampar, dan-
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)