Tanpa sadar, Mada berjalan masuk ke dalam kantor sambil tersenyum lebar. Semua orang yang dia lihat dia sapa meskipun ada yang tidak ia dikenal di antara mereka. Bahkan, kucing yang sedang tiduran di dekat lobi pun Mada sapa saking bagusnya suasana hati Mada hari ini.
Bagaimana tidak? Mada berhasil mewujudkan impiannya. Iya, Mada berhasil menggetok kepala Ilham menggunakan tongkat.
Kedongkolan hati nya yang ia pendam selama ini, pada akhirnya bisa dia lampiaskan. Itulah mengapa beberapa rekan kerja Mada menatap pemuda itu dengan tatapan heran. Sebenarnya, bukan hal yang aneh melihat Mada tersenyum dan menyapa mereka ketika Mada masuk kantor. Hanya saja kali ini, Mada terlihat lebih ekstra.
Senyuman Mada begitu lebar sampai menampakkan deretan giginya yang rapi. Kedua matanya berbinar dan menggambarkan kebahagiaan yang ia rasakan. Wajahnya juga berseri-seri, membuat rekan kerja Mada berpikir kalau Mada sedang jatuh cinta.
"Mada, jangan kelihatan banget senengnya, nanti Ulfa cemburu" bisik Faisal ke Mada yang mengernyitkan alisnya.
"Hah? Kenapa Ulfa cemburu?" ucap Mada yang merasa kalau ucapan Faisal tidak ada hubungannya sama sekali.
"Lo kemaren habis nge-date kan? Makanya lo kelihatan bahagia banget hari ini, kan?" bisik Faisal lagi.
Mada terperangah. Apakah orang yang bahagia selalu dikaitkan dengan berkencan?
"Bukaan. Gue mana kepikiran mau nge-date. Pokoknya ya, kemaren itu adalah hari yang paling membahagiakan buat gue. Tapi, nggak ada hubungannya sama nge-date" jelas Mada, dia tidak mau ada yang salah paham.
Mada juga tidak ada waktu untuk berkencan atau memikirkan percintaan.
Percakapan tentang berkencan itu pun terpaksa Mada akhiri karena dia harus mengerjakan beberapa laporan serta menyiapkan bahan untuk mempersentasikan proyek yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Untuk masalah proyek ini, Mada tidak tahu apa yang sudah Ulfa lakukan selama Mada tidak masuk. Mada tahu kalau Ulfa yang menggantikan Mada untuk sementara selama Mada memulihkan kondisinya karena kakinya yang sakit. Tetapi, yang membuat Mada terheran-heran adalah, setelah Mada kembali memimpin proyek itu, para anggota nya tidak ada yang keras kepala lagi.
Mereka semua mulai bisa Mada kondisikan, tidak seperti sebelumnya. Setiap mereka berdiskusi pasti ada saja yang keras kepala dan egois. Di antara mereka pasti ada yang ingin hanya pendapat mereka yang didengar.
Mada jadi penasaran. Apakah semua perubahan ini karena Ulfa? Atau memang para anggotanya yang tiba-tiba berubah?
"Fa" ucap Mada sambil berjalan mendekati meja kerja Ulfa yang tidak jauh dari meja kerja Mada.
"Hm?" sahut Ulfa yang fokus mengerjakan pekerjaannya.
"Gue mau nanya. Apa yang bikin anggota gue tiba-tiba berubah? Apa lo ngelakuin sesuatu selama gue izin sakit? Kalo iya, boleh kasih tahu gue gimana cara mengkondisikan mereka?" ucap Mada sambil tersenyum kikuk ke Ulfa yang sekarang berhenti mengetik lalu ia menolehkan kepalanya ke Mada.
"Cukup jadi tegas aja. Cukup tunjukin kalo lo itu leader di proyek itu. Mereka harus tahu kalau apa yang mereka kerjakan itu adalah proyek besar sebuah perusahaan, bukan proyek zaman sekolah. Mereka harus berhenti bersikap kekanak-kanakan dan mengerti tanggung jawab mereka di proyek ini" jelas Ulfa ke Mada yang terdiam setelah mendengarkan penjelasan gadis itu.
Ulfa menepuk pelan lengan Mada lalu tersenyum ke pemuda itu.
"Gue tahu ini pertama kalinya buat lo. Tapi, lo juga harus tahu kalo lo itu mampu megang proyek ini. Lo pasti bisa bikin proyek ini sukses. Good luck, Mada."
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)