"Radhika! Radhika! Nakk??" Wanita paruh baya itu berjalan menuju kamar sipemilik nama
"Ada apa bu?" Tanya radhika heran
"Shakti akan pulang malam ini!" Ujar Ny. Arora girang
"Benarkah? Aah ibu. Aku sangat merindukannyaaa,," Suara radhika terkesan manja
"Aih. Menantu ku ternyata sudah terbuka dengan ku." Senyum Ny. Arora mengembang tulus
"Maksud ibu? " Radhika meminta diulangi lagi ucapan ibu mertuanya itu karena ia sungguh tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Ny. Arora
Ny. Arora menuntun radhika untuk duduk diranjang. Keduanya sudah duduk berhadapan. Senyuman selalu terpancar di sudut bibir Ny. Arora
"Kau sudah berani menunjukan manja mu kepada ibu. Itu artinya kau memang sudah benar - benar terbuka. " Jelas Ny. Arora
"Ibu jangan berbicara seperti itu. Aku terbuka sepenuhnya untukmu bu. Kau tidak perlu ragu." Ucap radhika menggenggam tangan Ny. Arora
"Yasudah lupakan masalah ini. Jadi, bagaimana? Apa yang akan kau rencanakan saat shakti pulang nanti?" Ucap Ny. Arora mulai serius
"Maksudnya?" Tanya radhika heran membuat Ny. Arora menepuk kening nya sendiri
"Sekarang ada apa di perut mu" Tanya Ny. Arora dengan nada datar. Radhika termenung sekejap dengan tangan yang memegang perutnya
"Oh astaga! Aku melupakannya haha" kekeh radhika terlupa
"Jadi. Bagaimana?" Ulang Ny. Arora
"Ya bagaimana. Pasti aku akan langsung to the point saja. Aku takut jika shakti akan marah bila aku merahasiakan ini." Cemas radhika
"Kau benar. Itu ide terburuk yang aku miliki. Eh tapi, kita harus cek langsung ke dokter. Jika mengandalkan tespeck ibu takut hasilnya tidak sesuai. Besok kita pergi ke dokter oke?" Ucap Ny. Arora
"Dengan shakti?" Tanya radhika
"Tidak. Karena ibu takut jika nanti kau tidak hamil. Kita pastikan terlebih dahulu kalau kau memang benar - benar hamil"
"Baiklah bu,"
"2 jam lagi shakti pulang. Siapkan kamar ini dengan sewangi dan sebersih mungkin. Eh ibu tidak mengatakan bahwa kamar ini kotor dan bau. Maksud ibu buat kamar ini seindah mungkin,," Ucap Ny. Arora
"Iya bu, tapi memangnya kenapa harus seindah mungkin?" Tanya radhika
"Hei. Kau dan suamimu hampir 4 hari tidak bertemu, siapa tau kalian akan melepas rindu diatas ranjang. Yasudah ibu pergi dulu" Ny. Arora keluar dari kamar radhika dengan kekehan yang terdengar dibibirnya
"Melepas rindu diranjang? Apa maksudnya, ibu itu suka membuat teka teki padahalkaaaan. Aku tau! Astaga ibuuuuuuuu" Jerit radhika dengan suara rendah saat menyadari apa yang ibunya bahas tadi
.
Malam semakin larut tetapi tidak ada seseorang yang memencet bell rumah ini. Radhika mengharapkan shakti lah yang akan memencet bell tersebut.
"Hoaaammm! Radhika. Ibu sangat mengantuk. Ibu tinggal kekamar tidak apa - apa?" Tanya Ny. Arora kepada radhika yang tengah duduk dikursi sofa ruang tamu.
"Iya iya bu, tidak apa - apa. Ibu pergi saja kekamar. Istirahat, aku takut ibu sakit,," Ucap radhika
"Baiklah. Terimakasih sayang, yasudah ibu pergi dulu,," Ucap Ny. Arora yang dibalas seyuman oleh radhika
Suara jarum yang bergeseran sangat terdengar nyaring karena suasana saat ini sangat hening.
"Shakti kau dimana,," Gumam radhika cemas
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Love
RomanceShakti arora,,, pria tampan yang mencintai gadis bernama zaskia,,, walaupun ia akan segera menikahi seorang gadis cantik bernama radhika madan tapi ia sama sekali tidak meninggalkan kekasihnya zaskia,,, melainkan hanya menduakan radhika,,, Tidak ti...
