Setelah kedatangan Elias yang kedua kalinya. Para anak bujang itu duduk di ruang TV sembari menunggu Elias selesai memeriksa Renjana. Tidak ada yang berbicara di antara mereka dan hal ini merupakan situasi yang langka, mengingat para anak bujang ini selalu saja ada bahan perbincangan. Tetapi, untuk kali ini, mereka berenam hanya diam.
Sepertinya, mereka sibuk berbicara dengan isi kepala mereka masing-masing.
Tidak lama setelahnya, mereka mendapati Darma masuk ke dalam unit apartemen nya Nanda dengan wajah cemas. Mereka berenam serempak menolehkan kepala mereka ke arah Darma yang dari sorot matanya mengatakan kalau dia ingin tahu bagaimana keadaan Renjana.
"Renja udah sadar, kok yah. Lagi diperiksa sama Om Elias di dalam" ucap Nanda pada Darma yang menghembuskan nafas lega.
Darma pun duduk di samping Nanda. Rasa lelah datang begitu saja menghampirinya setelah ia menyandarkan tubuh nya di sofa nan empuk itu.
Darma yang sebelumnya sedang berdiskusi dengan Pak Hasan, tiba-tiba saja mendapatkan pesan dari Pak Reza bahwa Renjana hampir saja dibawa oleh Andi. Berita ini membuat Darma langsung pamit dan meminta Pak Reza untuk memberitahunya di mana keberadaan Renjana.
"Kenapa mereka ini terobsesi sekali sama anakku" gumam Darma sambil memijit pangkal hidungnya.
"Kenapa nggak anak orang lain saja?" gerutu Darma.
"Mungkin kalo anak orang lain kurang greget, om" celetuk Janu dan dia pun mendapatkan hadiah pukulan dari Hadi di lengan nya.
"Kurang tertantang gitu maksudnya" ucap Janu lagi sambil mengusap lengannya yang dipukul Hadi.
"Nu, mending lo nggak usah ngomong, deh. Bikin orang emosi terus lo dari tadi!" gerutu Nanda yang rasanya ingin dia lempar wajah Janu dengan bantal sofa.
"Haaah, maafin Janu, om. Dia memang suka berceletuk di waktu yang tidak tepat" ucap Mada pada Darma yang sepertinya tidak terlalu memusingkan hal itu.
"Om nggak heran lagi kalo itu Janu" ucap Darma sambil menatap Janu yang hanya cengengesan ke Darma.
Elias keluar dari kamar Renjana dan Nanda. Mereka semua langsung menujukan pandangan mata mereka ke Elias yang menghembuskan nafas nya dengan kuat.
"Lah? Kamu di sini?" tanya Elias sambil menunjuk Darma keheranan.
"Om, jadi, gimana keadaan Renja? Dia baik-baik aja, kan?" tanya Hadi.
"Dan, tolong om jawab dengan serius, jangan kayak sebelumnya!" gerutu Cakra yang teringat dengan jawaban Elias ketika Jiro menanyakan keadaan Renjana kepadanya.
Elias menghembuskan nafas nya dengan kuat sekali lagi.
"Serius" ucap Elias membuat yang lain mengernyitkan alis mereka, kecuali Darma dan Nanda yang hanya bisa memutar kedua bola mata mereka dengan jengkel setelah mendengar jawaban Elias.
"Serius gimana, nih om?" tanya Jiro sambil menggaruk kepalanya karena bingung.
"Kan, Cakra minta om jawab dengan serius. Nah, itu jawabannya, serius" ucap Elias dengan tidak bersalahnya.
"OOOOOM!"
Elias sampai menutup kedua telinga nya karena seruan para anak bujang ini. Pria tua itu cengengesan sambil menatap para anak bujang yang terlihat sekali ingin menendang Elias tetapi tidak bisa mengingat lawan bicara mereka sudah sepuh.
"Cepetan, bang! Anak lucuku gimana keadaannya?" tanya Darma yang gemas karena Elias terlalu bertele-tele.
"Melihat Renjana udah sadar, sepertinya dosis obat yang Andi masukkan ke dalam minuman Renjana tidak terlalu banyak. Tapiii, tetap aja om tes sampel darah punya Renjana tadi, takutnya obat yang dimasukkan Andi itu memiliki efek samping yang cukup berbahaya."
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)