"Psst!"
Hadi yang sedang memakan mie kuah bersama Tio itu menoleh ke asal suara. Setelahnya, anak itu menatap malas ke seseorang yang sudah jarang sekali Hadi lihat di toko milik Zena ini.
"Bagi, dong" ucap sosok yang selalu Hadi panggil Udin itu, Kenzi.
"Bikin sendiri" gerutu Hadi lalu dia menyeruput kuah mie tersebut sambil melirik ke Kenzi yang celingak-celinguk seperti mencari seseorang.
"Bang Zen nggak datang hari ini, Kenzi. Katanya, dia ada urusan" ucap Tio yang juga melihat tingkah Kenzi itu.
Biasanya, Kenzi juga datang ke toko ini untuk mencari Zena. Biasanya, anak itu meminta uang ke Zena kalau orang tuanya belum juga mengirimkannya uang bulanan. Nasib, anak rantau memang seperti itu.
"Saya nggak nyari Bang Zena, bang. Saya nyari abang-abang baik hati itu" ucap Kenzi yang kembali mencari keberadaan abang baik hati.
Hadi dan Tio saling bertatapan. Mereka bingung karena tidak tahu siapa abang baik hati yang Kenzi maksudkan. Tetapi, sepertinya, wajah bingung mereka terlihat jelas sehingga Kenzi mengetahuinya.
"Itu, loh bang. Yang ngasih saya wafer" jelas Kenzi.
"Oalaah. Lo nyariin Renja? Dia kerja, lah! Lagian, ngapain lo nyariin dia?" ucap Hadi yang kembali menyuapkan mie kuah itu ke dalam mulutnya.
"Mau dibeliin wafer lagi."
Hadi langsung dongkol setelah mendengar alasan dari Kenzi itu. Dia juga kesal pada Renjana yang begitu baiknya memberikan wafer secara cuma-cuma ke orang asing. Jadinya, anak itu dimanfaatkan, kan?
"Beli sendiri, sana!" kesal Hadi, dia mengunyah mie kuahnya itu dengan kesal.
"Saya belum dikirim uang sama orang tua saya, bang" ucap Kenzi dengan wajah datar andalannya.
"Perasaan, lu sering banget jarang dikirim duit sama orang tua lo?" ucap Tio yang keheranan dengan keuangan Kenzi ini. Padahal, Kenzi ini adalah anak rantau. Dia seorang mahasiswa yang kos sendirian di kota lain.
"Mereka sengaja, bang. Supaya saya pulang ke rumah" jelas Kenzi membuat Hadi dan Tio jadi penasaran kenapa orang tuanya Kenzi ingin anak itu pulang ke rumah sampai rela tidak mengirimkan uang jajan. Bahkan, Kenzi sampai meminta uang ke Zena.
Zena bahkan juga suka menyuruh Kenzi pulang.
"Kok, gitu? Lo sama orang tua lo berantem, ya?" tanya Hadi. Dia jadi iba dengan Kenzi kalau memang anak itu bertengkar dengan orang tuanya.
"Nggak, bang. Mereka cuma pengen saya pulang aja, kalo bisa tiap hari pulang ke rumah" jawab Kenzi.
"Tapi, susah juga anak rantau disuruh pulang tiap hari. Walaupun jaraknya satu jam dua jam pun, tetep aja capek di perjalanan" jelas Tio dan Hadi menganggukkan kepalanya setuju.
"Hm? Nggak, bang. Kos saya posisinya cuma beda gang aja sama rumah orang tua saya. Makanya, mereka suruh saya pulang setiap hari dan kalau mau uang disuruh ambil ke rumah."
Hadi dan Tio terdiam setelah mendengar penjelasan Kenzi. Anak itu bahkan menjelaskannya dengan wajah tidak bersalah. Dia malah mengerjapkan matanya dengan polos ke arah Hadi dan Tio yang amarah mereka sudah mencapai ubun-ubun.
"Terus kenapa lu nya ngekos, kocak?!" seru Hadi yang langsung sakit kepala karena tingkah Kenzi ini.
"Pengen ngerasain jadi anak kos, bang" jawab Kenzi dengan wajah melempemnya.
"Pantesan Bang Zen nyuruh lo pulang mulu!" seru Tio yang tidak biasanya kesal pada Kenzi pada akhirnya dia jadi emosi juga.
Sekarang, dia mengerti apa yang dirasakan Hadi setiap berbicara dengan Kenzi. Orang darah tinggi sangat dilarang berbicara dengan Kenzi.
KAMU SEDANG MEMBACA
[FF NCT DREAM] KARSA
Fiksi Penggemar*Lanjutan dari cerita Teduh* Hanya keseharian tujuh pemuda setelah semua masalah yang terjadi.. Cast: 1. Mark Lee as Mada Cazim 2. Huang Renjun as Renjana Wistara 3. Lee Jeno as Janu Oliver 4. Lee Haechan as Hadinata Byantara 5. Na Jaemin as Nanda G...
![[FF NCT DREAM] KARSA](https://img.wattpad.com/cover/375896878-64-k91967.jpg)