Mada berjalan menuju ruang meeting bersama dengan Ulfa. Sejak kemarin, Mada dan Ulfa sibuk mempersiapkan bahan untuk mempresentasikan proyek yang akan mereka laksanakan beberapa bulan ke depan. Sepertinya, Mada akan sangat sibuk nantinya. Dan, pastinya Mada akan jarang menghabiskan waktu bersama enam bujang yang ada di rumah.
Memikirkan hal itu membuat Mada menjadi sedih. Biasanya, Mada memang sibuk tetapi dia masih bisa bermain dengan enam adiknya. Tapi, kalau sudah terlibat dengan proyek besar seperti ini, membuat Mada yakin kalau waktunya bersama adik-adiknya akan berkurang.
"Mikirin apa lo sampe muka lo mendung kayak gitu?" ucap Ulfa membuat Mada mengerjapkan matanya.
Mada terkekeh pelan, "Gue cuma bayangin kalo gue bakalan sibuk nanti dan jarang ngabisin waktu gue sama adek-adek gue."
Ulfa yang mendengarnya pun mendengus geli, "Abang sayang adek. Gue masih nggak nyangka kalo adek lo udah gede-gede, Da. Kalo orang lain denger omongan lo ini, pasti mereka ngira adek lo masih kecil-kecil" ucap Ulfa.
Dia awalnya mengira Mada mempunyai adik yang masih kecil, mungkin kisaran usia 7 tahun ke bawah. Tapi, ternyata, para adik Mada sudah besar semua. Dan sepertinya Mada memperlakukan mereka seperti anak kecil.
Jarang sekali Ulfa menemui teman cowoknya yang sangat sayang dengan teman-temannya dan bahkan menganggapnya seperti adik sekali. Terlebih, jika teman cowok itu memperlakukan teman-temannya itu seperti anak kecil.
"Nggak usah sedih gitu kali, Da. Kan, kalian satu rumah. Masih bisa lah lo lihatin muka mereka satu-satu" ucap Ulfa.
"Tetep aja rasanya bakalan beda, Fa" ucap Mada membuat Ulfa tertawa kecil.
Mereka berdua berjalan di lorong ini dan dari arah berlawanan terlihat sosok Ilham yang berjalan mendekati mereka. Raut wajah Ilham terlihat dingin. Ilham semakin menunjukkan wajah aslinya kepada mereka semua dan hal tersebut membuat Ilham menjadi nomor satu sebagai bahan gosipnya Faisal dan Andre.
Jarak mereka semakin dekat dan Ilham sepertinya sengaja berjalan di tengah-tengah. Ilham dengan keras menabrak Mada dan Ulfa membuat mereka berdua terhuyung ke belakang. Untung saja Mada dengan sigap memegang tangan Ulfa, kalau tidak, mungkin gadis itu akan terjatuh.
"Woi! Kalo jalan itu jangan kaki aja yang dipake! Mata juga dipake!" kesal Mada.
Tetapi, Ilham malah terus berjalan seolah-olah tidak mendengar ocehan Mada.
Mada yang melihat itu mendengus kesal lalu dia menatap Ulfa yang sepertinya juga kesal dengan Ilham.
"Lo nggak pa-pa, Fa?" tanya Mada dan Ulfa menganggukkan kepalanya.
"Sialan emang si Ilham. Makin menjadi aja kelakuannya. Dan herannya, bos masih aja pertahanin bocah kematian itu" gerutu Ulfa.
Mada menatap Ulfa yang berjalan terlebih dahulu darinya sehingga Mada dengan terburu-buru menyusul Ulfa.
"Fa, ada nggak orang aneh yang buntutin lo, atau tiba-tiba ada yang neror lo di rumah?" tanya Mada kepada Ulfa yang menggelengkan kepalanya.
"Nggak ada, Da. Memangnya kenapa?" tanya Ulfa.
"Nggak ada, gue cuma minta lo buat hati-hati aja. Soalnya, Ilham itu agak lain."
***
Nanda menyapa beberapa perawat serta dokter yang memang mengenalinya karena dia adalah keponakan Elias. Pemuda itu melangkahkan kakinya menuju ruang rawat Hana. Dia memutuskan untuk datang ke sini dan dia juga menyuruh Pak Hasan untuk datang ke rumah sakit saja jika memang ada yang ingin dia katakan kepada Nanda.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fiksi Penggemar*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)