"Jagoan ayah sudah wangi rupanya" Ujar Shakti tersenyum lalu dengan telaten memasukan bayi nya ke dalam tempat bayi
Ia berpikir jika ia lebih baik mendorong bayinya di keranjang bayi dari pada harus menggendongnya.
"Kita akan menjenguk bundaaa yeayy!" Ucap Shakti girang.
Ketika hendak mendorong keranjang bayi nya. Tiba - tiba terhenti.
Shakti melihat ke bawah. Ia masih mengenakan Celana pendek dan kaos oblong abu. Apa mungkin ia akan ke rumah sakit seperti itu.
"Ya tuhan" Gumamnya
Saking sibuknya mengurus bayi ia melupakan bahwa dirinya juga harus diurus.
"Kau tunggu disini saja yaa" Ucap Shakti meletakan Keranjang bayi yang didalamnya ada Bayi didekat sofa.
Dengan buru - buru ia memakai pakaian. jeans dan kaos putihnya lalu ia memakai jaket abu miliknya.
"lets goo!" Serunya ketika selesai dengan seluruh hal
.
"Jadi bagaimana perkembangan Istriku?" Tanya Shakti
"Kondisi Istrimu semakin baik tuan, Kita hanya perlu menunggu nya ia untuk siap sadar kembali" Ujar Dokter Shila
"Bolehkan aku masuk kedalam ruangannya?" Tanya Shakti tetapi nadanya seperti meminta
"Aku tau dan paham sekali perasaan mu, yasudah. kau boleh masuk. tapi pakai pakaian itu menunjuk kearah samping dan tinggalkan bayi mu bersamaku. Aku akan menjaganya, percayalah." Ujar Dokter Shila tersenyum
"Baik dokter baik" Ucap Shakti girang
.
titt... tit... tit...
Hanya suara alat pendektesi yang terdengar di dalam ruangan. Kini mata Shakti sudah mulai berair. Matanya Berkaca Namun dengan sekuat tenaga ia menahan air matanya untuk turun.
'Maafkan aku karena tidak ada disaat kau benar - benar sedang membutuhkan ku' Batin Shakti
Ia mengambil tangan lemah Radhika. mengecupnya beberapa kali. Sesekali ia menempelkan tangan Istrinya itu di pipi nya.
"Bangun Radhika, aku merindukan mu. Anak kita sudah menunggu kau hadir tidur bersama. Bangunlah, sadar. aku dan bayi kita merindukan mu" Ucap Shakti
Air matanya sudah mengalir deras. ia sangat tersiksa diposisi seperti ini.
Mungkin ia sangat menyesali perbuatannya. Nasi sudah menjadi bubur, tidak ada yang bisa diperbaiki lagi saat ini.
semuanya sudah tidak bisa di ulang lagi. bahkan waktu pun tak sudi memberi kesempatan kedua perihal urusan ini.
"Apa kau tidak mau bertemu dengan bayi mu? Ia sudah menunggu mu sejak lahir. Ia ingin susu dari ibunya, bukan dari susu lain. Bayimu ingin air susunya mengalir di tubuh nya. bukan air susu lain. Bangunlah radhika bangun" Gumam Shakti terisak
"Maaf tuan, sudah waktunya anda keluar" Ucap seorang wanita tiba - tiba membuat Shakti sedikit kaget
"Aku minta waktu sebentar saja dokter" Pinta Shakti. ini bukan waktunya menutupi gengsi. masa bodo ia harus menangis di depan dokter atau tempat umum kini
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Love
RomanceShakti arora,,, pria tampan yang mencintai gadis bernama zaskia,,, walaupun ia akan segera menikahi seorang gadis cantik bernama radhika madan tapi ia sama sekali tidak meninggalkan kekasihnya zaskia,,, melainkan hanya menduakan radhika,,, Tidak ti...
