Jiro tidak mengerti kenapa dia pada akhirnya berada di sini.
Padahal sebelumnya, dia masih berada di kafe sambil tertawa lepas bersama Wina, Satria, dan Cakra. Anak itu bahkan menolak tawaran Cakra yang mengajaknya pulang bersama karena Cakra dijemput oleh ibunya. Alasan Jiro kepada Cakra adalah, bahwa dia ingin menikmati waktunya sendirian di kafe itu.
Tapi, siapa yang menyangka, kalau Jiro ternyata diam-diam pergi ke rumah tahanan tempat di mana kakak kandungnya akan mendekam selama bertahun-tahun lamanya.
Jiro tidak tahu apa yang sebenarnya ia pikirkan sehingga dia berada di sini. Anak itu sampai mengacak rambutnya dengan frustasi karena dia tidak menyangka kalau dia malah datang ke lapas yang berisikan para kriminal dengan kasus berat.
Dan di antara semua kriminal itu, terdapat kakaknya di sana.
"Loh? Jiro? Kenapa kamu bisa ada di sini?"
Jiro menoleh, dia tertegun ketika dia melihat tetangganya ada di sana. Dia berjalan dari arah parkiran menuju tempat di mana Jiro berdiri.
Sosok tetangga yang pernah ikut sarapan bersama mereka tetapi langsung akrab dengan tujuh bujang itu di hari pertama mereka bertemu.
"Om Azwar?" bisik Jiro.
Dia melihat Azwar berjalan ke arahnya dengan tatapan bingung. Siapa pun yang tidak terlalu mengenal Jiro pasti bingung kenapa anak itu berada di tempat itu sendirian.
"Kamu ngapain di sini, Jiro? Kok sendirian?" tanya Azwar, raut wajahnya masih memperlihatkan kalau dia kebingungan melihat Jiro berada di tempat seperti ini.
Apakah ada seseorang yang Jiro kenal di tempat ini?
Atau, anak itu hanya sekedar lewat?
Tapi, sepertinya, Jiro tidak mungkin hanya sekedar lewat ketika Azwar melihat dengan jelas bagaimana Jiro ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
"Kamu..., mau jengukin seseorang?" tanya Azwar.
Jiro yang mendengar pertanyaan dari Azwar itu pun menegang. Dia menatap Azwar lalu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Anak itu sebenarnya bingung ingin menjawab apa. Dia hanya berharap Azwar tidak bertanya apa-apa lagi setelah melihat gelengan kepala Jiro.
Untungnya, Azwar tidak menanyakan apa-apa kepada Jiro. Sepertinya, Azwar adalah tipe orang yang tidak ingin tahu urusan orang lain. Jadi, Jiro melihat Azwar hanya menganggukkan kepalanya lalu dia mengarahkan pandangannya ke arah gedung di depan mereka berdua itu.
"Om mau ketemu sama teman om sebentar. Kamu tunggu di sini, om antar kamu pulang, dan om nggak bakalan lama, kok" ucap Azwar yang tujuannya datang ke tempat ini adalah untuk menjenguk temannya yang sudah bertahun-tahun mendekam di penjara.
"Atau kamu mau ikut om masuk?" tawar Azwar yang merasa tidak tega melihat Jiro di sini sendirian.
Jiro yang mendengar tawaran dari Azwar itu pun tertegun. Jika dia ikut masuk, apakah ada kemungkinan dia bertemu dengan kakaknya? Tetapi, jika mereka memang bertemu, apa yang harus Jiro lakukan?
"Aku tunggu di sini aja, om."
Jiro memilih untuk menunggu di luar saja.
Sepertinya, Jiro benar-benar belum siap bertemu dengan kakaknya.
***
"Renjaaa, makasih ya udah mau bantuin guee" seru Putra yang menatap Renjana dengan penuh haru.
"Iya, kak, sama-sama" jawab Renjana seadanya membuat Putra sedikit kebingungan melihat Renjana agak dingin hari ini.
Putra sampai merasa kalau Renjana seperti itu karena dia kesal dengan Putra yang meminta bantuan kepadanya. Tapi, sungguh, Putra benar-benar butuh bantuan dan tidak ada satu pun rekan kerja yang mau membantunya. Dia tahu kalau Renjana sekarang suka menolak jika ada yang meminta bantuannya. Jadi, mungkin saja Renjana terpaksa membantu Putra, bukan?
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)