Dikarenakan Janu sudah ada di apartemen dan Meiza ada janji temu dengan klien nya, maka dari itu Meiza pun pamit setelah dia menyantap makan siang yang tadi dibawa oleh Janu.
"Jangan kangen sama abang yaaa."
Itulah yang Meiza katakan kepada enam anak bujang itu sebelum dia benar-benar menutup pintu.
Enam bujang itu menghembuskan nafas lega setelah melihat Meiza benar-benar sudah pergi dari unit apartemen nya Nanda. Mereka semua sama-sama lelah menghadapi energi Meiza yang melimpah. Pria itu tidak henti berceloteh dan juga tidak henti membuat Janu, Cakra, dan Hadi marah-marah.
"Emang nggak ada yang beres keluarga nya Nanda" gerutu Hadi.
Kesabaran Hadi benar-benar diuji oleh Meiza. Sepertinya, Meiza paling sering menggodanya dari pada yang lain. Apakah kesabarannya benar-benar setipis itu?
"Padahal gue udah berharap Bang Meiza ini normal, tapi ternyata sifatnya perpaduan Bang Nanda sama Om Elias" ucap Cakra yang sudah lelah karena menghadapi Meiza.
"Tapi, anehnya, kita bisa mengimbangi kegilaannya Keluarga Graciano" ringis Mada.
"Itu artinya kita nggak jauh beda sama mereka, bang" celetuk Janu setelah dia menyereput kuah soto punya Renjana.
"Jadi, lo ngerasa kalo lo gila?" ucap Hadi sambil menatap Janu yang saat ini terlihat mengincar makanan punya Renjana.
"Huft.., sebenarnya gue ini normal, Di. Gue adalah sosok yang ditakuti karena kehebatan gue. Tapi, semua itu sirna semenjak gue ketemu sama kalian. Artinya apa? Gue jadi gila karena kali-"
Bantal sofa itu mendarat sempurna di wajah Janu sebelum dia berhasil menyelesaikan kalimatnya.
"Yang ada gue jadi gila karena elu!" seru Hadi yang darahnya kembali naik berkat celotehan konyol dari Janu.
Cakra tertawa renyah karena melihat perdebatan sengit antara Janu dan Hadi. Dia sampai bertepuk tangan dengan heboh sambil sesekali mengompori kedua abang nya itu.
Mada hanya bisa menghembuskan nafas lelah melihat kelakuan tiga adik ajaib nya. Mada beruntung karena Nanda tidak ada di sini. Kalau ada Nanda juga, mungkin perdebatan mereka akan semakin sengit dan pastinya akan berlangsung lama.
Mada menatap Jiro yang asyik menonton pertempuran Janu dan Hadi sambil mengunyah ayam goreng nya. Dari sorot mata Jiro, terlihat sekali kalau anak itu menikmati pertengkaran kedua abang nya membuat Mada menghembuskan nafas lelah sekali lagi.
Sepertinya, lama kelamaan, Jiro akan mengikuti jejak para abang sangklek nya.
Lalu, Mada menolehkan kepalanya ke Renjana yang masih asyik makan.
"Ren, lerai mereka, dong. Nggak pusing lo denger mereka ribut?" ucap Mada yang merasa aneh dengan Renjana karena tumben sekali anak itu tidak mengomel karena Hadi dan Janu ribut ketika dia sedang makan dengan tenang.
"Lagi nggak mood, bang. Biarin aja, paling bentar lagi mereka capek sendiri" ucap Renjana dengan cueknya.
Renjana hanya tidak punya tenaga untuk mengomeli mereka. Lebih baik dia makan lalu kembali tidur karena dia sebenarnya masih mengantuk.
Bisa tidak dia makan sambil tidur saja?
"Jiro, tolong lerai mereka, dong" ucap Mada ke Jiro yang meringis takut.
"Jangan kak. Mereka galak" ucap Jiro.
Mada menghela nafas lelah. Dia menatap hampa Janu dan Hadi yang masih betah berdebat sedangkan Cakra masih betah mengompori mereka berdua.
"Janu, aku kenyang. Kamu mau?" ucap Renjana sambil menggeser piring nya ke arah Janu.
"Mau banget!" seru Janu dan seketika dia melupakan perdebatannya dengan Hadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fiksi Penggemar*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)