Renjana hanya bisa menatap Darma yang masih teguh dengan pendiriannya untuk tidak mengizinkan Renjana kuliah keluar negeri. Kalau dari yang Darma katakan, dia hanya tidak mau Renjana bertemu dengan orang jahat. Darma hnya tidak ingin anak-anaknya jauh dari jangkauannya apalagi disaat mereka ada masalah. Selain itu, Darma berkali-kali hampir kehilangan Renjana. Jadi, Darma tidak ingin merasakan hal seperti itu lagi. Darma hanya ingin melindungi anak-anaknya.
"Pa, papa beneran nggak mau ngizinin?" tanya Renjana dengan suara pelan dan terdengar sedih.
"Maaf, ya Renja? Papa beneran nggak masalah kamu lanjut kuliah. Asalkan, kamu lanjut kuliahnya di dekat sini aja. Nggak usah jauh-jauh" ucap Darma.
Bahkan, Darma pernah tidak mengizinkan Nanda bersekolah di Kalimantan setelah Nanda mengatakan dia ingin bersekolah di sana. Darma tahu bahwa Nanda dan Renjana sudah dewasa. Mereka berdua akan menjalani hidup masing-masing suatu hari nanti. Hanya saja, Darma memang tidak bisa tenang jika anaknya jauh darinya. Darma saja selalu meminta pengawal mengawasi Nanda ketika Nanda minggat dari rumah tepat setelah Darma menikah dengan Natasha.
"Kenapa, pa? Sekolah diluar negeri itu salah satu impian aku, pa" ucap Renjana ke Darma yang menghela nafas lelah.
Di sisi lain, Darma juga kasihan dengan Renjana yang sepertinya sangat ingin bersekolah di Jepang. Darma merasa jahat karena dia terkesan mengubur impian anaknya. Tetapi, Darma melakukan ini karena dia khawatir dengan kehidupan putranya. Jauh dari keluarga dan sahabat dekat. Berada di negeri orang tanpa mengenal siapa-siapa.
"Pa? Papa beneran nggak mau izinin aku?" tanya Renjana lagi. Cara dia bertanya seolah mengatakan, jika Darma menjawab tidak mau mengizinkan, maka Renjana tidak akan bertanya lagi dan memilih untuk mengubur keinginannya berkuliah di Jepang.
Darma menghembuskan nafas lelah.
"Kamu coba aja daftar. Kalo lulus, papa izinin."
Pada akhirnya, Darma luluh juga.
***
"Ah, papa lemah bener. Masa, dikasih tatapan sedih aja langsung lunak hati papa? Makanya, pa. Hati itu jangan suka di presto" ucap Nanda setelah dia mendengar cerita Darma mengenai Renjana yang rela datang ke kantor di jam istirahat hanya untuk mendapatkan izin dan restu dari Darma.
Darma menatap anak bujangnya itu dengan mata memicing kesal, "Kamu juga suka kayak gitu, ya!"
Darma menghela nafas lelah, "Habisnya, cara Renja membujuk papa mengingatkan papa dengan Senja. Sangat gigih. Papa sampai capek karena Renja tidak berhenti menanyakan pertanyaan yang sama" ucap Darma yang sampai sekarang, terus saja terngiang-ngiang dengan pertanyaan Renjana.
"Pa? Papa beneran nggak kasih izin?"
"Renja lama-lama mirip sama kamu, Nan. Kamu jangan ajarin yang aneh-aneh ke Renja, dong" ucap Darma membuat Nanda berdecih.
"Papa nggak tahu aja yang paling banyak mempengaruhi Renja itu Janu" ucap Nanda sambil mendelik sinis ke Darma.
"Lagian, pa, Renja beneran pengen banget kuliah di sana. Dukung aja kenapa?" decak Nanda.
"Haah, kalo kamu udah jadi orang tua, kamu bakalan ngerti gimana rasanya, Nan" ucap Darma pada akhirnya sambil menatap prihatin ke Nanda.
"Ya, udah. Kalo gitu, aku menikah sama Hana tahun depan. Biar aku tahu gimana rasanya jadi orang tua" ucap Nanda sambil menganggukkan kepalanya dengan yakin.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)