Ternyata Nanda tidak bergurau.
Anak kedua dari Elias yang memperkenalkan dirinya sebagai Meiza itu ternyata tidak segila Elias.
Kehadiran Meiza tadi pagi disambut oleh Jiro yang disuruh oleh Hadi untuk membukakan pintu. Dan yang Jiro dapatkan adalah senyuman hangat dari Meiza serta sebuah sapaan hangat dari pria itu.
"Bagus juga apartemen Nanda" ucap Meiza yang sudah duduk di sofa lalu dia tersenyum ke arah Hadi, Mada, Cakra, dan Jiro.
"Kalian semua sudah makan?" tanya Meiza.
"Sudah, bang" jawab Cakra.
"Abang kalo laper atau haus pengen minum, tinggal ke dapur aja, ya bang? Di sana ada cemilan sama buah" ucap Mada pada Meiza yang menganggukkan kepalanya mengerti.
"Ayah El udah bilang ke abang kondisi kalian berdua. Satu cidera di pundak dan satu cidera di kaki. Jadi, sejauh ini, gimana kondisi pundak sama kaki kalian?" tanya Meiza yang memang disuruh oleh Elias untuk mencaritahu kondisi pundak nya Hadi dan kaki nya Mada.
"Masih agak sakit kalo digerakin, bang. Tapi, bengkak nya nggak separah kemaren, sih" jelas Hadi yang sedang berusaha menggerakkan pundaknya.
Hadi pun meringis, "Nah, kan masih sakit."
Meiza menganggukkan kepalanya mengerti, dia pun menoleh ke Mada.
"Udah nggak terlalu sakit kaki gue, bang" jelas Mada.
"Terus, kalian berdua?" tanya Meiza ke Cakra dan Jiro.
"Kita berdua nggak sakit, kak" jawab Jiro.
Empat bujang itu menatap kagum ke Meiza. Baru kali ini mereka bertemu dengan Keluarga Graciano yang gaya bicaranya santai, lembut, dan tidak mengandung unsur kesombongan. Biasanya, mereka akan darah tinggi setiap mendengar Keluarga Graciano berbicara. Tetapi, hal itu tidak berlaku ketika mereka mendengar Meiza berbicara.
Ternyata Nanda tidak berbohong mengenai anak-anaknya Elias tidak segila Elias.
"Kata Nanda ada tiga orang yang sakit. Satu lagi mana?" tanya Meiza sambil celingak-celinguk mencari seseorang.
"Renja di dalam kamar, bang. Dia memang kita suruh bedrest aja di dalam untuk hari ini" jawab Hadi.
Meiza pun berdiri lalu berjalan menuju kamar yang pintunya terbuka. Dia melihat Renjana bergelung di dalam selimut dengan kedua mata terpejam.
"Ini yang namanya Renjana?" tanya Meiza.
Meiza tahu kalau Darma menjadikan anak dari teman nya ke dalam bagian Keluarga Graciano. Dia mengetahui hal itu dari Elias yang bercerita kalau Darma punya anak lagi.
Awalnya Meiza pikir, om nya itu menghamili anak orang.
"Iya, bang. Abang tahu, kan kalo Renja itu saudaraan sama Nanda?" ucap Mada dan Meiza menganggukkan kepalanya.
"Ayah yang cerita. Semua Keluarga Graciano udah tahu kalo Om Dadar punya anak lagi. Kakek juga tahu dan dia senang banget waktu denger tentang itu" jelas Meiza.
Empat bujang itu malah salah fokus dengan panggilan Darma dari Meiza. Sepertinya Elias dengan kedua anaknya kompak memanggil Darma dengan sebutan Dadar.
"Tapi, kayaknya cuma kakek nya abang sama ayah nya abang yang seneng sama kehadiran Bang Renja" celetuk Cakra, dia sampai ditegur oleh Hadi dan Mada lewat tatapan mata mereka karena mereka merasa Cakra kurang sopan.
Meiza yang mendengar ucapan Cakra, pun menoleh ke anak itu.
"Nggak juga, rata-rata mereka menerima Renjana, kok. Tapi, memang harus diancam dulu baru mereka mau. Sayangnya hal itu nggak berlaku buat Tanta Nirmala. Dia paling anti sama orang asing di Keluarga Graciano. Orang asing yang cuma dia terima itu almarhumah Tante Nandina."
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)