Chapter 103

1.1K 159 15
                                        

"Nanda."

"Hm?"

"Aku mau ketemu sama Jamal."

Nanda tertegun setelah dia mendengar ucapan Renjana yang tidak terduga itu. Dia baru saja pulang dari kantor ayahnya dan hal pertama yang ia dengar adalah Renjana yang ingin bertemu dengan Jamal?

Ada apa dengan saudaranya ini?

Nanda yang sedang duduk di samping Renjana pun menoleh ke anak itu. Raut wajah Renjana terlihat tenang dan malah anak itu tertawa ketika melihat adegan lucu di film yang mereka tonton.

"Lo mau ketemu siapa?" tanya Nanda untuk memastikan kalau tadi dia tidak salah dengar.

Renjana menoleh ke Nanda sambil menatap malas saudaranya itu.

"Jamal."

"Lu udah gila, ya?" ucap Nanda yang tidak habis pikir dengan Renjana.

Kenapa tiba-tiba Renjana ingin bertemu dengan Jamal? Memangnya apa yang ingin mereka bicarakan sehingga Renjana mau bertemu dengan penjahat seperti itu? Sepenting apa sampai-sampai Renjana yang sejak awal tidak pernah membahas ingin melihat Jamal, tiba-tiba saja ingin bertemu dengan Jamal?

"Nggak, Nan. Aku ini masih waras. Dan aku serius sama ucapan aku tadi. Aku mau ketemu Jamal" ucap Renjana yang sudah menghadapkan tubuhnya ke Nanda.

"Lo mau ngapain, tuyul? Jangan aneh-aneh, Ren. Mending lu diem aja di rumah sampai itu semua dajjal K.O" ucap Nanda dan setelahnya dia mengaduh karena pundaknya digigit oleh Renjana.

"Elu kenapa, sih?!" gerutu Nanda sambil mengusap pundaknya yang digigit oleh Renjana.

"Kamu itu yang kenapa! Kan, nanti aku ditemenin sama kamu, Nan" ucap Renjana yang masih keras kepala ingin menemui Jamal.

"Mau ditemenin sama gue pun, lebih baik lo nggak usah nemuin itu titisan dajjal. Semua omongan yang keluar dari mulut dia cuma bikin lo stress. Mulutnya itu berbisa, Ren. Orang sensitif kayak lo, memang bagusnya nggak usah dengerin atau nemuin dia" jelas Nanda berusaha meminta pengertian pada Renjana.

Nanda hanya tidak mau membuat saudara nya itu kepikiran dengan semua omong kosong nya Jamal. Dia sudah beberapa kali menjadi korban omong kosong Jamal sehingga dia tidak mau Renjana merasakan hal serupa.

Hal itu juga berlaku pada teman-temannya.

Sebelumnya Hadi dan Janu juga ingin menemui Jamal karena mereka sangat geram dengan pria itu. Tetapi, Nanda menahan mereka dan meminta mereka berdua untuk tidak perlu menemui Jamal karena hanya membuang tenaga mereka saja.

"Kamu nggak asyik.." gumam Renjana membuat Nanda melotot tidak percaya akan apa yang ia dengar.

"Lu bilang gue nggak asyik?" ucap Nanda ke Renjana yang hanya mengedikkan bahunya tidak peduli dengan pandangan matanya masih ia fokuskan ke televisi.

Nanda terperangah melihat tingkah Renjana yang satu ini. Dia sampai memegang kedua bahu Renjana lalu memutar tubuh saudaranya itu sehingga mereka saling berhadapan.

"Siapa yang ngajarin lo? Hadi? Janu? Dari mana lo belajar attitude kayak begitu ke gue, hah?!" ucap Nanda yang dengan heboh mengguncang bahu Renjana membuat anak itu pusing karena Nanda mengguncang bahunya cukup kuat.

"Lepasin, Nan! Kamu ini kenapa, sih?!" seru Renjana yang melepas kedua tangan Nanda dari bahunya.

Pintu unit apartemen terbuka, menampakkan sosok Hadi dan Janu yang sepertinya baru saja pulang dari tempat kerja mereka.

Melihat kehadiran dua orang itu, Nanda langsung menghampiri mereka berdua dengan langkah memburu, sebuah tingkah absurd dari Nanda yang membuat Hadi dan Janu saling berpandangan karena heran melihat tingkah Nanda.

[FF NCT DREAM] KARSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang