Nanda tidak tahu apa yang diobrolkan oleh Darma dan Renjana. Tiba-tiba saja ayahnya itu keluar dari kamar dengan raut wajah begitu datar. Dia bahkan hanya pamit seadanya lalu pergi begitu saja keluar dari unit apartemennya Nanda.
Tidak hanya Nanda yang merasa kalau Darma aneh. Yang lain pun juga merasa kalau tingkah Darma begitu aneh. Jadi, Mada menyuruh Janu untuk masuk ke dalam kamar dan bertanya kepada Renjana. Tetapi, pada akhirnya Nanda lah yang disuruh Hadi masuk ke dalam dan menemui Renjana dari pada Janu.
Kalau kata Hadi, yang ada Renjana malah marah-marah karena Janu terkadang suka tidak membaca suasana.
"Lagian, elu kan ada problem sama Renja, sekalian itu lo bahas sama dia dan lurusin kesalahpahaman kalian berdua."
Itulah yang Hadi katakan kepada Nanda sebelum akhirnya Nanda memberanikan dirinya masuk ke dalam kamar. Kamar utama yang sebenarnya dihuni oleh Nanda dan Renjana. Bayangkan kemarin bagaimana suasana dingin di antara mereka di dalam ruangan itu?
Nanda langsung saja masuk ke dalam kamar karena pintu nya tidak ditutup oleh Darma tadi. Nanda melihat Renjana sedang duduk di pinggir tempat tidur, terlihat melamun dan entah sedang memikirkan apa. Posisi Renjana membelakangi Nanda sehingga dia tidak tahu kalau Nanda sudah berjalan mendekatinya.
Nanda melihat memar biru keunguan di pipi Renjana serta luka gores kecil tetapi tetap terlihat jelas dari kejauhan.
"Renja?" panggil Nanda dan Renjana yang mendengar panggilan dari Nanda itu pun tersentak kaget.
Renjana menoleh dan dia terlihat terkejut karena ada Nanda di dalam kamar. Renjana dengan cepat menyingkap selimut lalu naik ke atas tempat tidur, dia berusaha menutupi luka serta memar di pipinya.
"Percuma mau lo sembunyiin, gue udah lihat dan Janu juga udah cerita" ucap Nanda yang sebelumnya menghela nafas lelah setelah melihat tingkah Renjana itu.
"Haish, Janu!" gerutu Renjana. Padahal, dia sudah meminta Janu untuk tidak menceritakan dulu tentang Andi tadi.
"Nggak ada gunanya juga lo sembunyiin, sih, Ren. Ujung-ujung nya kita bakalan, tahu kok."
Renjana menurunkan selimut yang menutupi sebagian wajahnya.
"Maaf.."
Nanda menghembuskan nafasnya dengan kuat setelah mendengar permintaan maaf Renjana. Dia pun berjalan menghampiri Renjana lalu dia duduk di pinggir tempat tidur.
"Aku janji aku nggak bakalan bikin kamu capek lagi, Nan.., aku berusaha kalo ini yang terakhir kalinya.." ucap Renjana ketika dia melihat Nanda duduk di pinggir tempat tidur.
"Aku janji.., ini yang terakhir aku nyusahin kalian.."
Nanda tertegun setelah dia mendengar ucapan Renjana.
"Jangan ngomong kayak gitu.., gue nggak suka dengernya.." ucap Nanda yang entah kenapa dia merasa ada makna tersira dari kata demi kata yang terlontar dari belah bibir Renjana.
"Susahin aja gue terus.., kalo itu lo, gue nggak masalah direpotin, disusahin.., beneran" ucap Nanda yang tangannya langsung dingin setelah dia mendengarkan ucapan Renjana.
"Tapi, waktu itu kamu bilang-"
"Maaf, gue nggak bermaksud ngomong kayak gitu" potong Nanda.
Renjana menatap lekat Nanda, "Nggak pa-pa, Nan. Wajar kalo kamu merasa capek ngadepin aku yang kayak gini. Kalo kamu memang capek, bilang aja ke aku."
"Gue nggak bakalan capek ngadepin tingkah nyebelin lo itu, Ren.."
Renjana yang mendengar hal itu pun tertawa kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)