Mada sampai tidak fokus bekerja karena sebentar lagi, proyek yang akan dia pimpin akan dimulai. Itulah kenapa dia akhir-akhir ini begitu sibuk. Selain mempersiapkan beberapa bahan untuk proyek nanti. Mada juga mempersiapkan mental. Meskipun sebelumnya Mada sudah diberi semangat oleh Darma dengan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Tetap saja, Mada gugup dan mulai memikirkan yang tidak-tidak.
Mada bahkan sampai memikirkan. Bagaimana nanti di tengah-tengah Mada mengerjakan proyek bersama tim nya tiba-tiba saja Jamal balas dendam? Disaat Mada lengah, tiba-tiba saja Jamal menyakiti adik-adiknya?
Memang Darma berulang kali berkata kepada tujuh bujang itu kalau Jamal atau siapa pun yang jahat kepada mereka tidak akan lagi menyakiti mereka dan mengusik mereka. Tetapi, Mada belum bisa sepenuhnya percaya. Bagi Mada, hati manusia itu mengerikan.
Mada tidak yakin kalau Jamal akan bertobat meskipun dia dijebloskan ke penjara paling mengerikan di dunia sekali pun.
"Tegang bener, lu Da? Belum juga mulai proyeknya" ucap Faisal yang memijit kedua pundak Mada.
Faisal menyadari kalau Mada terlihat gelisah dan kurang fokus mengerjakan pekerjaannya.
Mada tersenyum kikuk ke Faisal, "Gue cuma gugup, Sal. Pertama kali mimpin proyek" ucap Mada yang tidak sepenuhnya benar. Dia memang gugup tetapi dia juga mengkhawatirkan hal lain.
"Udaah, nggak usah gugup gituu. Nanti, bakalan kita bantu kalo ada kendala. Apalagi Ulfa. Iya, kan Fa?" sahut Andre sambil menaik turunkan alisnya ke arah Ulfa.
Ulfa acuh saja mendengar sahutan dari Andre itu. Dia memilih mengerjakan laporannya dari pada menyahuti ucapan Andre yang sedang terkikik geli karena melihat respon Ulfa.
"Ada apa, nih? Ada apa sama Mada dan Ulfa?" tanya Salsa yang tersenyum-senyum menggoda Mada.
Mada mendengus melihat tingkah teman-temannya ini. Mada yakin mereka sengaja berkata seperti itu untuk menggoda Mada dan Ulfa. Sepertinya, semua orang di kantor ini sudah tahu kalau ada sesuatu di antara Mada dan Ulfa.
"Biasa, lah Sal! Kayak nggak tahu aja loo" ucap Faisal yang setelahnya tertawa sendiri sambil menepuk pundak Mada membuat Mada mengaduh karena Faisal memukul pundaknya cukup kuat.
"Dari pada kalian ketawa kayak gitu. Mending kalian balik kerja. Kalian nggak lihat Mada juga lagi fokus kerja?" ucap Ulfa membuat Andre, Salsa, dan Faisal terkikik geli lalu kembali ke meja kerja masing-masing.
"Perhatian bener Ulfa sama lo" bisik Faisal ke Mada yang memilih untuk menanggapinya dengan senyum.
Mada memutuskan untuk kembali fokus mengerjakan laporannya. Tetapi, Mada mencoba mengintip ke arah meja kerja Ulfa.
Mada tersenyum kikuk karena acara mengintipnya itu ketahuan oleh Ulfa.
***
Hadi rasanya ingin mengacak bumi dan seluruh isinya karena Cakra, Kenzi, dan Jiro membuat Hadi harus bekerja dua kali. Sebenarnya, Hadi merasa terbantu karena tiga bocah itu dengan sukarela ingin membantu Hadi di toko.
Jiro yang membantu Hadi memasukkan barang belanjaan pembeli ke dalam kantung plastik. Cakra dan Kenzi yang meyambut pembeli serta memberitahu beberapa letak barang jika ada pembeli yang tidak tahu di mana letak barangnya.
Di antara tiga bocah itu sebenarnya yang paling membantunya adalah Jiro. Tetapi, terkadang Jiro membuat Hadi juga harus bekerja dua kali karena dia salah memasukkan barang belanjaan ke dalam kantung plastik.
Sebuah kesalahan yang mungkin hanya dilakukan oleh Jiro.
Bagaimana bisa anak itu salah memasukkan belanjaan pembeli?
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)