Beberapa hari setelah para bujang itu menghajar Jamal dan membuat Jamal dirawat di rumah sakit. Para bujang itu menjalani hari-hari mereka seperti biasa. Jiro, Cakra, dan Hadi sibuk dengan ujian semester mereka. Janu, Nanda, dan Mada yang bekerja di kantor. Lalu, Renjana yang masih bekerja di rumah.
Meskipun Darma berkata kalau semuanya akan baik-baik saja, mereka akan kembali hidup dengan damai tanpa ada ancaman dari Jamal. Mereka tetap saja ke mana-mana selalu bersama. Nanda yang selalu mengantar Jiro, Cakra, dan Hadi ke ke kampus, terkadang dia juga menjemput mereka. Janu yang juga pergi dan pulang dari kantor bersama dengan Mada.
Mereka tidak akan tenang sebelum semuanya benar-benar berakhir.
"Kalian kalau mau pindah ke rumah kontrakan kalian juga nggak pa-pa."
Itu yang Darma katakan kemarin ketika mereka sempat makan malam bersama di sebuah restoran bintang lima.
Meskipun begitu, mereka bertujuh sepakat, akan pindah setelah semuanya benar-benar berakhir.
"Om Darma kayak yakin banget. Lo beneran nggak tahu sepak terjang bapak lo, Nan?" tanya Hadi ke Nanda yang baru saja pulang dari kantor ayahnya untuk mempelajari beberapa ilmu bisnis kepada Nanda.
"Gue beneran disuruh duduk manis aja sama bokap gue. Katanya, Nirmala itu urusan orang dewasa, yang penting kita udah kasih ganjaran ke Jamal, itu kata bokap" jelas Nanda yang sebenarnya dia penasaran. Dia ingin tahu rencana sang ayah bersama teman-teman gila nya itu.
Terlebih Elias juga ikut campur membuat Nanda semakin ingin tahu. Tetapi, sayangnya, Nanda tidak bisa menemukan jawaban karena untuk menemui Pak Hasan pun Nanda tidak bisa karena pak tua itu selalu mengekori Darma.
"Tapi, gue denger, Om Darma mau Jamal nyicipin penjara paling menyeramkan di Indonesia. Jangan bilang Nusakambangan?" celetuk Mada. Dia sampai mencaritahu tentang penjara itu di internet.
"Bagus, deh kalo dia dijeblosin ke sana. Ditahan di lapas biasa aja kelakuan dia makin menjadi-jadi" gerutu Janu. Dia hanya malas saja berurusan dengan manusia pendendam seperti Jamal.
Sekali bermasalah dengan orang yang hatinya busuk, tidak akan pernah menemukan titik terang dan tidak ada habisnya.
"Gue cuma berharap si Jamal itu beneran nggak bisa ngapa-ngapain kalo dia beneran dijeblosin ke Nusakambangan" ucap Janu lagi.
"Firasat gue bilang kalo itu semua jelmaan dajjal nggak bisa ngapa-ngapain, sih. Lawan mereka Tante Mira soalnya" ucap Nanda yang sampai mencaritahu seluk beluk tentang keluarga wanita tua dengan gaya nyentriknya itu.
Nanda berpikir kalau Graciano adalah keluarga yang cukup berperanguh. Tetapi, ternyata, keluarga dari Mira jauh di atas Keluarga Graciano. Sekarang, Nanda mengerti kenapa Nirmala berusaha mengendalikan Mira karena sebegitu menakutkannya Mira jika ada yang berani menganggunya dan keluarganya.
"Berarti Tante Nirmala gede juga nyalinya. Atau malah dia terlalu bego karena dibutakan sama dendam?" gumam Nanda yang tidak habis pikir dengan Nirmala karena berani-beraninya dia menyandera ayah dari Mira, mengacaukan saham milik Mira.
"Orang yang hatinya udah busuk pasti nggak bisa berpikir jernih, Nan" sahut Mada karena dia tidak sengaja mendengar gumaman Nanda.
"Di hati mereka cuma ada kata dendam dan dendam. Sekali mereka memenangkan satu pertarungan, mereka merasa kalau mereka adalah pemenang dan pasti bisa melakukan segalanya. Karena satu kemenangan itu, mereka jadi nggak bisa berpikir panjang" jelas Mada.
"Wuih, dari cara Bang Mada berbicara, benar-benar sudah menjelaskan berapa lama beliau ini hidup di dunia ini. Beliau ini sudah sepuh dan mencicipi asam manis nya kehidupan" ucap Janu membuat Mada mendelik kesal ke anak itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)