Mada beberapa kali berdecak kesal karena pekerjaan yang begitu banyak dan harus ia selesaikan dalam waktu dekat.
Sejak tadi pagi hingga jam istirahat, Mada tidak beranjak dari kursinya. Jemarinya dengan lincah bermain di atas keyboard, mengabaikan beberapa rekan kerjanya yang mengajak Mada makan siang.
Mada bahkan mengabaikan kehebohan yang tercipta di antara Faisal dan Andre, dua biang gosip yang saat ini sibuk membicarakan Melati.
"Gue beneran ketemu Melati di klub malam sama om-om hidung belang! Kabarnya, cewek itu dipecat sama bos dan dia nggak bisa kerja di mana pun."
Ucapan dari Faisal itu membuat Mada jadi tertarik untuk mendengar lebih jauh. Dengan tangannya tidak henti mengetik laporan, Mada memasang telinganya dengan baik.
Mada ingat, hari itu Nanda menjelaskan hubungan Melati dengan Jamal.
Dia tidak menyangka kalau selama ini Melati adalah kekasihnya Jamal atau bisa dikatakan, Melati adalah alat yang Jamal gunakan untuk melancarkan semua aksi kejahatannya.
Melati bisa dikatakan sebagai kaki tangan Jamal untuk menggali semua informasi dari pesaing Jamal atau pun dari orang-orang yang mengganggu rencana Jamal.
Maka dari itu, Melati menjadi biang utama mengenai penyerangan Hana.
Melati yang memberitahu Jamal kalau Hana dan Hadi terlilit hutang orang tua mereka dan rentenir datang menemui Hana karena meminta hutang orang tua mereka dilunasi.
Jamal yang mengetahui hal itu, langsung menyuruh John untuk mengeksekusi rencananya.
Mada benar-benar tidak menyangka kalau Melati juga dalang dari penyerangan Hana. Terlebih, dia juga diberitahu oleh Nanda kalau Melati bukan lah gadis baik-baik. Karena, rencana awal Melati adalah, dia ingin membuat Hadi dan Mada memperebutkannya ketika ia tahu kalau Hadi serta Mada berteman baik.
"Dia itu cewek kegatelan! Dari dulu kan udah gue bilang kalo Melati itu bukan cewek baik, tapi kalian malah bilang gue fitnah" gerutu Andre.
"Kabarnya dia punya banyak pacar, dia bahkan pernah kegatelan sama bos" ucap Faisal dengan suara berbisik.
Tepat saat itu, bos mereka benar-benar datang ke ruangan membuat yang lain langsung ketar-ketir kembali ke tempat kerja masing-masing.
Mada masih fokus bekerja dan tidak menyadari kalau bosnya berjalan mendekatinya.
"Mada, bisa ke ruangan saya sebentar?"
Mada menoleh dan dia langsung berdiri ketika ia tahu yang menghampirinya adalah sang bos.
"Baik, pak" ucap Mada.
Mada pun berjalan mengikuti bosnya itu menuju ruangan si bos.
Ketika Mada masuk ke dalam ruangan si bos dan mereka berdua duduk di kursi. Disaat itu lah, Mada mendapatkan tugas dari bosnya untuk mengikuti pelatihan di luar kota selama tiga hari.
"Pelatihan pak?" ucap Mada yang tidak mengerti kenapa tiba-tiba dia disuruh mengikuti pelatihan.
"Iya, Mada. Saya lihat kinerja kamu selama ini sangat bagus. Kamu punya potensi untuk ke posisi yang lebih tinggi, Mada."
Mada mengerjapkan matanya setelah mendengar ucapan bosnya itu.
Apakah ini tanda-tanda dia akan dipromosikan?
Tapi, dia kan belum terlalu lama bekerja di perusahaan ini?
"Jadi, bagaimana? Tenang saja, tidak cuma kamu yang pergi pelatihan, akan ada Ilham dan Ulfa yang ikut."
Mada menganggukkan kepalanya. "Baik pak, saya mau mengikuti pelatihan ini."
***
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fiksi Penggemar*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)