Chapter 77

1.1K 155 13
                                        

Meskipun Ilham tidak bekerja lagi di perusahaan ini, tetap saja Mada menghadapi stress karena anggota timnya yang entah kenapa selalu saja bertingkah seperti minyak dan air. Tidak pernah bisa bersatu.

Pendapat setiap individu kebanyakan berbeda dan di antara mereka ada beberapa oknum yang selalu saja ingin pendapatnya selalu dipakai setiap Mada mengadakan rapat.

Jika disuruh memilih, Mada memilih berdebat dengan para adik ajaibnya dari pada berdebat dengan anggota timnya yang sama-sama kepala batu. Bahkan Mada sampai menggunakan cara voting dan berusaha rapat ini diakhiri dengan hasil yang sudah disepakati bersama, tetap saja ada oknum-oknum nakal yang pasti mengompori sehingga suasana di dalam rapat selalu menyala seperti kobaran api.

"Gue nggak bisa kayak gini terus. Mereka memang berkompeten tetapi kalau mereka masih memikirkan ego masing-masing dari pada kerja sama tim, mau nggak mau gue harus ngeluarin mereka dari proyek besar ini" ucap Mada yang mengeluarkan curahan hatinya pada Salsa, Faisal, Andre, dan Ulfa.

Mereka berlima makan di rumah makan padang yang menjadi tempat favorit mereka untuk makan karena rasanya yang sangat enak.

"Bos memang aneh, sih. Kenapa pula dia membentuk tim yang rata-rata isi di dalamnya nggak normal semua? Gue pernah sekali satu proyek sama Iqbal dan gue hampir setiap hari menegak obat sakit kepala karena kelakuannya" ucap Andre dan Mada menyetujui hal itu.

Salah satu anggotanya yang bernama Iqbal memang paling banyak membuat Mada makan hati. Sampai seringnya Mada makan hati karena kelakuan Iqbal, Mada sampai memakan empedu karena hatinya sudah tidak tersisa lagi.

"Fa, coba deh lo bilangin ke bos. Bilang kalo timnya Mada itu kombinasinya terlalu nano-nano, yang ada proyeknya gagal total kalo bos masih kekeuh mau mereka yang jadi anak itiknya Mada" jelas Salsa ke Ulfa yang mengernyitkan alisnya.

"Kok gue? Seharusnya Mada dong yang bilang ke bos? Kan, Mada ketua nya" ucap Ulfa yang setelahnya dia meminum es teh manis pesanannya.

"Masalahnya, bos paling percaya sama omongan lo. Bantuin lah Mada omongin masalah ini ke bos" ucap Faisal sambil mengedipkan matanya ke Ulfa dengan genit.

"Bintitan lo?" ucap Andre yang heran melihat Faisal mengedipkan matanya seperti itu.

"Bener kata Ulfa, biar gue aja nanti bilang ke bos. Gue udah ngerahin segala cara supaya mereka solid, tapi tetep aja hasilnya nggak ada. Anggota tim gue beneran harus dirombak, sih" ucap Mada lagi.

"Mumpung proyeknya belum mulai, kan?" celetuk Mada dan yang lain menganggukkan kepala mereka setuju.

Setelah mengobrol dan menghabiskan makanan mereka. Mada beserta empat rekan kerjanya itu berjalan keluar dari rumah makan lalu melangkahkan kaki mereka menuju kantor yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka makan.

Mada dan Andre berjalan di depan, sedangkan Salsa, Ulfa, dan Faisal berjalan di belakang. Sayup-sayup Mada mendengar obrolan seru antara Salsa dan Faisal.

Mereka menyeberang dan berjalan di trotoar yang cukup luas. Daria arah berlawanan, muncul pengendara motor yang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Mada benar-benar terkejut melihat keberadaan motor tersebut dan Mada tidak sempat menghindar karena motor itu begitu ngebut.

Alhasil, Mada terserempet motor dan pemuda itu terjatuh sambil memegangi kakinya yang terlindas ban motor.

"Woi! Mata lo nggak lihat ada orang jalan di trotoar ini?!" seru Salsa.

"Trotoar buat pejalan kaki, anjing!" seru Faisal yang ingin sekali melempar sepatunya ini ke pengendara motor yang sudah menjauh karena begitu ngebut.

"Mada? Lo nggak pa-pa?! Ada yang sakit?!" tanya Ulfa dan pandangan matanya tertuju pada tangan Mada yang memegang kakinya.

[FF NCT DREAM] KARSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang