"Cantik, kan tunangan gue?"
Darma menaik turunkan alisnya ke Senja yang mendengus setelah mendengar ucapannya Darma.
"Orang ganteng kayak gue emang selalu bisa menarik perhatian semua cewek cantik di dunia ini" ucap Darma dengan wajah jumawanya.
Darma lalu menunjuk Senja, "Lo bakalan nyesel karena menyia-nyiakan cowok seganteng dan setajir gue, Nja."
Senja menatap sinis ke Darma.
"Malah gue bersyukur nggak jadi sama lo, Dar. Kelakuan lo bikin gue meriang mulu! Gue malah kasihan sama Nandina karena dapetin calon suami yang bentukannya kayak begini."
Darma mengelus dadanya sambil geleng-geleng kepala.
"Ck ck ck, mulutmu Senja. Tidak boleh berbicara kasar, nanti Langit kabur loh."
"Nggak usah lo ceramahin gue!"
"Duh duh duh, mulutnyaaa, gue bilangin ke Langit, nih?" ucap Darma dan dia mengaduh karena Senja mencubit lengannya.
"Nandinaaa, tunangan lo rese banget! Kurung aja dia, Nan, kuruuuung" adu Senja ke Nandina yang tertawa melihat perdebatan Senja dan Darma.
"Udah, Darma, jangan ganggu Senja, dia itu lagi sedih karena bakalan ditinggal lama sama Langit" ucap Nandina sambil terkekeh pelan.
"Nandina."
Darma, Senja, dan Nandina menoleh ke asal suara. Seketika Senja memutar kedua bola matanya dengan jengkel ketika melihat Nirmala datang menghampiri mereka. Darma sampai menghembuskan nafas lelah karena dia melihat kakaknya mulai merecoki Nandina.
"Kamu ngapain di sini, Nandina? Lebih baik kamu di dalam dan belajar memasak supaya kamu bisa menjadi istri yang baik untuk Darma. Kamu juga harus menjaga sikap kamu, Nandina, sebentar lagi kamu itu menjadi bagian dari Graciano, loh" ucap Nirmala sambil melirik sinis ke Senja yang mencibir.
"Nir, berhenti nyuruh Nandina ini-itu. Lagian dia itu calon istri aku, Nir. Aku yang lebih tahu bagaimana Nandina dan di mata aku dia itu calon istri yang baik" ucap Darma pada Nirmala yang mendelik ke Darma.
"Diam kamu, Darma. Ini juga permintaan dari mama. Kamu mau menentang keinginan mama?"
"Keinginan mama atau keinginan lo, kak?"
Nirmala menatap Senja yang sedang menatap malas ke Nirmala.
"Nggak usah pake nama mama, deh kak. Gue tahu kalo lo pengen jadiin Nandina boneka lo. Padahal yang pengen nikah itu Darma sama Nandina, kenapa lo yang sibuk ngurus ini-itu?"
"Terserah Nandina dia mau kayak apa. Nandina juga tahu, kok apa yang harus ia lakuin. Nggak semuanya harus sesuai sama kemauan lo kali, kak. Dari pada kakak sibuk ngurusin orang lain, mending kakak urus suami kakak!"
Darma bersiul setelah dia mendengar ucapan pedas dari Senja. Nandina sampai shock mendengar cara bicara Senja kepada Nirmala. Sedangkan, Nirmala, wanita itu menatap lekat ke Senja sebelum akhirnya dia pergi dari sana.
Darma mengaduh ketika Senja memukul lengannya dengan kuat, "Lo jadi calon suami nggak guna banget! Belain kek, calon istri lo!"
"Habis, Nirmala make nama nyokap. Gue kan anak berbakti, Nja.."
"Gayaan! Papa lo hampir stroke cuma karena ngurusin lo doang! Dari mana coba letak berbaktinya?!"
"Lu kalo ngomong jangan pedes banget dong, Nja. Hati kakanda tidak sanggup mendengar ucapanmu itu adindaa~"
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)