"Tumben belum ada yang bangun?"
Darma yang pagi ini datang ke apartemen nya Nanda itu terheran-heran melihat para anak bujang itu tidur di ruang TV. Meja serta sofa di ruangan itu mereka geser, terlihat karpet berbulu terbentang di ruang TV dengan ditiduri oleh para anak bujang yang masih terlelap.
Biasanya, ketika Darma datang ke apartemen nya Nanda, akan ada Renjana yang mondar-mandir di dapur bersama dengan Mada. Lalu, satu per satu para anak bujang akan terbangun dan mulai melakukan aktifitas mereka di pagi hari. Tetapi, yang terjadi, Darma melihat Renjana masih terlelap dan diapit oleh dua manusia berbadan besar (sebut saja namanya Janu dan Nanda).
"Padahal tujuan datang ke sini biar bisa sarapan gratis, tapi yang biasa bikin sarapan malah masih molor" bisik Darma yang dengan pelan dia mencari posisi yang bagus untuk mengambil gambar dari tujuh anak bujang yang tiduran di ruang TV ini.
"Semalam mereka pada ngapain, dah?" gumam Darma yang jadi penasaran kenapa para tujuh anak bujang ini malah tertidur di ruang TV dan belum juga terbangun.
"Mereka nggak nonton bokep berjamaah, kan?" gumam Darma lagi.
Dia langsung menepis pikiran absurd nya itu. Lagian, tidak mungkin juga mereka menonton video tidak senonoh seperti itu. Sepertinya, yang ada mereka akan dibakar oleh Renjana.
Darma harus membangunkan para anak bujang ini karena selain menikmati sarapan gratis, dia juga berniat membawa para anak bujang ini ke suatu tempat.
Pria yang sudah tidak muda lagi itu mengeluarkan ponselnya. Dia mencari video suara sirine di mesin pencarian, setelah menemukannya, Darma pun memutar video dengan volume besar.
Suara sirine yang memekakkan telinga itu mulai bergema di ruangan tersebut membuat para anak bujang itu langsung terbangun dan mulai kalang kabut.
"Gempa! Gempa!" seru Janu yang memeluk bantal dan guling nya lalu berlari heboh menuju pintu.
Darma tertawa terbahak-bahak sambil mematikan video suara sirine itu. Dia menunjuk Janu yang nyawanya belum terkumpul seratus persen.
"Om! Bisa, nggak bangunin kita nya dengan cara yang agak manusiawi?!" gerutu Hadi yang hampir saja seperti Janu. Untungnya dia menyadari keberadaan Darma yang sedang memegang ponselnya sambil tersenyum geli.
"Ayah rese banget!" gerutu Nanda sambil menatap Darma yang terkekeh pelan.
"Nu, sini balik! Nggak ada gempa, itu cuma Om Darma yang iseng" ucap Mada yang melihat Janu masih berdiri di dekat pintu dengan wajah mengantuk.
"Kayaknya, cuma Bang Ren yang nggak terganggu sama sekali, om" ucap Cakra dengan suara khas bangun tidurnya sambil menunjuk Renjana yang masih terlelap.
"Coba matiin AC, pasti nanti itu anak kebangun" ucap Nanda yang hendak kembali tidur tetapi langsung ditahan oleh Darma.
"Jangan tidur lagi, mending kalian siap-siap. Kalian mau ikut, nggak?" ucap Darma membuat para anak bujang itu kebingungan.
"Mau ke mana, om?" tanya Jiro yang masih berusaha menghalau rasa kantuknya.
"Makanya, kalian cepetan siap-siap! Janu! Jangan pelanga-pelongo aja kamu, cepetan sana mandi!" seru Darma ke Janu yang dengan langkah malas berjalan menuju kamarnya.
"Ini si Renja nya?" ucap Mada yang sedang melipat selimut para adik-adiknya yang sudah bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Biar om yang bangunin, kalian siap-siap aja dulu."
***
Kalau kata Darma, dia akan membawa para anak bujang itu jalan-jalan karena weekend. Sesekali dia ingin para anak bujang itu refreshing dan merilekskan pikiran mereka karena selama ini hidup mereka selalu dilingkari oleh masalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)