"Kamu kenapa, Cak?"
Renjana menatap heran ke Cakra yang saat ini sedang memicingkan matanya ke arah Renjana dengan tangannya berada di kening anak itu. Saat ini, Renjana berada di dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Nggak adil. Ini beneran nggak adil" ucap Cakra membuat Renjana mengernyitkan alisnya sambil menyingkirkan tangan Cakra di kening nya dengan pelan.
"Kenapa lu cepet sembuhnya, bang?" ucap Cakra yang mengekori Renjana berjalan menuju kulkas.
"Karena aku istirahat dan minum obat" jawab Renjana sambil mencari seledri yang ada di dalam kulkas. Dia merasa masih ada seledri di dalam kulkas ini, tapi kenapa dia malah tidak menemukan keberadaan seledri itu?
"Padahal gue pengen lihat Bang Mada pusing ngurusin kita. Ternyata abang pagi ini udah sembuh" gerutu Cakra.
Kemarin, Renjana pulang cepat karena anak itu merasa tidak enak badan. Lima bayi yang tertidur di ruang TV langsung bersorak gembira menyambut Renjana saat itu. Mereka sudah membayangkan bagaimana Mada akan pusing mengurus mereka berenam. Tetapi, malamnya, mereka sudah melihat Renjana mondar-mandir di dapur. Dan pagi ini, anak itu sudah sehat.
Berbeda dengan Nanda dan Janu yang masih tepar. Hanya mereka berdua yang kondisi nya masih kurang baik. Sedangkan, Hadi, Cakra, dan Jiro mereka bertiga sudah lumayan sehat meskipun mereka terkadang masih batuk dan sesekali bersin. Setidaknya, mereka tidak demam lagi.
Renjana yang mendengar ucapan Cakra pun menatap anak itu dengan jengkel.
"Jadi, kamu mau abang kamu ini sakit terus?" gerutu Renjana.
Cakra cengengesan disaat melihat Renjana seperti ingin memakannya.
"Abang harus sehat terus. Soalnya, yang waras di antara abang-abang ini cuma Bang Renjaa. Bakalan kacau kalo abang tumbang" ucap Cakra membuat Renjana menggerutu setelah mendengarnya.
Renjana mengeluarkan lembaran uang dari saku celananya. Dia pun memberikannya ke Cakra membuat senyuman anak itu langsung merekah.
"Kamu pergi ke depan, di sana biasanya ada tukang sayur mangkal. Kamu beli seledri sama tomat di sana. Kalo ada sisanya, kamu beliin bumbu marinasi dua bungkus aja" ucap Renjana membuat Cakra langsung cemberut.
"Aaah, abaang. Gue, kan baru sembuuh" rengek Cakra. Dia malas sekali belanja di tukang sayur itu karena banyak ibu-ibu komplek yang rese.
"Terus, kenapa memangnya kalo kamu baru sembuh? Bagus, dong kamu pergi keluar, sekalian kamu berjemur, biar makin sehat" ucap Renjana yang mendorong pelan Cakra keluar dari dapur.
Cakra bersungut-sungut ketika Renjana mendorongnya. Dia menoleh ke Renjana dengan wajah cemberutnya tetapi sepertinya abang nya itu tidak peduli akan hal itu. Renjana malah memberikan tatapan yang seolah-olah mengatakan kenapa Cakra malah berdiri di sana?
Dengan kaki dihentakkan (ceritanya, dia ingin merajuk ke Renjana) pemuda itu pun berjalan menuju pintu rumah untuk membeli pesanan abang nya itu. Tetapi, langkah kakinya berhenti setelah dia melihat Jiro baru saja turun dari lantai dua.
Senyum Cakra kembali merekah.
"Jiro, lo nggak ada kerjaan, kan?" tanya Cakra.
"Nggak ada, sih Cak. Cuma mau ngelihat Kak Hadi udah selesai nyuci atau belum" jawab Jiro yang belum mengetahui niat buruk Cakra kepadanya.
Cakra semakin tersenyum lebar.
"Lo disuruh sama Bang Renja ke depan buat beli seledri, tomat, sama bumbu marinasi dua bungkus."
***
Mada meringis setelah dia mematikan panggilan dari bos nya itu. Pemuda tersebut menghembuskan nafas lelah lalu memijit pangkal hidungnya karena rasa sakit di kepala langsung muncul ketika dia mengingat kembali omelan dari bos nya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)