Hal pertama yang Cakra katakan setelah dia tersadar adalah,
"Cireng gue mana?"
Sebuah pertanyaan yang membuat orang-orang di ruang rawat itu menghembuskan nafas lelah secara serentak. Mereka semua sama-sama tidak habis pikir pada Cakra yang bahkan masih saja memikirkan cireng disaat dia baru saja ditabrak oleh motor dan menyebabkan kening nya terluka.
"Gue makan!" seru Janu yang gemas sekali dengan Cakra.
Rasa ingin Janu sentil luka di kening Cakra, tapi Janu tahu kalau dia melakukan hal itu, malah dia akan dipelototi oleh ibunya Cakra.
"Cireng itu apa, Cakra?" tanya ibunya Cakra yang terheran-heran mendengar sebuah nama asing di indera pendengarannya.
Karena Candra tidak mau anak bujang nya terkena omelan sang istri karena jajan sembarangan, dia pun menjawab pertanyaan sang istri dengan keasbunannya.
"Cireng itu nama kue yang sempat aku beliin buat Cakra, Ra" terpaksa Candra berbohong dari pada istrinya semakin kalang kabut kalau dia tahu kalau Cakra membeli sebuah gorengan di pinggir jalan.
"Bisa aja bapaknya Cakra" bisik Janu ke Mada yang memang berdiri di samping Janu.
Ibunya Cakra menatap anaknya yang sepertinya sedang mencari keberadaan cireng nya itu.
"Tenang aja, Cakra, nanti mommy beliin lagi cireng nya buat Cakra. Sekarang, Cakra harus fokus buat sembuh dulu" ucap Clara, ibunya Cakra.
Enam bujang yang tadi mengelilingi brankar Cakra, otomatis menyingkir ketika melihat Clara berjalan mendekati brankar Cakra, mereka semua memberikan waktu pada ibunya Cakra itu untuk melihat keadaan anak semata wayangnya.
"Clara benar-benar marah sama keluarga kamu" ucap Candra pada Nanda yang duduk di samping Candra.
"Tante udah tahu?" tanya Nanda sambil menatap Candra yang menghembuskan nafas lelah lalu menganggukkan kepalanya.
"Kira-kira bakalan ada perang besar, nggak sih?" bisik Hadi ke Renjana yang sedari tadi sibuk memperhatikan ujung kukunya.
"Kayaknya iya" jawab Renjana yang setelahnya dia menatap Hadi yang malah sedang menatapnya dengan lekat.
"Apa?" tanya Renjana sambil mengernyitkan alisnya ke Hadi.
Hadi menggelengkan kepalanya, dia pun menoleh ke Mada yang duduk di sampingnya.
"Renja aneh" bisik Hadi ke Mada.
"Dia kan memang aneh?" bisik Mada.
Janu yang mendengar bisikan Hadi dan Mada itu pun berjalan mendekati Renjana lalu duduk di samping anak itu membuat Jiro terpaksa menyingkir dari tempatnya.
"Ren, Hadi sama Bang Mada ngatain lo aneh" bisik Janu ke Renjana.
Nanda hanya bisa banyak bersabar karena para temannya ini saling berbisik tetapi dengan suara cukup keras sehingga dia bisa mendengar dengan jelas bisikan mereka. Dan sepertinya, Candra pun juga bisa mendengar bisikan tidak berfaedah dari para teman ajaibnya Nanda itu.
***
Para anak bujang itu berkumpul di ruang rawat Cakra. Orang tua nya Cakra sudah pergi beberapa menit yang lalu dengan alasan ada suatu hal yang harus mereka urus. Dan entah kenapa mereka merasa kalau orang tua nya Cakra sedang mengusut kasus Cakra yang ditabrak ini.
Mereka semua duduk lesehan di lantai dengan Cakra yang duduk di pinggir brankarnya sambil mengunyah cireng. Tepat setelah orang tua Cakra pergi, Cakra tidak henti meminta cireng kepada teman-temannya sehingga Nanda pun meminta tolong pada bodyguard ayahnya untuk membelikan mereka cireng serta beberapa jajanan lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfic*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)