Skip satu hari...
Pukul 15.00
"Semoga radhika baik - baik saja,," Gumam Shakti mewanti wanti
Menunggu dokter shila keluar dari ruangan istrinya.
"Perawat, tolong ambilkan cairan itu,," Suruh dokter shila kepada perawat yang bersamanya
"In-- dokter dokter! Pasien menggerakkan jarinya tadi,, " Ucap perawat tersebut
"Benarkah? Dia sudah sadarkan diri? Terimakasih tuhan terimakasih,, " Ujar Dokter Shila
Kemudian dokter shila segera mencabut cairan infus yang sudah kosong lalu menggantinya dengan cairan baru.
"Ssh sshha shakti,," Gumam radhika
Seketika dokter shila dan perawat menatap wajah radhika. Radhika nampak memegangi kepalanya.
"Awww!!" Rintih radhika merasakan denyutan kencang yang sangat menyakitkan dikepalanya.
"Tenanglah nyonya tenang,, aku akan memeriksanya,," Ucap dokter shila menenangkan
"Shaktii,,," lirih radhika lagi
"Dokter,, dia terus mengucapkan nama shakti, apa kita harus menghubungi shakti itu?" Tanya perawat
"Tidak perlu, karena dia ada disini, shakti suami radhika,," Jelas dokter shila
"Radhika,, beristirahatlah sebentar,, kepala mu akan baik - baik saja,, itu hanya efek dari benturan kecelakaan, aku akan kembali nanti,," Ucap dokter shila lembut.
Sedangkan radhika tidak merespon apapun karena ia masih berlawanan dengan rasa tidak sadar dan kepalanya yang sakit.
Radhika pula baru bangun dari koma nya, mana mungkin ia langsung sadar begitu saja.
"Dokter,, kenapa suami pasien tidak dipanggil?" Tanya perawat
"Keadaan pasien belum memungkinkan,, biarkan dia tidur sebentar untuk memulihkan koma nya," jelas dokter shila
"Baiklah..."
Shakti nampak mondar - mandir didepan pintu rawat radhika.
"Bagaimana dokter?" Tanya shakti saat melihat dokter shila keluar
"Istrimu baik - baik saja,, 2 jam setelah ini kau bisa masuk,," Ujar dokter shila
"Baiklah,," Ucap shakti
2 jam kemudian....
Shakti sudah rapi dengan pakaiannya, ia sempat pulang tadi karena dokter shila memaksanya untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Agar jauh dari kata kuman.
"Bagaimana dokter? Bisakah aku masuk sekarang juga?" Tanya shakti tak sabaran
"Kau bisa masuk sekarang tuan,, sebenarnya istrimu sudah sadar dua jam yang lalu tetap--"
"Heyyy! Kau menipuku? Kenapa tidak mengatakan berita itu kepada ku? Apa kau sengaja mempermainkan ku? Ap--"
"Dengarkan dulu tuan, hufft tetapi aku rasa kau tidak akan mengerti,, yasudah sekarang kau pergilah keruang rawat istrimu" Suruh dokter shila
Tanpa sepenggal kata lagi, shakti tersenyum sedikit lalu pergi meninggalkan dokter shila.
Istriku... istriku... istriku...
Hanya itu yang memenuhi pikirannya, otaknya, hatinya, jiwanya dan kehidupannya saat ini.
Ceklekkk.....
Suara knop pintu rumah sakit terbuka. Deritan pintu yang sangat kecil pun terdengar karena hening nya ruangan.
Hanya suara - suara alat deteksi lah yang beralunan terdengar bersamaan dengan laju jantung seseorang.
Shakti, dengan badan kokoh nya yang penuh dengan air mata siap untuk melepas rindu dengan istrinya.
Ia duduk di kursi samping istrinya yang sedang terbaring lemah.
Nittt... nittt...
Mungkin hanya alunan bunyi itu yang terdengar diantara mereka.
"Radhika,, apa kau tidak mau membuka matamu untuk melihat ku? Apa kau tidak mau berbicara dengan ku lagi? Aku merindukan itu radhika, aku merindukan itu,," ucap shakti
Digenggamnya tangan itu, lalu mengecupi nya dengan tak henti - henti.Air mata yang keluar semakin deras.
"Sh sha shakti,," panggil radhika terdengar lemah
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Love
RomanceShakti arora,,, pria tampan yang mencintai gadis bernama zaskia,,, walaupun ia akan segera menikahi seorang gadis cantik bernama radhika madan tapi ia sama sekali tidak meninggalkan kekasihnya zaskia,,, melainkan hanya menduakan radhika,,, Tidak ti...
