Renjana hanya bisa menatap malas Janu yang sejak tadi tidak berhenti memegang tangannya sambil menatap kagum ke arah tangan itu.
Semua ini berawal karena Nanda yang memberitahu sepak terjang Renjana ketika mereka berdua pergi ke kantor nya Darma dan ada Nirmala yang mengamuk di sana.
Dengan berapi-api dan penuh bangga, Nanda menceritakan bagaimana Renjana menampar pipi Nirmala. Bahkan Nanda mengulangi kembali semua kalimat yang Renjana katakan kepada Nirmala. Pemuda itu mengingat semua kalimat menusuk yang Renjana katakan kepada Nirmala tanpa ada yang dikurangi atau pun ditambahi, membuat Renjana merinding dengan daya ingat Nanda.
Tetapi, kalau Nanda ingatannya setajam itu. Kenapa Nanda selalu kehilangan ponselnya?
"Tangan ini adalah tangan yang menampar si nenek lampir" ucap Janu yang berdecak kagum.
"Jangan berlebihan, Nu. Lagian, kalian aneh banget. Seharusnya kalian itu marah ke aku karena nampar orang tua. Bukannya malah bangga" ucap Renjana yang tidak habis pikir dengan teman-temannya ini.
"Renja, buat apa kita marah? Ini tuh perlu diapresiasi karena ini termasuk pencapaian terbaik lo sebagai manusia berhati baik nyerempet bego" ucap Hadi sambil bertepuk tangan dengan nada sarkas khas nya.
"Betapa sadis caramu~" dendang Cakra.
Anak itu sampai tidak bisa berkata-kata dengan kalimat menyakitkan dari Hadi.
"Priiit, offside kawan!" seru Janu.
"Maaaaf, aku sekarang berusaha jadi sosok yang tegas dan peka sama keadaan di sekitar aku. Aku juga capek diginiin terus sama orang-orang" ucap Renjana setelah dia mendengar sindiran dari Hadi.
Renjana tidak tersinggung. Renjana tahu kalau Hadi berkata seperti itu untuk menyadarinya kalau dia harus tegas kepada orang-orang yang selalu berbuat semena-mena padanya. Renjana juga tahu kalau Hadi hanya ingin Renjana lebih waspada jika tidak mau terjerumus ke dalam masalah yang tidak dia inginkan.
"Tapi, yang namanya karakter itu memang susah diubah, sih Ren. Kita cuma bisa membentuk karakter kita aja supaya sesuai sama porsinya" ucap Mada yang merasa tingkah Renjana yang satu ini memang karakternya.
"Gue setuju sama Bang Mada. Kalian sadar nggak, sih kalo lama-kelamaan karakter kita tuh mulai terbentuk dengan sendirinya? Dan sifat kita itu, tuh mulai berbaur gitu. Kadang sifat Hadi bisa kayak sifat Janu. Kadang sifat Cakra bisa kayak sifat gue. Kayak nular gitu" ucap Nanda yang selama ini menyadari kalau mereka bertujuh mulai mengalami perubahan sifat secara perlahan.
"Tapi, yang berubah banget sifatnya Kak Mada, sih" celetuk Jiro membuat Mada mengerjapkan matanya sambil menunjuk dirinya sendiri.
Hadi bertepuk tangan heboh lalu dia menunjuk Mada sebagai tanda dia menyetujui celetukan Jiro tadi.
"Asli, bang. Sifat lo berubah banget! Gue inget banget lo malu kerja di restoran sebagai pelayan. Gaya lu sok banget waktu itu" ucap Hadi.
"Dia juga pernah iri kan waktu tahu lo ngelamar kerja di tempat kerjanya Renja? Berapa kali juga Bang Mada ngatain Renja pake orang dalam. Walaupun kenyataannya iya, sih. Om Arka, kan temen emak bapak lu Ren" ucap Janu membuat Renjana meringis dan menyetujui ucapan Janu itu.
Renjana sampai berpikir dia sangat hebat karena belum wisuda, ijazahnya belum keluar tetapi dia sudah direkrut perusahaan untuk bekerja. Plot twist nya, si pemilik perusahaan adalah teman dekat orang tua nya.
"Cuma Cakra yang nggak berubah kayaknya" ucap Nanda yang sudah lama berteman dengan Cakra.
"Memangnya lu berharap gue berubah kayak apa, bang?" gerutu Cakra sambil menatap malas ke Nanda.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfic*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)