Renjana benar-benar merasa mengasuh anak bayi.
Sejak sore tadi Janu, Hadi, dan Nanda tidak henti mengeluh ke Renjana. Bahkan, Jiro dan Cakra tidak serewel tiga temannya itu. Ingin marah tetapi dia mana tega memarahi temannya yang sedang sakit.
Maka dari itu, Renjana mengalihkan target amarahnya ke Mada.
"Abang, sih!"
Mada hampir saja tersedak kopi hitam yang ia minum karena mendengar seruan Renjana bersamaan dengan suara nampan dibanting di atas meja. Mada baru saja selesai membuat kopi hitam di dapur untuk persiapan begadang. Pemuda itu berencana akan mengerjakan proyek yang ia pimpin bersama beberapa anggota timnya malam ini. Mada sebenarnya sudah berharap kalau dia tidak akan sampai begadang mengerjakan proyek ini.
"Ada apa sama gue, Ren?" tanya Mada yang sedang mengelap mulutnya dari kopi hitam karena tidak sengaja terciprat ketika dia meminum kopi tadi.
Renjana memicingkan matanya ke Mada dengan kesal.
"Kenapa abang sakit? Jadinya, mereka semua ketularan abang dan jadi tiga kali lipat lebih nyebelin dari sebelumnya!" gerutu Renjana.
Dia tidak tahu saja kalau gerutuannya itu didengar oleh teman-temannya yang tepar di ruang TV karena kompak terkena demam.
"Lebih baik aku ngurus anak bayi beneran dari pada anak bayi jadi-jadian! Masa mau pipis minta ditemenin juga sama aku? Malah minta dicebokin!" seru Renjana yang sudah mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Ya, maap Ren. Habis, gue, kan lagi lemes banget ini. Tuh, lo denger, kan? Suara gue yang lemah tak berdaya?" sahut Janu yang tahu sekali kalau Renjana sedang membicarakannya.
"Makanya lo tolak, Ren. Bukan malah lu bantuin. Baik nya kebangetan lo. Udah jelas Janu cuma ngusilin lo itu" ucap Mada dan dia kembali terkejut karena Renjana kembali membanting nampan ke atas meja.
"Seharusnya abang bantuin aku! Kenapa abang malah duduk santai aja?! Malah abang bikin kopi buat abang sendiri! Kenapa aku nggak dibuatin juga?!" ucap Renjana sambil menatap Mada dengan kesal.
"Lo, kan nggak bisa minum kopi, Ren."
"Buatin teh, kan bisa! Inisiatif, kek!"
"Mereka kenapa malah kayak pasutri lagi berantem?" celetuk Hadi yang sedang mengeluarkan ingusnya menggunakan tisu. Di kening anak itu sudah ada plester penurun panas karena demam yang tiba-tiba menyerang.
"Bang Renja ngomel mulu dari tadi. Curiga lagi tukeran nyawa sama Bang Hadi" celetuk Cakra dengan suara lemahnya. Malah anak itu masih bisa tertawa meskipun suara tawanya terdengar menyedihkan.
"Renja makin galak karena ajaran Hadi" ucap Nanda yang sampai tidak sanggup membuka matanya karena kepalanya terlalu pusing.
"Gue benci sakit! Cowok keren kayak gue nggak seharusnya sakit!" seru Nanda yang setelahnya dia mengeluh karena dentuman menyakitkan di kepalanya.
"Sejak kapan lo keren?" gerutu Hadi.
"Kaaaak, jangan debat duluu, kepala aku makin pusiing" keluh Jiro karena para abangnya ini malah berdebat disaat dia berusaha meredakan rasa sakit di kepalanya.
Sedangkan di dapur, Mada sedang membuatkan teh hangat untuk Renjana. Dan Renjana sendiri sedang mencuci piring sambil menunggu bubur buatannya masak. Teman-temannya harus makan sebelum meminum obat. Renjana langsung sakit kepala karena membayangkan Janu pasti akan mulai menciptakan drama setiap dia ingin meminum obat.
"Hah, kenapa juga mereka sakit nya barengan?" gerutu Renjana.
Selesai mencuci piring, dia pun memeriksa bubur buatannya. Melihat buburnya sudah masak, dia pun menoleh ke Mada untuk meminta bantuannya membawakan bubur itu ke ruang TV.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)