"Daddy gue mau ngajak gue sama Jiro pergi. Gue sama Jiro nggak jadi nebeng sama lo, Sat" ucap Cakra setelah dia membalas pesan dari ayahnya.
Setelah selesai "nongkrong" di kantin kampus, Satria menawarkan tumpangan ke Jiro dan Cakra sekalian dia akan mengantar Wina pulang. Tetapi, berselang beberapa detik setelah Satria menawarkan tumpangan, Cakra mendapatkan pesan dari sang ayah.
Ternyata ayah nya Cakra ingin mengajak Cakra pergi ke acara opening kafe milik teman nya. Ayahnya juga menyuruh Cakra mengajak Jiro kalau memang Jiro bersama Cakra.
Meskipun perut Cakra sudah terisi oleh mie tekn tek di kantin, mengetahui dia akan makan lagi dan gratis, membuat Cakra mengiyakan ajakan ayahnya.
"Pergi ke mana, Cak?" tanya Jiro.
"Kita masih pake kemeja putih sama celana hitam loh?" ucap Jiro lagi yang takutnya nanti ayahnya Cakra malah membawa mereka ke suatu tempat yang akan membuat mereka terlihat seperti pelayan resto yang sedang magang.
"Udaah, nggak usah peduliin pakaian kita. Lo mau makan gratis, nggak?" ucap Cakra.
"Baru kali ini gue ngelihat orang kaya doyan gratisan" ucap Satria sambil geleng-geleng kepala.
"Semua orang suka yang gratis kalee" ucap Cakra.
"Udah, lo antar aja gue sama Jiro sampai di halte deket gerbang" ucap Cakra lagi sambil membuka pintu mobil Satria.
"Bayar dulu kalo mau nebeng ke gerbang" ucap Wina sambil mengadahkan tangannya ke arah Cakra.
"Nih, gue bayar pake senyuman ganteng gue, harganya lebih mahal dari berlian" ucap Cakra tidak peduli, dia sudah masuk ke dalam mobil Satria mengabaikan Wina yang bersungut-sungut.
Jiro hanya terkekeh pelan melihat kelakuan Cakra. Dia pun ikutan memberikan senyumannya ke Wina membuat gadis itu semakin jengkel.
"Kamu kenapa bisa dapet temen kayak Cakra, sih?!" gerutu Wina ke Satria yang meringis.
"Soalnya kita sefrekuensi, yang" ucap Satria sambil cengengesan ke Wina yang mendengus.
Satria pun melajukan mobilnya itu menuju gerbang kampus. Dia menghentikan mobil miliknya di depan halte dan menyuruh Cakra serta Jiro segera turun dari mobilnya karena dia takut diseruduk bus kampus dari belakang.
Setelah turun dari mobil Satria, dua pemuda itu melihat mamang penjual cireng yang biasanya berjualan di dekat halte, malah berjualan di seberang halte.
"Gue mau beli cireng, Ji. Lo tunggu di sini" ucap Cakra ke Jiro.
"Cak, kamu itu habis makan mie. Terus nanti mau makan gratis, dan kamu masih mau makan cireng?" ucap Jiro terdengar tidak percaya.
"Lo jangan ngeremehin kapasitas isi perut gue, Ji. Udah, lo tenang aja di sini. Kalo ada orang jahat yang macem-macem sama lo, lo teriakin aja maling" ucap Cakra yang setelahnya dia menyeberang untuk membeli cireng.
Baru saja Cakra berdiri di dekat gerobak tukang cireng, mobil milik ayahnya Cakra berhenti di dekat halte. Jiro menoleh ke arah mobil tersebut ketika mendengar suara klakson. Jiro pun melihat Candra, ayah dari Cakra turun dari mobil dengan wajah kebingungan.
"Cakra nya mana, Ji?" tanya Candra sambil berjalan mendekati Jiro.
"Bukannya tadi Cakra bilang dia nunggu di halte?"
Jiro pun menunjuk gerobak penjual cireng di seberang jalan.
"Cakra lagi beli cireng, om" jawab Jiro membuat Candra menghembuskan nafas lelah melihat anak bujangnya itu malah membeli cireng padahal nanti mereka akan makan juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)