"Kakek mau gue sama lo kerja di perusahaan bokap. Dia juga mau nama Graciano ada di belakang nama lo. Di acara ulang tahun perusahaan nanti, kakek mau kenalin lo sama semua orang."
Nanda sengaja menjemput Renjana sore tadi dari kantor dan membiarkan Janu pulang sendirian karena Nanda ingin membicarakan masalah ini ke Renjana secara pribadi. Selain itu, Nanda juga lelah selalu saja diteror oleh kakeknya yang bertanya mengenai jawaban Renjana tentang tawaran sang kakek.
Mereka berdua saat ini menikmati salah satu menu andalan dari restoran milik temannya Darma. Karena di sana terdapat private room, membuat Nanda mengajak Renjana makan di sana untuk membahas masalah yang tidak seharusnya orang lain tahu. Bahkan, Nanda tidak bisa menceritakan hal ini kepada teman-temannya yang lain.
"Aku masih ada kontrak kerja sama Om Arka."
Sebuah jawaban yang sudah Nanda prediksi sejak sang kakek membahas masalah tentang dia dan Renjana harus bekerja di perusahaan nya Darma supaya mudah diawasi.
Renjana tidak sekali pun menatap Nanda ketika mengatakan jawabannya. Dia hanya sibuk memakan steak yang sudah dipotongkan oleh Nanda karena dia tahu saudaranya itu masih kesulitan menggunakan garpu dan sendok sebagai alat makan.
"Kakek udah pernah bilang ke aku tentang nama Graciano itu" ucap Renjana setelah dia menelan steak yang ia kunyah.
Nanda mengerjapkan matanya setelah mengetahui hal itu. Kalau memang sang kakek pernah mengatakannya kepada Renjana. Kenapa kakek nya itu malah meminta Nanda untuk membicarakan hal tersebut pada Renjana? Nanda yakin, Renjana pasti langsung memberikan jawabannya kepada sang kakek setelah tawaran itu terlontar begitu saja dari si kakek.
"Aku udah nolak. Aku bukannya nggak bersyukur dan nggak menghargai papa karena udah ngangkat aku jadi anaknya, Nan. Tapi, Renjana Wistara itu nama pemberian orang tua aku. Aku cuma pengen nama itu akan selalu seperti itu tanpa ada embel-embel nama lain di sana."
"Dan juga, aku sama sekali nggak ada hubungan darah sama Keluarga Graciano. Rasanya aneh, Nan. Aku juga nggak bisa menjabarkannya ke kamu seperti apa rasanya" ucap Renjana lagi sambil menatap lekat Nanda yang mengatupkan bibirnya.
Dia tidak marah. Lagian, untuk apa Nanda marah? Ini semua juga hak nya Renjana. Selain itu, Renjana bukanlah anak berusia 7 tahun yang masih membutuhkan bimbingan dan wali setiap melakukan sesuatu. Dia pria dewasa bahkan memiliki penghasilan sendiri.
"Tapi, kakek kayaknya bersikeras lo makek nama Graciano, Ren. Kakek se-niat itu mau ngenalin lo ke semua orang yang dia kenal. Kayaknya, kakek nggak nerima kata tidak dari lo, Ren" jelas Nanda membuat Renjana menghembuskan nafas lelah.
"Aku sendiri yang bakalan bilang ke kakek."
***
"Lo manis bangeet. Siapa nama lo tadi? Hana, ya?"
"Iya, kak."
"Aduuh, soft spoken bangeet. Gilaa, pacar lo beruntung banget bisa dapetin lo, Hana. Kalo pacar lo macam-macam, bilangin ke gue, ya? Biar gue tabok kepalanya!"
Cakra meringis mendengar ucapan Wina. Gadis itu tidak tahu saja bahwa pacar dari Hana ini sangat mengerikan. Selain itu, Nanda juga mana berani berbuat macam-macam pada Hana. Kakaknya Hana jauh lebih menyeramkan dari ibu tiri.
Sekali Nanda berbuat macam-macam, yang ada restu melayang.
"Aduh, jangan ditabok, kak. Nanti dia kesakitan, gimana?" ucap Hana membuat Wina terperangah lalu memeluk gadis itu dengan erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)