"Jadi, kalian langsung ke Jogja? Naik pesawat?" tanya ibu yang sedang melipat pakaiannya Cakra dan memasukkannya ke dalam koper.
"Iya, bu. Nanti, kita titip mobilnya Nanda di rumah teman SMP nya dulu" jawab Mada.
Mereka saat ini sedang melakukan packing karena besok mereka harus pergi ke Jogja. Pagi-pagi sekali mereka harus bangun supaya tidak ketinggalan pesawat. Selain itu, jarak dari kampung halamannya Mada ke bandara memerlukan waktu yang cukup lama. Itu lah kenapa mereka harus bangun pagi-pagi buta besok.
"Oh? Nggak jadi dititip di sini?" tanya Hadi yang sedang membantu Jiro menyusun barangnya ke dalam koper.
"Kendaraan umum dari sini ke bandara itu jarang ada, Di. Makanya, kita pake mobil Nanda dan mobilnya dititip ke temannya aja" jelas Mada.
Mereka hanya tiga hari di kampung halamannya Mada. Besok, mereka harus pergi ke Jogja karena ada beberapa tempat wisata yang ingin mereka kunjungi. Meskipun, ibu dan ayah menyuruh mereka menginap sehari lagi di sini, mereka benar-benar tidak bisa karena Mada juga hanya mengambil jatah cutinya seminggu.
***
Keesokan paginya, para bujang itu pun berangkat ke Jogja setelah melakukan adegan perpisahan secara dramatis antara Cakra dengan orang tuanya Mada. Mereka berenam sudah terbiasa melihat adegan mengharu biru antara Cakra dan orang tuanya Mada itu.
Perjalanan menuju Jogja pun dimulai. Mereka antusias karena ini perjalanan keluar kota bersama-sama untuk pertama kalinya. Meskipun mereka harus merelakan Bali sebagai tempat wisata berikutnya. Tetapi, mereka tetap senang karena liburan yang mereka nantikan benar-benar terjadi.
Selama di perjalanan, yang lain terlelap karena mereka harus bangun pagi untuk bersiap. Janu hanya bisa menatap iri teman-temannya yang tertidur nyenyak lewat kaca spion. Tetapi, tentu saja Janu akan melampiaskan rasa kantuknya di pesawat.
Setibanya mereka di bandara, tujuh bujang itu pun mulai turun dari mobil. Di sana sudah ada temannya Nanda yang juga ikut membantu Mada dan Janu menurunkan tas dan koper mereka. Setelahnya, mereka pun masuk ke dalam bandara sambil menenteng tas serta koper masing-masing.
"Nggak ada barang yang tinggal, kan?" tanya Renjana.
Mereka semua langsung menoleh ke Jiro dan Cakra yang hobi meninggalkan barang di situasi genting seperti ini.
"Nggak ada, kak" jawab Jiro yang yakin seratus persen dia tidak meninggalkan apa pun di mobil.
"Gue juga, bang" ucap Cakra.
"Seriusan nggak ada? Mobil udah dibawa sama temen gue ini. Kita nggak mungkin nyuruh dia balik" ucap Nanda sambil memicingkan matanya ke Cakra dan Jiro.
"Seriuuus" ucap Cakra.
Hadi melirik Mada yang diam saja berdiri di samping Renjana. Anak itu mulai curiga karena melihat Mada mengetukkan kakinya ke lantai dan terlihat gelisah. Dia pun mencolek Renjana yang menoleh ke Hadi karena temannya itu mencolek lengannya. Dia melihat Hadi menunjuk Mada dengan dagunya membuat Renjana menoleh ke Mada lalu memicingkan matanya karena merasa aneh dengan kelakuan Mada.
"Kamu kenapa, bang?" tanya Renjana membuat mereka semua menatap Mada.
"Jangan-jangan ada barang lo yang tinggal di mobil, bang?" tuding Janu sambil ikut memicingkan matanya dengan curiga.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)