Hal pertama yang Mada lakukan setibanya dia di apartemen milik Nanda adalah duduk di kursi pijatnya. Dia langsung duduk di sana setelah meletakkan tasnya di dekat pintu.
Sekarang, Mada mengeluh keenakan karena seluruh badan jomponya mendapatkan sentuhan dari kursi pijat tersebut sehingga dia merasakan tubuhnya mulai rileks karena sebelumnya Mada merasa tegang, hal tersebut dikarenakan seseorang yang melempar batu ke rumah mereka.
"Tas siapa, sih ini? Ngalangin jalan aja!" kesal Hadi yang menendang tas milik Mada tersebut dari dekat pintu.
"Tas gue itu woy!" seru Mada, dia mendelik kesal ke Hadi yang malah menggerutu dari pada mengambil tas itu dan menaruhnya di dalam kamar.
"Jiro, tolong ambilin tas abang, Ji" ucap Mada dengan suara lembutnya ke Jiro yang mau-mau saja mengambil tas milik Mada untuk ia taruh di dalam kamar.
"Buang aja tas Bang Mada, Ji!" sahut Hadi dari arah ruang tamu.
"Emangnya Jiro itu elo?! Mana tega dia buang tas abangnya dia?!" seru Mada dengan sewot, lalu setelahnya dia tersenyum manis ke Jiro.
"Iya, kan Jiro? Tolong taruh di dalam kamar, ya?"
"Iya, kak" ucap Jiro yang tentu saja selalu menurut apa kata abang-abangnya.
Selain karena segan, Jiro juga tidak mau disemprot oleh abang-abangnya itu kalau misalnya Jiro menolak.
Jiro hanya lelah menghadapi drama mereka jika sekali saja Jiro menolak permintaan tolong mereka.
Contohnya saja ada di Cakra.
Cakra mungkin satu-satunya anak bontot yang suka menolak kalau disuruh-suruh oleh para abangnya.
Dan setiap Cakra menolak, pasti para abangnya akan berkata,
"Cakra nggak sayang lagi sama abang?"
Dan mereka akan mengatakannya sambil mengeluarkan air mata buaya.
Jangan ditanya siapa yang paling sering berubah menjadi dramaqueen kalau di antara Cakra dan Jiro ada yang menolak permintaan tolong dari para abangnya.
Iya, benar, hanya ada tiga abangnya yang suka mendramatisir suasana jika saja si anak itik menolak permintaan mereka.
Sebut saja namanya, Janu, Hadi, dan Nanda.
"Ren, sini! Ngapain lu tidur di kamar itu? Mending lo tidur di sini sama gue. Di sana ada Janu, dia suka ngorok, dan Hadi suka ngigau" ucap Nanda yang tidak sengaja melihat Renjana masuk ke kamar yang posisinya berada di samping kamarnya Jiro dan Mada.
"Fitnah aja lu!" sahut Hadi.
Hadi sangat yakin seratus persen kalau dia tidak pernah mengigau. Pemuda itu tidak henti menggerutu dan juga tidak lupa menyumpah serapahi Nanda yang malah tertawa karena melihat wajah cemberut Hadi.
"Ren, Nanda itu pengen bobok sama dedek tercayangnyaa, tapi dia gengsi ngomong secara langsung, makanya dia memfitnah gue sama Hadi" sahut Janu, anak itu sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton acara di TV, mulutnya begitu aktif mengunyah keripik yang ia dapatkan di dalam lemari.
Renjana menatap Nanda meminta penjelasan.
"Kamu mau tidur sama aku? Kalau iya, aku pindah ke sana" ucap Renjana.
"Hmmm, kok kalimat lu agak ambigu ya, Ren? Bisa nggak, lo cari kalimat lain yang nggak menjerumus ke sana?" ucap Mada yang malah menangkap maksud lain dari ucapan Renjana.
Renjana mengernyitkan alisnya, "Memangnya apa yang salah sama kalimat aku?"
"Nggak ada, Ren. Itu cuma Bang Mada aja yang isi kepalanya agak lain" celetuk Hadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)