Beberapa hari berada di Jogja, akhirnya para bujang itu kembali ke rutinitas mereka sehari-hari. Perjalanan mereka terasa singkat karena hanya mendapatkan jatah beberapa hari saja ke Jogja. Meskipun begitu, mereka bertujuh tetap merasa senang dan berjanji akan kembali liburan ke sana setelah jika ada kesempatan lagi. Kalau bisa, mereka akan menyeberang ke Bali atau lebih serunya, mereka pergi keluar negeri bersama-sama. Kalau kata Nanda, untuk masalah biaya, mereka sudah ada donatur tetap. Jadi, mereka tidak perlu khawatir dengan biaya passport, visa, dan transportasi ke sana.
"Padahal, beberapa hari yang lalu kita masih haha hihi di Candi Prambanan" keluh Cakra yang saat ini sedang pusing mengerjakan tugas kuliahnya.
Seperti biasa, Cakra, Jiro, Satria, dan Wina mengerjakan tugas bersama di sebuah kafe langganan mereka. Saking seringnya mereka ke sana, sampai-sampai karyawan bahkan pemilik kafe tahu dengan mereka dan hafal pesanan mereka. Jadi, mereka berempat tinggal berkata, "Kayak biasa, ya mas!" pasti karyawan di sana langsung mengerti dan membuatkan pesanan mereka dengan segera.
"Kalian termasuk beruntung tahu, nggak. Jarang banget ada sekelompok teman yang pergi liburan bareng. Biasanya, kebanyakan wacana doang" ucap Wina yang jadi iri dengan persahabatan Cakra dan Jiro bersama para abangnya.
"Dan juga, pertemanan kalian termasuk solid. Gila, sih. Gue malah berharap persahabatan kalian, tuh awet tahu, nggak" ucap Satria yang juga ikut kagum dengan persahabatan tujuh bujang itu.
Secara garis besar, Cakra dan Jiro telah menceritakan semuanya ke Wina dan Satria mengenai masalah yang mereka hadapi selama mereka berteman. Seperti masalah mereka dengan Jamal contohnya (tetapi, mereka tidak menceritakan tentang Farhan).
"Gue, ya kalo jadian kalian berdua, udah minggat kali dari kos. Tapi, kalian tetap bertahan. Bahkan, sekarang tinggal satu atap. Makanya, gue berani bilang kalo persahabatan kalian, tuh nggak ada tandingannya. Sampai ngadepin itu jenglot bareng-bareng. Saling melindungi. Saling peduli" ucap Wina sambil bertepuk tangan untuk mengapresiasi persahabatan tujuh bujang.
"Namanya juga udah takdir, Win" ucap Jiro.
"Kalian pernah berantem gede, nggak? Sampai diem-dieman gitu beberapa hari" ucap Satria.
"Hmm.., biasanya yang berantem sampai diem-dieman itu Bang Nanda sama Bang Renja. Udah nggak terhitung berapa kali mereka begitu. Tapi, anehnya, mereka bakalan akrab lagi. Udah itu, kayak nggak terjadi apa-apa" ucap Cakra yang teringat kalau Renjana dan Nanda pasti bertengkar hebat lalu setelahnya mereka diam-diaman dan berakhir kembali berbaikan.
"Tapi, yang paling seru itu kalo Kak Janu sama Kak Hadi berantem" celetuk Jiro.
"Bang Janu sama Bang Nanda juga seru, tuh. Pernah sampai saling tonjok, kan? Tapi, itu udah lama, sih. Sekarang, gue lihat mereka nggak ada kayak gitu lagi" ucap Cakra yang terdengar lesu.
"Lah? Kocak banget lu? Masa lu sedih waktu tahu abang-abang lu nggak berantem?" ucap Wina yang keheranan.
"Bukannya hidup lebih berwarna, ya kalau ada yang berantem?" ucap Cakra membuat Wina, Satria, dan Jiro mendelik kesal ke anak itu.
"Memang agak lain, lo Cak!"
***
Menjadi pusat perhatian adalah suatu hal yang sudah biasa Nanda rasakan. Jadi, Nanda tidak terlalu ambil pusing ketika semua mata tertuju padanya setelah Nanda turun dari mobil kesayangannya itu.
Dia saat ini berada di kampus nya Hana untuk mengajak sang pacar makan siang bersama. Darma yang meminta Nanda untuk mengajak Hana makan siang bertiga karena Darma kangen dengan calon menantunya. Padahal, seharusnya Darma itu kangen dengan anak bujangnya karena ditinggal liburan beberapa hari.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fanfiction*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)