My Second Love Part 157

508 47 2
                                        

"Aku minta waktu sebentar saja dokter" Pinta Shakti. ini bukan waktunya menutupi gengsi. masa bodo ia harus menangis di depan dokter atau tempat umum kini

"5 menit, sembari aku mengambil bayi mu di ruangan ku" Ucap Dokter Shila membuat shakti mengangguk pasrah

Dokter Shila keluar dengan wajah muram nya, ia sangat mengerti perasaan Shakti saat ini.

berat rasanya ditinggal sebentar oleh orang yang di cintai.

"Waktuku hanya 5 menit, apa kau memang tidak benar - benar ingin membuka matamu? buka radhika buka! Aku tau kau bisa mendengar ucapan ku walaupun samar. aku tau itu! aku mohon radhika buka mata mu" Paksa Shakti

Ia mulai gila dan bingung menghadapi kondisi Radhika saat ini.

Tok tok....

terdengar suara dari arah jendela. Shakti menengok ke belakang.

Dokter Shila mengetuk pelan jam tangannya dengan gelengan kepalanya.

Shakti paham. Ia mengecup dahi radhika dan pipinya.

"Aku dan bayi kita merindukan mu, cepatlah bangun" Bisik Shakti ditelinga Radhika

Jari tangan Radhika bergerak sekejap. Tapi Shakti tak menyadari itu. Ia langsung saja Berlalu pergi dari ruangan Radhika walau berat rasanya.

"Baju ini diletakan dimana dokter?" Tanya Shakti

"Lepas saja. Biar aku yang menyimpannya lagi di ruangan ku" Ucap dokter Shila . Shakti mengangguk

"Ayo baby, kita pulang. ibu mu sedang istirahat" Ucap Shakti lalu mendorong keranjang bayi nya

.

pukul 16.10

Dokter Shila akan memeriksa Radhika 5 menit lagi. Ia dan suster tengah menyiapkan peralatan mekanis lainnya untuk memeriksanya.

"Apa pasien butuh darah dokter?" Tanya suster

"Pasien tidak butuh apa - apa. memang semuanya sudah tercukupi. Kita hanya perlu menunggu keajaiban tuhan. kapan ia akan sadar nya itu telah tercatat di takdirnya" Ucap Dokter Shila membuat Suster mengangguk paham

Tak lama kemudian dokter dan suster sudah masuk ke dalam ruangan Radhika.

Dokter Shika terkejut melihat Radhika yang sudah membuka matanya.

tetapi pandangan Radhika hanya satu titik. Nampaknya Radhika bingung. Mungkin efek dari komanya yang cukup lama

"Yatuhan, suster. berjalan perlahan. jangan mengagetkan pasien. Aku takut pasien akan shock dan otaknya berjalan tidak lancar" Lirih Dokter Shila

"Baik dokter.."

Dokter Shila berjalan perlahan. Ia terus tersenyum. Agar Radhika tidak terlalu stres melihat apa yang baru ia lihat kembali.

"Sebebtar ya nyonya, kami akan memeriksa mu" Lembut Dokter Shila

Radhika melirik sebentar. Ia mengangguk lalu menatap kembali lurus.

setelah pemeriksaan selesai. Dokter berbisik ditelinga Radhika

"Tenangkan dirimu, Bayi akan selalu aman bersamaku. semuanya ada untuk mu. semua ada disamping mu saat ini" Bisik Dokter Shila menenangkan

Lagi - lagi ia memahami perasaan pasiennya. Sebelum koma tidak ada siapapun selain para perawat disini. Jadi Dokter Shila paham bagaimana kondisi pikiran Radhika

*****

My Second LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang