My Second Love Part 134

685 68 10
                                        

Sinar pagi yang menyeruak kedalam celah kamar. Kedua kelopak mata terangkat dengan mengedip beberapa kali.

"Shakti masih tidur," Gumam radhika lalu pergi membersihkan dirinya

Tak lama kemudian radhika keluar dengan sudah rapi memakai saree. Ia tidak berniat untuk membangunkan shakti, karena otaknya itu tidak bisa melupakan kejadian tadi malam.

Kakinya terlangkah kearah balkon kamar yang berbatas dengan jendela. Menikmati aroma pagi dikota asing baginya.

Sekalian untuk mengeringkan rambutnya yang sedikit basah.

"Aku ingin pulang,," Gumam radhika

Radhika kaget ketika kedua tangan kekar itu melingkari perutnya dengan  kepala yang menyandar di bahu kiri radhika.

'Shakti' Batinnya

"Radhika? Apa kau memang ingin pulang?" Tanya shakti lembut

"Ya,," Ucap radhika singkat

"Atau kau masih marah terhadap diriku?" Tanya shakti lagi lembut

"Tidak" jawab radhika tak kalah lembutnya

"Jika begitu seharusnya kau berbicara seperti biasa, kau sangat terlihat tidak peduli saat ini,," Ucap shakti

"Shakti, maaf, lepaskan sebentar tanganmu, aku akan membereskan pakaian ku,," Ronta radhika mencoba untuk melepaskan pelukan shakti dari belakang

"Ck!" Shakti mendecak sebal, ketika radhika sudah menjauh pergi darinya, akhirnya shakti memutuskan untuk mandi terlebih dahulu

Beberapa saat kemudian.....

"Bagaimana? Sudah selesai memberesi baju mu?" Tanya shakti sembari membenarkan dasi yang ia pakai

"Sudah" ucap radhika tersenyum singkat

"Kau hanya memberesinya saja kan? Bukan mengemasi?" Tanya shakti

"Aku hanya membenahinya saja" Jawab radhika lalu hendak pergi kebalkon lagi

Dengan langkah cepatnya, shakti mencekal tangan radhika, menariknya sedikit membuat wanita itu jatuh kedalam pelukannya.

"Shakti, aku harus mengerjakan sesuatu. Tolong lepaskan,," Ucap radhika tanpa menatap shakti

"Radhika dengarkan aku,," Pinta shakti

Radhika berhenti meronta, dia diam sejenak. Hening saat itu juga, sampai akhirnya radhika menghembuskan nafas nya lalu menatap suaminya

"Katakan,," Ucapnya lembut

Shakti terus menatap radhika, untuk hal itu radhika hanya membalas tatapan shakti, sesekali ia mengalihkan pandangannya kearah selain manik mata shakti

Cuph!

Shakti mengecup lembut bibir ranum istrinya, radhika masih menatap shakti dengan tatapan bingungnya.

Kaki radhika nampak mundur seketika, begitu juga dengan kaki dihadapannya yang terus menggiringnya.

Hingga benturan temboklah yang telah menghentikan punduran langkahnya.

Mata shakti nampak berat, ia mencoba untuk menelusupkan wajahnya di leher jenjang istrinya

Radhika menghadapkan wajahnya kesamping, membuat shakti leluasa untuk menghisapi lehernya itu

"Ssshh" desahan kecil radhika terdengar ketika shakti mencumbuinya dengan lembut

Clupkh! Clupk Clupk! Clupkhs!

Shakti mengecup beberapa kali bibie radhika, tetapi ia tidak memperdalam kecupannya hingga menjadikannya sebuah ciuman

"Kita lanjutkan malam oke? Aku harus pergi keluar sebentar,," Ujar shakti menyelipkan helaian rambut radhika kebelekang telinganya

Radhika menatap shakti, tak lama kemudian ia mengangguk kecil sembari tersenyum.

Cuph!

Shakti kembali mengecup bibir radhika lalu menatapnya lekat kembali

"Jaga dirimu disini baik - baik. Aku akan lama diluar cuph,," Ucap shakti dengan mengecup bibir radhika

"Aku harap tidak terlalu lama, aku takut sendirian,," Ucap radhika membuat suaminya itu tersenyum dan kembali mengecup bibirnya

"Kau sudah memaafkan ku?" Tanyanya lembut membuat wanita dihadapannya itu mengangguk

"Nanti pasti ada yang menghantarkanmu makanan, kau tidak perlu kemana - mana,, " Ucap shakti

"Baiklah,," sahut radhika lembut

"Yasudah aku pergi,," Pamit shakti segera merenggangkan jaraknya dengan radhika

"Shakti jangan lama - lama,," Ucap radhika menahan tangan suaminya itu

"Tidak sayang, aku akan cepat pulang,," Ucap shakti mengecup punggung tangan radhika dengan lembut

Lalu melangkahkan kakinya pergi keluar kamar.

Radhika nampak menatap kepergian shakti dengan jenuh, sungguh ia malas dan kesal jika situasi seperti ini

Bukkhh!!

Ditendangnya lemari yang ada disampingnya dengan mimik wajah memerah

"Sedikit lagi radhika sedikitttt!!! Tapi pria bodoh itu malah pergi! Ck! Sial!" Kesal radhika merutuki dirinya

Diangkat kelangit ketujuh lalu dijatuhkan kembali tanpa sayap.

Benar apa kata shakti. Karena pasti jika sudah diranjang, radhikalah yang akan bermain dengan ganas.


####

Maafya kalo jarang bompart. Aku lg sibuk2nya nih, maaf ya. Sorry for typo

My Second LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang