Hadi tidak menyangka kalau sebentar lagi ujian akhir semester akan dimulai. Dia terlalu terlena dengan masalah yang mereka hadapi selama beberapa hari ini membuat Hadi lupa kalau hari ini adalah hari terakhir para dosen mengajar karena minggu depan sudah memasuki minggu tenang. Kebanyakan minggu ini para dosen mulai memaparkan kisi-kisi yang akan masuk ke dalam ujian. Ada juga dosen yang jarang masuk kelas, menyuruh semua mahasiswa hadir di kelas terakhir untuk mengisi absensi.
Tetapi, ada juga dosen yang meminta para mahasiswa ini untuk hadir di minggu tenang karena ada satu materi yang belum sempat ia jelaskan dan akan masuk ke dalam ujian.
Hadi mendengarkan dengan seksama dan mencatat hal-hal penting yang dijelaskan oleh dosennya ini. Hal itu harus dia lakukan karena dosennya ini tidak mencatat di papan tulis, dia hanya memaparkan materi menggunakan PPT dan tidak memberikan file PPT nya ke mahasiswa. Jadi, para mahasiswa harus ngebut kalau ingin mencatat hal-hal penting yang ada di PPT ke buku catatan.
Setelah kelas berakhir, Hadi langsung meregangkan tubuhnya dan bergegas pergi dari kampus karena Leo sudah menungguinya.
Karena saat ini situasi tidak aman, mereka semua sepakat untuk tidak ke mana-mana sendirian. Leo bahkan menjemput Hadi karena anak itu akan pergi ke tokonya Zena untuk bekerja.
"Kak Hadi."
Hadi menghembuskan nafas lelah karena lagi-lagi Fei memanggilnya. Perempuan itu memang selalu saja mencari perhatian Hadi meskipun Hadi sudah jelas mengatakan kalau dia tidak tertarik pada Fei.
Hadi tidak ada waktu untuk memikirkan hal tentang percintaan. Hadi masih mempunyai Hana yang harus ia pikirkan masa depannya. Hadi juga punya masalah yang entah kapan akan berakhir.
"Kakak mau ikut ngumpul sama kita, nggak? Sekalian bahas materi buat ujian besok" ucap Fei yang selalu menyematkan anak rambutnya ke belakang telinga setiap berbicara dengan Hadi.
"Gue kerja" jawab Hadi yang hendak kembali berjalan tetapi dihalangi oleh Fei.
"Kalo besok, kakak bisa?" tanya Fei membuat Hadi menghembuskan nafas lelah.
"Fei, gue kerja. Gue nggak kayak kalian yang biaya hidupnya masih ditanggung orang tua. Gue punya adek yang harus gue nafkahin. Gue nggak ada waktu buat ngumpul-ngumpul kayak gitu. Jadi, beberapa kali lo mau ngajakin gue pergi ngumpul, jawaban gue tetap sama. Gue nggak bisa karena gue kerja" ucap Hadi dan dia melihat Fei mengatupkan bibirnya.
"Dan berhenti naruh harapan ke gue, Fei. Gue juga nggak ada waktu main cinta-cintaan sama lo. Tolong ngerti dan hargain keputusan gue. Dari kemaren gue udah bilang ke lo, kan? Lo bisa cari cowok lain yang lebih hargain perasaan lo. Jangan gue, karena gue fokusnya sekarang cuma ke adek gue" jelas Hadi dan dia pun memilih pergi ketika dia melihat kedua mata Fei berkaca-kaca.
Hadi hanya tidak mau air mata Fei itu akan membuatnya luluh. Biarlah dia dibilang jahat setelah ini atau dia akan dilabrak lagi oleh teman-temannya Fei. Dia sudah memberitahukan yang sebenarnya ke Fei meskipun itu juga menyakiti hati Fei.
Hadi benar-benar belum ada keinginan menjalin hubungan dengan seseorang.
Dia saja belum bisa membahagiakan adik dan dirinya sendiri. Bagaimana caranya dia bisa membahagiakan anak orang lain?
***
Jiro benar-benar terkejut ketika pundaknya tiba-tiba ditepuk oleh seseorang. Jiro sampai berteriak lalu membalikkan tubuhnya ke belakang. Jiro menghembuskan nafas dengan keras sambil mengusap dadanya ketika dia tahu yang menepuk pundaknya adalah Mira.
"Kamu kenapa responnya kayak gitu?" ucap Mira yang keheranan melihat reaksi Jiro ketika dia memukul pelan pundak Jiro.
"Saya kaget, bu" ucap Jiro yang memang saat itu sedang melamun.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fiksi Penggemar*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)