"Kalo semua masalah ini selesai, kita pergi liburan, yuk?"
Celetukan tidak terduga dari Nanda itu membuat yang lain menolehkan kepala mereka ke Nanda.
Setelah selesai menikmati makan malam mereka. Tujuh bujang itu duduk dengan nyaman di sofa sambil menonton berita di televisi. Sebuah kegiatan yang sebenarnya jarang mereka lakukan. Karena biasanya mereka menonton acara gosip bukan berita. Tetapi, entah kenapa kali ini mereka ingin menonton berita.
"Ke kampung halaman Bang Mada lagi?" ucap Cakra yang terdengar antusias.
Terakhir kali mereka semua pergi ke kampung halaman nya Mada, Cakra langsung jatuh hati dengan sumur di kamar mandi nya keluarga nya Mada. Anak itu sesudah lihai menimba air di sumur, dia langsung ketagihan dan beberapa kali ia yang menimba air untuk yang lain.
"Boleh aja, sih. Nanti gue ajuin cuti, mudah-mudahan di ACC cuti gue" ucap Mada yang tidak keberatan mengajak adik-adiknya ini ke kampung halaman nya lagi.
Toh, orang tua nya Mada juga pasti senang karena adik-adik ajaibnya mengunjungi mereka.
"Jangan, sih Cak. Takutnya nanti Nanda kepeleset di sungai lagi" celetuk Janu yang setelahnya disahuti oleh tawa puas nya Hadi.
Sepertinya mereka tidak bisa melupakan bagaimana Nanda terpeleset dan tercebur ke dalam sungai. Untungnya sungai itu arus nya tidak deras dan tidak dalam. Kalau tidak? Bisa-bisa Nanda hanyut.
"Masih inget aja lu!" gerutu Nanda.
Karena aksi terpelesetnya itu, Nanda harus kehilangan sendal mahal limited edition miliknya. Dan pastinya, kejadian itu membuat Nanda harus banyak-banyak bersabar karena menjadi bahan ejekan teman-temannya. Apalagi Janu dan Hadi yang suka sekali mengungkit hal itu. Bahkan mereka berdua sudah mengungkit masalah tersebut di depan ayahnya.
Tidak perlu ditanya bagaimana reaksi Darma.
Tentu saja pria tua itu mentertawakan Nanda sampai mengeluh sakit perut.
"Semahal-mahalnya sendal yang dipakai orang sombong, ketemu batu licin di sungai akan kepeleset juga" setelahnya Hadi ngakak sendiri mendengar celetukannya diikuti oleh Janu yang sampai high five dengan Hadi karena merasa celetukan anak itu lucu.
"Bang, kondisiin adek-adek gila lu, bang" gerutu Nanda, dia bersungut-sungut karena Hadi dan Janu tidak henti mentertawakannya.
"Ketawa lu, Ji? Cak? Lucu, ya? Hah? Iya? Lucu?" ucap Nanda ke Jiro dan Cakra yang berusaha keras menahan tawa mereka.
"Kalo saran gue ketawa aja, sih Ji. Nggak usah ditahan, nanti bisulan, loh" ucap Hadi yang akhirnya membuat Jiro tertawa.
Cakra pun mengeluarkan tawa lumba-lumbanya karena melihat Jiro tertawa lepas di samping nya.
"Bully aja gue, puas-puasin ya bully gue nyaa" ucap Nanda sambil tersenyum manis.
"Harus, sih Nan. Kapan lagi, kan bully anak orang kaya?" ucap Janu yang setelahnya dia kembali tertawa.
"Perasaan tadi kita bahas liburan, deh? Kenapa obrolannya berubah jadi bisul?" ucap Renjana yang sedari tadi hanya diam menyimak teman-temannya berkicau.
"Kayak nggak tahu mereka aja lo, Ren" ucap Mada yang sudah lelah menghadapi ke-random-an para adiknya ini.
"Udah ah! Balik lagi ke inti pembicaraan! Gimana? Mau, kan kita liburan?" ucap Nanda yang kesal karena topik pembicaraan mereka sudah berubah.
"Liburan ke mana, kak? Beneran ke kampung halamannya Kak Mada lagi?" tanya Jiro yang mau-mau saja liburan.
"Jogja?" ucap Nanda sambil melirik Renjana yang langsung bersemangat setelah mendengar kata Jogja.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fiksi Penggemar*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)