Tujuh anak bujang itu sudah kembali ke apartemen Nanda setelah Nanda memberitahu mereka di grup kalau Nanda sudah kembali ke apartemen bersama Renjana. Saat ini, mereka sedang berkumpul di ruang TV sambil menyantap cemilan yang dibelikan oleh Mada tadi setelah dia pulang bekerja.
"Padahal semalam badan lo panas banget loh Ren, sekarang udah sehat aja lo. Bisa nggak lo kasih kemampuan sembuh lo ini ke gue?" ucap Hadi sambil menatap takjub ke Renjana yang sedang membuka tutup cup es krim.
Hadi kalau sudah demam dia bisa tepar di tempat tidur sampai berhari-hari. Kepalanya sakit bukan main dan dia tidak bisa berjalan-jalan dengan santainya seperti Renjana kalau dia sudah demam. Makanya, Hadi terheran-heran dengan Renjana yang jarang sakit tetapi sekali sakit dia malah cepat sehat. Kemampuan yang sangat langka kalau kata Janu.
"Mending lo kasih kemampuan lo itu ke Bang Mada sih Ren, hampir tiap hari bau badan Bang Mada kayak bau minyak angin. Kadang gue juga nyium bau koyo" celetuk Janu dan dia mengaduh karena Mada memukulnya dengan sangat keras di lengan berototnya.
"Bang Mada bisa satu bungkus pake koyo, Ren. Bener sih kata Janu, mending lo kasih kemampuan lo itu ke Bang Mada. Kasihan gue denger Bang Mada ngeluh sakit di bagian sendi" ucap Nanda yang tertawa puas ketika melihat Mada mendelik ke arahnya.
"Gue nggak kayak gitu, ya!" seru Mada yang kesal dengan para adiknya ini. Mereka memang suka mengejek Mada seperti itu semenjak mereka melihat Mada memakai koyo di kedua pelipisnya ketika demam.
"Memangnya kenapa kalo gue pake koyo, ha?!" kesal Mada lagi dan malah membuat Janu serta Nanda semakin tertawa. Mereka berdua malah high five karena merasa berhasil membuat Mada kesal.
"Duh, anak muda kayak gue nggak ngerti pembahasan manusia jompo ini" ucap Cakra membuat Nanda, Janu, Hadi, dan Mada serentak menatap sinis ke anak itu.
"Heh, lo juga nggak selamanya muda, ya!" seru Hadi yang disetujui oleh Nanda, Janu, dan Mada.
Renjana dan Jiro hanya menonton perdebatan teman-temannya sambil memakan es krim berdua. Renjana sampai takjub pada Cakra yang bisa melawan empat orang sekaligus di perdebatan kali ini.
"Heh! Udahan makan es krimnya! Lo itu baru sembuh!" kesal Hadi sambil merebut cup es krim itu dari pangkuan Renjana.
"Es krimnya enak" ucap Renjana yang setelahnya menjilat es krim yang menempel di sendoknya.
"Sejak kapan es krim nggak enak?" gerutu Nanda.
"Anak bayi kalo dikasih es krim juga doyan Ren saking enaknya" celetuk Janu yang meraih es krim itu dari Hadi lalu memakannya.
Jiro menatap satu per satu para abangnya ini. Dia ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi terus karena para abangnya ini tidak berhenti berbicara. Kalau salah satu ada yang berhenti pasti nanti ada satu lagi yang menyahut.
Seperti sekarang ini, Mada sudah berhenti berbicara tetapi setelahnya Cakra menyahut dan dibarengi oleh Hadi yang mulai membuka percakapan lain.
"Emmm, kak?" Jiro pun mencolek lengan Renjana yang sedang berusaha membuka toples berisi cookies cokelat.
"Ya?" ucap Renjana yang masih belum bisa membuka toples itu.
"Janu, tolong bukain" ucap Renjana ke Janu ketika Jiro sudah membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu.
"Cih, buka toples aja nggak bisa" ucap Janu yang malah tidak bisa membuka toples itu.
"Tangan gue licin Ren, lo suruh Nanda aja yang bukain" ucap Janu yang menyerahkan toples itu ke Renjana yang memicingkan matanya ke Janu.
"Siapa tadi yang bilang buka toples aja nggak bisa?" gerutu Renjana yang setelahnya memberikan toples itu ke Jiro karena tempat duduk Nanda jauh darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfikce*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)