"Kamu mau kuliah ke Jepang? Kenapa nggak di sini aja, nak? Jangan jauh-jauh."
Renjana tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu dari Darma. Dia pikir, Darma akan semangat dan mendukungnya. Tetapi, ternyata Darma juga terlihat tidak rela setelah mendengar Renjana ingin melanjutkan kuliahnya keluar negeri.
"Biarin aja, kali Dar. Kalo anaknya mau jangan kamu halangin juga" sahut Mira yang saat ini memang berada di ruang kerja Darma karena mereka berdua ada kerjasama bisnis.
Renjana pergi ke kantornya Darma setelah diantar oleh Nanda. Sebenarnya, mereka bertiga akan makan siang bersama. Tetapi, Nanda harus pergi makan siang bersama kliennya sehingga Renjana menjadi makan siang bertiga bersama Mira karena ada Mira di ruang kerjanya Darma.
"Jepang itu jauh, loh Mir. Aku mana pernah biarin Nanda kuliah jauh-jauh? Lagian universitas negeri di sini juga banyak yang bagus" ucap Darma yang tetap tidak setuju Renjana pergi keluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.
"Tapi, pa. Aku, kan baru mau daftar, belum tentu juga aku bakalan lulus" ucap Renjana ke Darma yang menghembuskan nafas dengan kuat.
"Tapi, kamu kan pintar, Renja. Pasti semudah itu kamu lulus. Papa dukung kamu lanjut kuliah. Mau sampai S3, silakan. Tapi, jangan keluar negeri pula, nak. Di sini aja, temani papa" ucap Darma sambil menatap lekat Renjana yang mulai gundah.
Renjana pikir, Darma akan mengizinkan karena selama ini Darma selalu terlihat santai dan tidak terlalu mengekang anak-anaknya. Tapi, ternyata Darma tidak mau anak-anaknya ini terlalu jauh darinya. Renjana juga baru sadar, bahwa jarak dari rumah mereka ke rumahnya Darma tidak terlalu jauh. Pertanda bahwa Darma memang tidak mau jauh dari anaknya.
"Kayak gini aja. Aku temani Renjana kuliah di Jepang. Kuliah S2 juga cuma dua tahun, nggak terlalu lama" ucap Mira yang memberikan solusi ke ayah dan anak itu.
"Kamu itu gila, Mir. Nggak mau aku anakku tinggal berdua sama kamu" ucap Darma membuat Mira mendengus kesal.
"Di sini aja kuliahnya, ya Renja? Papa bukannya mau menghalangi kamu. Tinggal di luar negeri sendirian dan nggak ada sanak saudara di sana. Lebih baik kamu di sini dan mudah papa jangkau kalau kamu dalam masalah" ucap Darma yang masih bersikeras membujuk Renjana tidak melanjutkan kuliahnya ke Jepang.
"Di sini aja, ya nak?"
Renjana perlahan menganggukkan kepalanya membuat Darma menghembuskan nafas lega. Dia pun tersenyum ke Renjana yang membalas senyuman Darma dengan senyuman tipis.
***
Janu menyikut Hadi yang sedang membaca berita gosip di sosial media nya. Hadi sampai berdecak dan menatap Janu dengan jengkel. Dia bertanya lewat tatapan matanya dan Janu justru menjawab dengan menolehkan kepalanya ke arah Renjana yang tiduran di lantai dan terlihat melamun. Renjana tidur menelungkup sambil memainkan karpet berbulu di lantai ini.
"Dari tadi kayak gitu terus. Gue nggak nyangka Renja bakalan segalau itu" bisik Janu ke Hadi yang mengernyitkan alisnya.
"Galau kenapa?" tanya Hadi. Dia baru tahu kalau Renjana sedang galau.
"Dia galau karena bentar lagi gue nggak kerja lagi sama Pak Arka. Renja merasa kehilangan."
Janu mengaduh karena Hadi memukul pundaknya sambil melotot kesal. Entah narkoba jenis apa yang Janu konsumsi sehingga dia begitu percaya diri, merasa bahwa Renjana sangat kehilangannya karena dia akan kerja di tempat baru.
"Lagian dia sering ngelihat lo di rumah ini. Ngapain juga dia galauin lo?" gerutu Hadi yang setelahnya dia melihat ke Renjana.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)