Chapter 149

876 138 3
                                        

Perjalanan hidup seorang manusia terkadang ada yang unik dan ada yang terlihat biasa saja tetapi sebenarnya penuh lika-liku di setiap perjalanan hidupnya. Itulah yang terjadi pada tujuh bujang ini. Tujuh pemuda yang dipertemukan oleh takdir untuk menjalani kehidupan yang melelahkan ini bersama-sama.

Pertemuan awal mereka adalah di sebuah indekos yang dimiliki oleh seorang pria kaya raya. Di fase ini, mereka belum terlalu mengenal. Tetapi, entah kenapa mereka tiba-tiba menjadi dekat meskipun ada beberapa kerikil yang tidak sengaja mereka pijak dan membuat kaki mereka sakit. Namun, semua hal yang menghalangi jalan mereka untuk semakin dekat berhasil mereka lalui.

Detik itu, mereka mulai menemukan kenyamanan di pertemuan pertama mereka yang membuat mereka berakhir menjadi teman.

Lalu, di fase berikutnya, mereka menemukan sebuah fakta mencengangkan dan membuat mereka menjalani kehidupan dengan perasaan was-was dan takut di antara mereka ada yang pergi. Di situasi itu, kebersamaan serta kesetiaan mereka diuji. Takdir sepertinya sengaja mengirimkan badai di persahabatan mereka untuk menguji seberapa kuat pertemanan mereka.

Sampai pada akhirnya, mereka berhasil melewati badai itu karena mereka menemukan tempat yang tepat untuk berteduh dan berlindung dari serangan badai.

Dan sekarang, mereka berada di fase di mana mereka mulai memikirkan masa depan masing-masing setelah mereka berhasil berjuang mempertahankan persahabatan mereka bersama-sama.

Percakapan random yang dulu lebih banyak mendominasi mereka. Sekarang, percakapan tujuh bujang itu kebanyakan membahas tentang pekerjaan, pendidikan, dan pernikahan.

Meskipun percakapan random juga suka terselip di antara percakapan serius itu.

"Renja otaknya terbuat dari apa, ya? Kenapa dia bisa wisuda tahun ini bareng sama gue, Jiro, dan Cakra?" ucap Hadi yang sudah diberitahu oleh Renjana bahwa dia akan wisuda tahun ini.

"Untung aja bulan nya beda. Kalo barengan juga bisa pusing gue" ucap Janu.

"Pusing kenapa lo?" tanya Mada.

"Pusing menghadapi dedek-dedek gemesh yang terpesona sama kegantengan gue" jawab Janu sambil menyugar rambutnya ke belakang.

"Gue lempar juga lo sama, nih ayam geprek!" kesal Hadi.

Mereka bertiga saat ini sedang menikmati makan malam di ayam geprek langganan mereka. Seharusnya, mereka datang ke sini berenam. Tetapi, Nanda tiba-tiba tidak bisa makan malam bersama mereka karena ada pertemuan Keluarga Graciano. Lalu, Cakra dan Jiro sedang merayakan hari kelulusan mereka bersama Satria dan Wina yang merupakan teman dekat mereka di kampus.

"Nggak nyangka gue, Cakra sama Jiro udah wisuda aja. Mereka bakalan kerja di mana, ya nanti?" ucap Janu.

"Kata Cakra, dia sama Jiro bakalan kerja di firma hukumnya Pak Hasan. Tapi, nggak tahu juga gue. Bisa jadi Cakra disuruh nerusin bisnis bokapnya, kan?" ucap Hadi yang kepedasan memakan ayam geprek.

"Jiro beneran nyuruh Bang Farhan datang ke acara wisuda dia nanti?" ucap Mada.

Sebelumnya, Jiro sudah membicarakan tentang hal ini kepada para abangnya. Dia ingin Farhan datang ke acara wisudanya karena dia menginginkan sosok sang kakak berada di sana. Melihat adiknya ini lulus sebagai sarjana. Meskipun Farhan beberapa kali meminta Jiro untuk menyuruh Darma saja yang datang ke acara wisudanya. Tetapi, Jiro tidak mau. Jiro tetap ingin kakaknya yang datang.

Sebenarnya, mereka cukup khawatir hal ini akan berdampak pada Jiro karena semua orang tahu siapa itu Farhan. Kasus yang menyeret Jamal dan John itu cukup menarik perhatian publik karena salah satu pelaku adalah anaknya seorang politisi. Ditambah lagi, sebelumnya berita mengenai Farhan memiliki adik pernah muncul dan juga sempat menarik perhatian semua orang.

[FF NCT DREAM] KARSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang