Chapter 121

1K 138 8
                                        

Semua ini bermula ketika Jiro mengatakan dia ingin menjenguk Farhan di penjara. Anak itu mengatakan kalau dia ingin tahu bagaimana keadaan kakaknya setelah terakhir kali mereka bertemu. Jiro juga ingin melihat perubahan kakaknya selama mendekam di penjara.

Karena ucapan Jiro itu, tiba-tiba Renjana berceletuk kalau dia ingin menjenguk John. Dia bilang, dia sudah janji dengan John untuk menjenguk pria itu jika dia berada di penjara. Selain itu, Renjana juga sudah berjanji kalau dia akan membawa keenam temannya untuk menjenguk John meskipun sebenarnya John tidak masalah tidak dijenguk satu kampung.

John hanya tidak bisa membayangkan betapa ramainya suasana di rumah tahanan itu nanti kalau tujuh manusia berbondog-bondong ingin menjenguknya.

Namun, percakapan itu langsung berubah setelah Hadi melarang keras Renjana pergi menjenguk John yang mendekam di penjara. Mereka semua tentu bingung dengan Hadi yang tiba-tiba meminta Renjana untuk jangan dulu menjenguk John ke penjara apalagi pergi sendirian.

Pada akhirnya, Hadi kembali menceritakan apa yang Tio katakan kepadanya di restoran seafood tadi.

"Serius, Ren. Amalan baik lo ada berapa banyak? Bisa, nggak lo bagi-bagi ke gue supaya gue beruntung terus?" celetuk Janu setelah dia mendengarkan cerita nya Hadi.

Hadi tanpa ampun langsung memukul lengan berotot menggunakan buku tulis milik Jiro yang dia gulung. Suaranya cukup keras tetapi Janu tidak terlihat kesakitan.

"Bukan itu inti dari cerita yang gue bilangin, Janu Oliver!" seru Hadi yang kesal sekali karena Janu malah membicarakan hal lain.

"Gue cuma takjub sama keberuntungan Renja. Di antara semua korban nya John, cuma ini anak yang selamet" ucap Janu sambil menunjuk Renjana yang asyik makan ayam goreng.

"Oh! Apa jangan-jangan lo sering ngucapin selamet ulang tahun ke orang-orang, Ren? Makanya, lo selamet mulu dari kegilaan John dan Jamal?" celetuk Janu dan hampir saja tulang ayam itu mengenai matanya.

"Kamu itu bisa nggak, sih kalo ngomong dipikir dulu?!" kesal Renjana.

"Buat apa dipikirin? Emangnya soal matematika?" celetuk Janu dan kali ini wajahnya tidak selamat dari timpukan tulang ayam.

"Nan! Adek lo ini jahat banget ke gue!" adu Janu ke Nanda yang menikmati pertunjukan ini sambil memakan sepotong pizza.

"Gue dukung banget kalo Renja jahat sama lo, Nu. Soalnya, lo emang cocok buat dijahatin" ucap Nanda dengan santainya.

"Bang! Belain gue, bang!" seru Janu sambil menatap Mada yang sedang mencelupkan potongan ayam goreng ke dalam saus sambal.

"Haruskah gue membela lo kayak bela negara?" ucap Mada sambil menatap malas ke Janu yang terperangah.

"Kalian semua emang jahat!" seru Janu yang seperti biasa mendramatisir situasi dan kondisi.

"Emang, bang. Makanya, abang harus terbiasa" ucap Cakra yang dengan lahap memakan potongan pizza yang kelima.

"Perasaan tadi percakapan kita nggak kayak gini, deh?" ucap Jiro sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Emang bukan! Pokoknya, lo jangan dulu, deh jenguk John, Ren. Lo jenguk dia, lo habis bener sama gue!" seru Hadi sambil melotot ke Renjana yang setelahnya menoleh ke Nanda.

"Temenin aku, ya Nan?" ucap Renjana ke Nanda yang mengacungkan jempolnya.

"Kok, lo dukung?!" seru Hadi yang menatap kesal ke Nanda.

"Lagian bisa apa itu si Jojon di dalam penjara? Dia macam-macam yang ada dia langsung digebuk sama sipir sana" ucap Nanda.

"Sipir atau elo yang gebuk?" ucap Mada sambil menaikkan satu alisnya ke Nanda.

[FF NCT DREAM] KARSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang