Hari-hari berlalu dengan begitu cepat. Tidak terasa sudah cukup lama Janu, Mada, dan Hadi bekerja di perusahaannya Darma. Mereka pikir, bekerja di perusahaan besar akan membuat mereka tertekan. Tapi, ternyata mereka justru enjoy bekerja di sana. Rekan kerja mereka juga semuanya baik dan selalu mau mengajari mereka bertiga jika ada beberapa hal yang tidak mereka ketahui.
Nanda sudah resign di tempat dia bekerja (lagian, tempat kerja Nanda adalah perusahaan milik Darma). Sekarang, anak itu lebih sering mengekori Darma untuk mempelajari seluk beluk perusahaan. Meskipun Nanda tidak tahu kapan dia akan menggantikan posisi sang ayah, tetapi Nanda begitu tekun dan rajin pergi ke kantor supaya dia bisa mengenal baik perusahaan yang akan dia pimpin suatu hari nanti.
Renjana sendiri sibuk mempersiapkan dirinya mendaftar beasiswa. Dia sibuk melakukan riset dan bertanya sana-sini untuk mencari kampus yang sesuai. Renjana sudah berhenti bekerja di perusahaannya Arka karena kontrak kerjanya sudah habis. Itulah kenapa Renjana memiliki banyak waktu untuk mencaritahu tentang beasiswa dan kampus yang akan ia tuju.
Kalau untuk Cakra dan Jiro. Mereka hanya menjalani hari sebagai mahasiswa. Mereka berdua juga lebih banyak menghabiskan waktu di luar bersama teman-teman mereka.
"Essay kamu udah bagus, Renjana. Kosa kata dan tata bahasa yang kamu pake di essay kamu juga menarik dan tidak membosankan untuk dibaca."
Renjana mendengarkan komentar dari mentor yang selama ini membimbing Renjana untuk persiapan kuliah keluar negeri.
"Makasih, kak."
"Sejauh ini, persiapan kamu udah bagus, Ren. Kamu udah tahu mau ke kampus mana? Kalo udah tahu, kamu kan bisa dapetin LoA nya, Ren."
Renjana menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Aku masih bingung, kak."
"Mau kakak kasih recommended, nggak? Ada beberapa kampus yang kakak rasa sesuai sama riset kamu, Ren. Siapa tahu ada beberapa kampus yang nyangkut, kan? Tapi, kalo kamu ada tujuan kampus sendiri juga nggak pa-pa, kok."
Sesi bimbingan itu selesai setelah beberapa menit mereka berdua saling sharing dan feedback. Renjana menghembuskan nafas dengan kuat lalu dia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal.
Mendengar suara mobil dari luar rumah membuat Renjana berjalan mendekati jendela untuk mencaritahu siapa si pemilik mobil.
"Orang baru?" gumam Renjana setelah dia melihat mobil tersebut adalah milik jasa pengangkut barang.
"Oh iya, ya. Kan, Pak RT bilang kalo rumah di depan bakalan ada penghuni baru" ucap Renjana yang masih mengintip orang-orang di luar sana. Dia asyik memperhatikan mas-mas yang sedang memasukkan kardus besar ke dalam rumah.
Renjana jadi penasaran siapa yang akan menjadi tetangga baru mereka.
Disaat Renjana sibuk memperhatikan orang-orang itu menurunkan beberapa barang kardus dari dalam mobil. Disaat itulah Renjana mendapati ponselnya berbunyi dari arah ruang TV. Dia pun berlari kecil menuju ponselnya yang ternyata panggilan masuk dari Nanda.
"Dari tadi Nanda nelepon terus" gerutu Renjana.
"Halo?!" ucap Renjana yang terdengar jengkel.
"Gitu amat jawabnya."
"Ck, habisnya, kamu itu nelepon terus! Baru sejam yang lalu kamu nelepon, Nan. Sekarang, kamu nelepon lagi" ucap Renjana sambil berbaring di sofa.
"Takutnya kalo lo kuliah di Jepang, lo bakalan jarang nelepon gue, Ren. Makanya, dari sekarang gue rajin-rajin nelepon."
Renjana menghembuskan nafasnya dengan kuat, "Nanda, kamu mikirnya kejauhan. Inget. Aku ini belum daftar."
"Ren, coba lo pikir-pikir ulang, deh. Di Jepang nanti nggak ada gue, loh. Bakalan sehampa apa nanti hidup lo di sana karena nggak ada gu-"
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)