Di antara banyak hal yang para anak bujang ini takuti, salah satu yang paling mereka takuti adalah terlalu tenang. Akibat terlalu sering diterpa badai, para anak bujang ini malah semakin was-was jika hidup mereka terlalu tenang seperti ini.
Setelah hari-hari berlalu, kaki Mada sudah tidak bengkak lagi dan dia pun mulai beraktifitas seperti biasa, meskipun begitu, Mada masih menyimpan tongkat nya karena Mada masih menantikan hari di mana dia bisa memukul kepala Ilham karena sudah melindas kaki nya.
Mada sudah meminta tolong pada Renjana untuk menyimpan tongkat itu di tempat yang aman dan pastinya tidak disalah gunakan oleh adik-adik ajaib nya Mada. Pemuda itu hanya tidak ingin tongkat yang ia jaga untuk menggetok kepala Ilham justru dipakai untuk hal-hal tidak penting dan akan membuat kualitas nya berkurang.
Sedangkan Hadi, pundak anak itu juga sudah tidak bengkak lagi. Dia juga bisa menggerakkan pundak nya meskipun dia masih merasa sakit ketika menggerakkan pundaknya, setidaknya, dia bisa memukul Janu kalau Janu berbuat ulah.
Yang paling penting, Hadi tidak perlu mengikuti ujian susulan karena pundaknya yang sudah semakin sehat.
"Bang, lu nyamar jadi gue, ya bang? Gue males banget belajar buat ujian, bang" ucap Cakra yang berada di dalam kamar Nanda dan Renjana.
Karena sebentar lagi ujian semester akan tiba, Cakra, Jiro, dan Hadi mulai belajar supaya mereka tidak mengulang mata kuliah di semester depan. Hanya saja, Cakra tidak bersemangat belajar. Anak itu baru saja melirik buku nya sudah mual-mual. Hal itu membuat Cakra datang ke kamar Renjana dan memutuskan untuk bernegosiasi dengan abang nya itu.
"Kamu udah gila, ya Cak?" ucap Renjana yang tidak habis pikir dengan cara berpikir Cakra.
Renjana yang sedang mengerjakan laporan di kamar itu menatap Cakra dengan alis saling bertaut.
Bagaimana caranya dia menyamar menjadi Cakra? Dari postur tubuh saja sudah berbeda, pasti teman-teman Cakra atau pun dosen yang mengetahui Cakra langsung tahu kalau Renjana yang menyamar bukanlah Cakra.
"Gue males belajar, baaaang. Gue juga nggak mau ujiaan" rengek Cakra.
Anak itu sampai bergelayut manja di lengan Renjana karena dia benar-benar anti belajar kali ini.
"Ya udah, nggak usah ujian. Tapi, resikonya, kamu bakalan ngulang kelas. Temen-temen kamu udah mau lulus, kamu nantinya malah sibuk ngulang kelas, mau kayak gitu?"
"Nggaaaak" Cakra semakin merengek.
"Bisa nggak, sih ujiannya diganti sama ujian hidup aja? Kan, ujian di hidup kita berat banget, bang. Ujian hidup kita pantas dikasih nilai A" celetuk Cakra membuat Renjana terheran-heran dengan adik nya ini.
"Jangan aneh-aneh kamu, Cak. Belajar sana! Kamu nggak lihat Jiro belajar? Nanti Jiro lulus duluan, loh" ucap Renjana sambil menunjuk Jiro yang sedang membaca buku catatan nya.
"Ck, Jiro itu nggak belajar, bang. Dia itu baca komik di balik buku catatannya" ucap Cakra.
"Udah, kamu jangan jadi kompor, bawa buku kamu ke sini, belajar. Kalo ada yang nggak kamu tahu, nanti abang ajarin" ucap Renjana.
Sambil bersungut-sungut, Cakra keluar dari kamar Renjana dan Nanda. Dia pun mendelik ke Jiro yang tersenyum-senyum sendiri ke arah buku catatannya.
Renjana tidak tahu saja kalau Jiro aslinya sedang membaca komik di balik buku catatannya.
***
"Huft, sepi banget hidup gue. Nggak ada anak kicik yang bisa gue kerjain" keluh Janu karena sejak beberapa hari yang lalu Renjana resmi bekerja dari rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)